Kemampuan-kemampuan Unik Berbagai Hewan

kucing

BIBLIOTIKA - Kelelawar mampu melesat dan bermanuver di antara dinding-dinding gua yang gelap tanpa menabrak. Tikus mampu berlari dengan lincah meski penglihatannya tidak tajam. Kucing mampu berburu di tengah kegelapan, bahkan yang paling pekat sekalipun. Burung dapat terbang jauh dalam migrasi tanpa tersesat. Sedangkan ngengat dapat mendeteksi calon jodohnya dari jarak bermil-mil jauhnya.

Bagaimana hewan-hewan tersebut dapat melakukan kehebatan semacam itu? Berikut ini uraian kemampuan-kemampuan unik yang dimiliki beberapa hewan, yang mungkin belum pernah kita bayangkan.

Kucing

Kucing memiliki sebuah membran yang mirip cermin, yang terletak di belakang mata mereka. Membran itu disebut tapetum lucidum. Dengan adanya membran spesial itu, kucing dapat berburu dalam gelap, bahkan yang paling pekat.

Membran pada mata kucing bekerja dengan cara memantulkan kembali cahaya setelah cahaya tersebut melewati retina, yang memberikan kesempatan bagi kucing untuk mengambil foton cahaya lagi, ketika cahaya kembali lewat untuk kedua kalinya. Karena hal itulah, kucing memiliki penglihatan yang sangat tajam, bahkan dalam kegelapan.

Burung

Ada cukup banyak burung yang melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat lain. Kadang-kadang, jarak migrasi mereka sangat jauh. Hebatnya, burung-burung itu jarang sekali tersesat, seolah mereka tahu jalan pulang setelah jauh bepergian. Kemampuan itu dimungkinkan, karena burung mampu memanfaatkan medan magnetik bumi, agar mereka tetap terbang pada arah atau jalur yang tepat dalam penerbangan jarak jauh.

Penelitian yang dilakukan para ilmuwan menunjukkan bahwa burung memiliki kemampuan dalam “melihat” garis magnetik bumi sebagai sebuah pola warna atau cahaya, yang melapisi penampakan di daerah sekitarnya.

Drum fish

Drum fish atau ikan drum dianggap ikan istimewa, karena memiliki kemampuan mendengar menggunakan “air bladders”. Ikan tersebut mendeteksi getaran suara, dan menghubungkan getaran itu ke telinga bagian dalam melalui satu set tulang di tengah telinga, yang disebut weberian apparatus. Setelah itu, sel-sel rambut dalam telinga bagian dalam ikan itu akan merespon getaran tersebut, dan mentransfer informasi suara ke otak.

Karena kemampuan itu, drum fish pun menjadi semacam pemimpin atau penunjuk jalan bagi banyak ikan lain di lautan, ketika mereka berenang hingga jauh agar aman dari kemungkinan serangan predator.

Tikus

Umumnya, tikus memiliki penglihatan yang tidak tajam. Tetapi, mereka mampu mengatasi kekurangan itu dengan sungut yang ada pada moncongnya. Tikus memiliki rambut atau sungut yang panjang pada moncong, yang disebut vibrissae, dan rambut-rambut itu berfungsi seperti tongkat bagi orang buta.

Dengan menggetarkan sungut mereka pada benda di hadapannya, tikus akan dapat mencitrakan bentuk dan keadaan di sekelilingnya. Karenanya, meski daya penglihatannya tidak tajam, hewan itu dapat berlari tanpa menabrak, atau dapat kabur dengan mudah ketika menghadapi manusia atau pemangsa.

Ngengat

Ketika mencari jodoh, ngengat akan mencari pasangan yang memiliki “kecocokan” dengan dirinya. Kecocokan itu ditandai dengan suatu zat tubuh yang disebut feromon. Manusia juga memiliki zat tersebut, dan diyakini juga cenderung memilih pasangan yang memiliki feromon cocok dengan dirinya.

Namun, berbeda dengan manusia, ngengat memiliki kemampuan luar biasa dalam mengenali jodohnya. Seekor ngengat dapat mendeteksi keberadaan calon jodohnya, meski jaraknya mencapai 7 mil atau lebih dari 11 kilometer. Feromon yang dipancarkan seekor ngengat layaknya sinyal cinta dengan kekuatan sangat kuat, sehingga dapat diketahui keberadaan calon pasangannya meski jaraknya amat jauh.

