Jenis-jenis Serangga yang Sering Kita Makan

tungau

BIBLIOTIKA - Ada banyak spesies serangga di sekitar kita, dari yang mudah terlihat karena ukurannya cukup besar, sampai yang sulit dilihat karena wujudnya yang sangat kecil. Karena itulah, tidak jarang ada serangga yang bercampur dengan makanan kita, dan kemudian ikut termakan tanpa kita sengaja. Serangga-serangga itu pun tidak terlalu terasa di lidah kita, karena telah bercampur dengan makanan.

Serangga pada sayuran, misalnya, sering kali lolos dari proses pencucian ketika akan dimasak. Karenanya, serangga itu pun masih menempel pada sayuran, ikut matang termasak, lalu ikut termakan tanpa kita diketahui. Dalam hal tersebut, beberapa serangga ada yang dianggap tidak bermasalah bagi kesehatan, namun ada pula yang dapat menimbulkan alergi.

Merujuk pada FDA (Food and Drug Administration), beberapa serangga seperti tungau dan belatung dianggap tidak masalah jika tercampur dalam makanan, selama tidak merusak rasa dan kualitas makanan. Berikut ini adalah jenis-jenis serangga yang sering kali kita makan tanpa sengaja.

Kutu daun

Serangga ini berwarna hijau seperti daun, atau hitam dan berukuran kecil. Kutu daun dapat menyusup ke sayuran, terutama bayam, brokoli, dan kubis.

Tungau

Tungau memiliki warna putih dan berukuran kecil, serta umumnya hidup dalam biji gandum atau biji-bijian lain. Penyimpanan gandum yang terkontaminasi tungau kadang dapat menyebabkan alergi pada pemakannya, sebagaimana tungau debu umumnya di rumah.

Belatung

Mungkin tak pernah kita bayangkan bahwa belatung dapat ditemukan dalam makanan kalengan seperti jamur kalengan, tomat kaleng, pasta tomat, dan saus pizza. Dalam kemasan jamur kalengan, diperkirakan ada sekitar 20 belatung di dalamnya, untuk setiap 100 gram jamur yang dikeringkan. Sedangkan pada produk tomat yang dikemas, diperkirakan ada sekitar 1 sampai 5 belatung, untuk setiap 500 gramnya.

Lalat buah

Ketika lalat buah telah masuk ke dalam buah, umumnya akan sulit dihilangkan meski telah kita bersihkan atau dicuci dengan air. Karenanya, hampir bisa dipastikan kita akan menelan lalat itu ketika kita memakan buahnya. Bahkan, ketika kita meminum sekaleng jus jeruk, setidaknya ada lima lalat buah yang terkandung dalam 8 ons jus atau dalam setiap cangkir. Memakan segenggam kismis juga dapat membuat kita ikut memakan sekitar 35 lalat buah.

Ulat Jagung

Jagung adalah tanaman yang sulit tumbuh secara organik, karena sangat rentan serangan hama. Ulat jagung biasanya bersembunyi di tongkol jagung, dan kita bisa menghindari memakannya dengan cara memotong-motong jagung serta merebusnya.

Meski ulat jagung dapat kita hindarkan dengan cukup mudah, namun jagung manis kalengan rata-rata tidak bebas dari larva ulat jagung, sehingga biasanya juga akan ikut termakan kita. Tapi tak perlu khawatir, karena FDA menganggap hal itu tidak bermasalah jika dikonsumsi.

Kumbang kacang

Diperkirakan, dalam satu kaleng kacang polong hitam terdapat rata-rata 5 atau lebih larva kumbang kacang, yang akan tumbuh menjadi kumbang berwarna cokelat tua seperti kacang polong. Namun, karena ikut termakan, larva kumbang itu pun tidak sampai tumbuh karena hancur di pencernaan kita.

Ulat

Ulat sering menyerang sayuran seperti bayam, sehingga bayam yang kita masak pun kadang-kadang masih dihinggapi ulat meski kita telah cukup mencucinya. Tetapi serangga tersebut dianggap tidak berbahaya jika ikut termakan bersama sayur bayam kita. Jika kita ingin menghindari lebih banyak memakan ulat dalam bayam yang kita olah menjadi makanan, sebaiknya kurangi menggunakan makanan olahan yang dikemas dalam kaleng.

Sebagai gantinya, pilihlah produk sayuran atau buah-buahan yang dapat dicuci untuk meminimalisir serangga. Umumnya, produk kemasan tidak terlalu memperhatikan detil-detil kecil selama proses produksinya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.