Kesagake: Kisah Penyerangan Beruang Ganas

Kesagake

BIBLIOTIKA - Kesagake adalah sosok beruang predator yang pernah menyerang desa Sankebetsu, Hokkaido, Jepang, dan membunuh orang dalam jumlah sangat banyak, pada tahun 1915. Kisah teror beruang itu sampai sekarang menjadi kisah paling mengerikan seputar penyerangan hewan pada manusia.

Pada tahun 1915, Sankebetsu adalah desa yang masih dihuni sedikit penduduk, dan mereka biasa menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam, juga pada kekayaan hutan liar yang tak jauh dari sana. Kawasan hutan itu dihuni oleh beruang cokelat, termasuk beruang jantan raksasa yang kemudian dikenal dengan nama Kesagake. Beruang itu berukuran hampir tiga meter tingginya, dengan berat sekitar 380 kilogram.

Semula, beruang Kesagake mendatangi desa Sankebetsu untuk memakan jagung panen penduduk setempat. Karena dianggap merusak tanaman mereka, para petani di desa itu pun menembak beruang tersebut, dan makhluk itu lalu melarikan diri ke hutan dengan tubuh terluka. Pada waktu itu para penduduk percaya beruang itu tidak akan berani lagi datang ke desa mereka setelah peristiwa tersebut. Tapi ternyata mereka salah sangka.

Pada tanggal 9 Desember 1915, Kesagake muncul lagi, dan teror yang mengerikan pun dimulai. Beruang itu memasuki rumah seorang petani bernama Ota, ketika di rumah itu hanya ada istri Ota yang sedang merawat bayinya. Beruang itu menyerang keduanya, lalu memangsa si bayi. Kemudian, beruang itu menarik istri Ota yang menangis ketakutan, dan menyeretnya ke dalam hutan. Ketika orang-orang berdatangan ke rumah itu, yang mereka saksikan hanyalah ceceran darah di lantai dan di dinding.

Sebanyak 30 orang kemudian pergi ke hutan, dengan tekad untuk membunuh beruang predator itu, sekaligus menyelamatkan istri Ota. Di hutan, mereka menemukan Kesagake, si beruang, dan menembaknya. Tetapi beruang itu selamat, dan melarikan diri. Sementara istri Ota ditemukan dalam keadaan telah tewas, dan tubuhnya tinggal separuh karena dimangsa oleh si beruang.

Keesokan harinya, Kesagake kembali mendatangi rumah Ota, kali ini untuk menyerang peternakan yang ada di sana. Namun, para penduduk telah bersiap-siap di sana dengan senjata terkokang. Menyadari wilayah itu dijaga ketat, si beruang lalu mengalihkan serangannya ke tempat lain yang tak dijaga. Kali ini, keluarga yang mengalami nasib naas adalah seorang yang dikenal sebagai penjahat, bernama Miyoke.

Di rumah Miyoke, beruang itu membantai semua orang yang ada dalam keluarga tersebut. Ketika jerit dan keributan dari keluarga Miyoke terdengar, para penduduk segera mendatangi tempat itu, tapi semuanya telah terlambat. Pemandangan yang mereka saksikan di sana benar-benar mengerikan. Miyoke tewas bersama dua anaknya, dan istrinya yang sedang hamil juga tewas bersama janin yang dikandungnya. Darah mereka bersimbah menutupi lantai rumah.

Hanya dalam dua hari, beruang Kesagake telah membunuh banyak orang dengan cara mengerikan. Teror itu pun menjadikan para penduduk dilanda ketakutan, dan sebagian besar penjaga meninggalkan tugasnya karena takut.

Seiring dengan itu, Kesagake terus melakukan teror. Ia menyerang siapa pun yang ditemukannya, dan korban-korban terus berjatuhan. Karena itu pula, para penduduk kemudian meninggalkan desa Sankebetsu dan mencari tempat tinggal lain yang lebih aman. Untuk beberapa waktu, desa itu pun menjadi tak berpenghuni karena kosong dan tak ada kehidupan.

Sampai kemudian, seorang pemburu terlatih diberitahu insiden berdarah itu, dan kemudian bergabung dengan penduduk di sana untuk melakukan perburuan. Dalam perburuan itulah monster beruang Kesagake akhirnya tewas setelah peluru-peluru tak terhitung banyaknya menghajar tubuhnya. Ketika tubuhnya dibedah, ditemukan tubuh manusia yang nyaris utuh di dalamnya. Sampai saat ini, insiden di desa Sankebetsu tetap menjadi serangan binatang terburuk dalam sejarah Jepang, dan salah satu yang paling brutal dalam sejarah.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.