Mana Lebih Cantik, Cleopatra atau Manohara?

Cleopatra

BIBLIOTIKA - Cleopatra VII dikenang sepanjang masa, bukan cuma karena kekuasaannya, tetapi juga karena kisah cinta dan kematiannya. Meski banyak ratu Mesir lain yang menggunakan nama Cleopatra, namun dialah yang dikenal secara umum dengan nama Cleopatra, sementara semua pendahulunya yang bernama sama hampir dilupakan orang. Setiap kali nama Cleopatra disebut, maksud yang dituju biasanya adalah Cleopatra VII.

Dunia mengenang Cleopatra sebagai wanita pemimpin Mesir, yang mampu memikat dua pria paling berkuasa di dunia pada zamannya—Mark Antony dan Julius Caesar. Kisah tentang Cleopatra pun telah menginspirasi banyak penulis dan artis, bahkan William Shakespeare menulis drama khusus untuknya, Anthony and Cleopatra.

Selain itu, Cleopatra juga muncul dalam banyak film, novel, bahkan serial televisi. Film-film yang mengisahkan Cleopatra umumnya diperankan aktris-aktris cantik sekaligus glamor, semacam Florence Lawrence, Helen Gardner, hingga Elizabeth Taylor.

Cleopatra memerintah pada tahun 51 SM hingga 30 SM, dan merupakan orang terakhir yang memerintah Mesir sebagai Firaun. Setelah kematiannya, Mesir menjadi provinsi Romawi. Cleopatra mati akibat bunuh diri pada 12 Agustus 30 SM, menyusul kematian Mark Anthony yang juga bunuh diri, setelah kalah di Pertempuran Actium melawan pasukan Oktavianus.

Berdasarkan kisah yang populer, Cleopatra diyakini mati bunuh diri dengan cara membiarkan dirinya digigit ular berbisa mematikan (Egyptian cobra) yang diselipkan ke dalam wadah berisi buah ara. Itu kisah yang telah dipercaya selama berabad-abad, sampai akhir-akhir ini beberapa ilmuwan Jerman berupaya membuktikan bahwa Cleopatra tidak mati dengan cara itu.

 Christoph Schaefer, ahli sejarah asal Jerman dan profesor di University of Trier, menampik dugaan Cleopatra mati dengan cara “kasar” sebagaimana yang dituturkan sejarah selama ini. Menurutnya, Ratu Sungai Nil itu mati dengan cara meminum racun. Untuk membuktikan dugaannya, Schaefer melakukan perjalanan dengan para ahli lain ke Alexandria, Mesir, untuk melakukan penelitian terhadap buku-buku medis Mesir kuno serta wawancara dengan para ahli ular.

Berdasarkan studi yang dilakukannya, Schaefer memperkirakan Cleopatra mengkonsumsi minuman yang mengandung opium, hemlock, dan aconitum. Campuran itu diketahui menyebabkan kematian tanpa rasa sakit dalam waktu relatif cepat, sedangkan kematian akibat ular membutuhkan waktu beberapa hari dan terasa menyakitkan.

Menurut Schaefer, Cleopatra sangat terkenal kecantikannya, dan dia tentu tidak akan membiarkan sesuatu menodai kematiannya. Ratu Mesir itu pasti menginginkan kecantikan abadi dalam kematiannya, untuk menjaga mitos tentang dirinya.

Kisah sejarah—ataupun legenda—ditambah gambaran dalam film-film, telah membentuk kesan kita mengenai sosok Cleopatra yang cantik. Simpulan pakar sejarah Jerman, sebagaimana tersebut di atas, semakin mengukuhkan keyakinan kita bahwa wanita legendaris itu memang cantik. Tetapi, sebenarnya, secantik apa Cleopatra? Sebagai perbandingan objektif, apakah Cleopatra secantik Manohara?

Sebenarnya, ada cara yang cukup valid untuk memperkirakan kecantikan sang Ratu. Pada waktu Cleopatra berkuasa, pemerintah Mesir membuat cukup banyak seri koin perak bergambar ratu mereka.

Dalam satu set koin perak yang ditemukan, terlihat Cleopatra berleher besar dan panjang, dengan hidung bengkok. Sementara dalam set koin yang lain tampak Cleopatra mirip sosok Mark Anthony yang wajahnya juga ada di koin perak. Kemiripan itu secara tak langsung menunjukkan sosok Cleopatra yang mungkin kurang feminin.

Lucius Mestrius Plutarchus, atau yang biasa disebut Plutarch, penulis dan sejarawan Romawi, merupakan salah satu orang yang mengetahui deskripsi mengenai Cleopatra dari tangan pertama, karena leluhurnya bertugas sebagai dokter pribadi sang Ratu.

Deskripsi itu diwariskan turun temurun kepada keluarganya, dan inilah penuturan Plutarch tentang Cleopatra, “Kecantikannya, sebagaimana yang dikatakan pada kami, bukanlah jenis yang akan langsung memikat orang-orang yang melihatnya. Tapi dia luar biasa berwibawa, dan memiliki daya tarik serta kepribadian kuat dalam berbicara. Setiap ucapan dan tindakannya mempesona semua orang yang berhubungan dengannya, dan mereka sudah senang mendengar suaranya saja.”

Berdasarkan deskripsi itu, kita pun bisa menarik kesimpulan bahwa Cleopatra memiliki kepribadian berwibawa, tahu bagaimana bersikap, serta cerdas sehingga dapat berbicara dengan mempesona. Tetapi, secara fisik, mungkin ia kalah dengan Manohara.

Fakta:

Meski sangat terkenal dalam sejarah, namun makam Cleopatra dan Mark Anthony masih misterius. Para arkeolog terus berupaya mencari makam kedua tokoh legendaris itu, bahkan hingga saat ini. Dewan Purbakala Mesir juga masih melakukan pencarian pada tiga lokasi yang diduga kuat menjadi makam Cleopatra dan Mark Anthony.

Ketiga lokasi tersebut berada di satu kawasan Kuil Taposiris Magna, yang berada di dekat kota Alexandria, di bibir pantai Laut Mediterania. Tapi sampai saat ini tetap belum ada kabar yang memastikan.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.