Jika Manusia Memiliki Insang, Bisakah Hidup di Air Seperti Ikan?

 Hidup di Air

BIBLIOTIKA - Pertanyaan itu membutuhkan pertanyaan lain, “Bagaimana caranya manusia memiliki insang?” Jawaban paling logis tentu karena evolusi.

Berdasarkan penelitian, setiap kali evolusi menyebabkan mamalia tinggal di air—seperti ikan paus, lumba-lumba, atau anjing laut—evolusi terjadi pada paru-parunya, bukan pada insang. Evolusi itu akan mengatur kembali daerah di sekitar paru-paru, misalnya dengan menempatkan lubang kecil sebagai tempat embusan di bagian atas kepala—seperti ikan paus—namun evolusi tidak pernah mengubah mamalia air memiliki insang.

Hal itu terjadi, karena insang pada mamalia pasti akan berukuran raksasa. Insang hanya berguna bagi ikan, karena ikan diciptakan berdarah dingin sehingga tidak membutuhkan banyak oksigen. Manusia pada umumnya berdarah panas, sehingga setiap pon berat badan manusia membutuhkan oksigen 15 kali lebih banyak dibanding ikan yang berdarah dingin. Ketika berenang, manusia membutuhkan oksigen lebih banyak dibanding ketika berada pada kondisi normal atau di darat.

Ikan menggunakan mulut dan gerakan insang untuk menggerakkan sejumlah besar air yang keluar melalui insangnya. Hiu dan beberapa ikan lain yang sejenis harus bergerak terus-menerus di dalam air, agar air mengalir melewati insang. Sekarang, pikirkan berapa bagian kepala ikan yang terisi insang, dan bayangkan seberapa besar kepala manusia jika dibutuhkan ruangan yang lima belas kali lebih besar untuk insang, lengkap dengan sistem yang dapat mendorong air keluar masuk permukaan insang.

Jadi, jika—entah bagaimana caranya—terjadi evolusi yang mengubah manusia memiliki insang, mungkin saja manusia dapat hidup seperti ikan. Tapi penampilan kita pasti akan sangat... yeah, tidak enak dilihat, bahkan mungkin mengerikan. Itu pula yang menjadikan mamalia tidak pernah memiliki insang, meski mereka hidup di air.

Fakta:

Pada Februari 1973, India digemparkan oleh kemunculan sesosok bocah manusia yang dapat hidup di kedalaman sungai, bisa menyelam hingga lama tanpa alat bantu pernapasan, bahkan dikabarkan bisa berjalan di atas air. Kemunculan bocah itu terjadi di desa Baragdava, yang terletak di tepi sungai kecil Kuano di distrik Basti, Uttar Pradesh, India.

Bocah itu sering terlihat menyelam ke dalam sungai, menangkap ikan dengan mudah, lalu memakannya dalam keadaan mentah. Masyarakat di sana menghubungkan kemunculan bocah itu dengan hal-hal gaib, tapi yang jelas bocah itu kemudian tewas ketika memasuki sebuah warung di sana. Pemilik warung, yang ketakutan melihatnya, menyiramkan air mendidih ke tubuhnya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.