Ular

Kita pasti sudah biasa menyaksikan ular menjulur-julurkan lidahnya yang bercabang. Kebiasaan itu bukannya tanpa alasan. Ular memang butuh menjulur-julurkan lidahnya seperti itu, karena dengan cara itulah ia mendeteksi, mencium, atau merasakan keadaan di sekelilingnya. Lidah bagi ular berfungsi sebagai indra yang mengumpulkan partikel-partikel yang melayang di udara.

Partikel-partikel yang ditangkap lidah itu kemudian ditempelkan pada suatu lubang khusus yang terdapat di langit-langit mulut ular, yang disebut organ Jacobson’s. Kemudian, organ itu akan memproses dan menerjemahkan partikel-partikel itu, yang hasilnya akan dikirimkan melalui sinyal listrik ke otak ular. Dengan cara itu, ular dapat mengetahui keadaan sekelilingnya.

Ular boa

Berbeda dengan ular lainnya, ular boa memiliki kemampuan spesial, yaitu organ sensitif yang mampu mendeteksi panas tubuh mangsanya. Organ yang sensitif terhadap temperatur itu terletak di antara mata dan nostrilnya, dan terdapat di setiap sisi kepalanya.

Dengan adanya organ spesial itu, ular boa dapat mengamati calon mangsanya dengan seksama, kemudian melancarkan serangan mematikan, meski dalam keadaan gelap gulita.

Burung kolibri

Burung berwarna kuning yang juga disebut burung pengisap madu ini memiliki kemampuan unik, yaitu dapat memancarkan warna yang tidak dikenali manusia. Ketika burung kolibri mengisap madu pada bunga sambil terbang, ia akan menyesuaikan dirinya dengan panjang gelombang cahaya yang di luar daya lihat manusia.

Sambil beterbangan, burung itu akan memancarkan atau mengeluarkan pendar cahaya yang warnanya tidak kita kenal, sehingga kita tidak bisa menyebut apa warnanya, bahkan tidak bisa melihatnya. Para ilmuwan menyebut warna itu lebih dekat ke cahaya ultraviolet. Dengan teleskop, para ilmuwan dapat menangkap pendar warna itu, kemudian memberinya warna yang dikenali manusia, sehingga kita pun bisa menikmati gambarnya.

Hiu

Kita tahu ikan hiu adalah hewan berbahaya. Tapi ternyata dia lebih berbahaya dari yang mungkin kita bayangkan. Ikan hiu memiliki kemampuan yang memungkinkannya menemukan mangsa, meski si mangsa bersembunyi di tempat paling terpencil sekalipun.

Di lautan, hewan-hewan yang menjadi calon mangsa ikan hiu kadang masuk ke celah-celah karang, dengan harapan bisa selamat. Tetapi, hiu memiliki sel-sel istimewa dalam otaknya, yang sangat sensitif terhadap medan listrik yang terdapat pada tubuh makhluk lainnya. Karena hal itulah, hiu selalu dapat menemukan ikan lain yang bahkan bersembunyi di bawah pasir, karena hiu dapat menangkap sinyal listrik yang dipancarkan dari urat-urat tubuh mereka.

Kelelawar

Hewan malam ini biasa bertebangan di gua-gua gelap atau di tempat-tempat yang sangat sulit dijangkau. Hebatnya, dalam keadaan gelap seperti apa pun, kita belum pernah melihat kelelawar menabrak tembok. Ketika terbang melesat dengan kecepatan tinggi, kelelawar bisa berbelok atau bermanuver dengan lihai, menghindari halangan di depannya, meski keadaan sangat gelap.

Ternyata, kemampuan itu dihasilkan dari cuitan ultrasonik yang dikeluarkan oleh kelelawar. Ketika ia terbang melesat, kelelawar akan memancarkan cuitan ultrasonik, dan cuitan itu akan menabrak dinding-dinding gua atau tempat-tempat sekelilingnya.

Kemudian, pantulan gemanya akan diterjemahkan oleh kelelawar sebagai penanda lokasi, sehingga ia tahu di mana jalan yang dapat dilalui, dan mana rintangan atau halangan yang harus dihindari. Sonar biologis yang digunakan kelelawar itu disebut ekolasi (echolocation), yang juga digunakan oleh lumba-lumba ketika mereka berenang di kedalaman laut yang gelap.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.