Jenis-jenis Ayam Hutan Langka di Dunia

ayam hutan hijau

BIBLIOTIKA - Ayam hutan adalah sebutan untuk jenis ayam liar yang hidup di hutan. Orang Jawa menyebutnya “ayam alas”, orang Madura menyebutnya “ajem alas”, sementara bahasa Inggris manamainya “junglefowl”. Semuanya merujuk pada tempat hidup ayam itu, dan sifatnya yang liar.

Ayam liar menyebar dari India, Sri Lanka, sampai ke Asia Tenggara, termasuk kepulauan Nusantara. Di antara ragam jenis ayam hutan, berikut ini adalah jenis ayam hutan yang dianggap paling langka di dunia.

Ayam hutan merah
(Gallus gallus red junglefowl)


Dalam bahasa ilmiah, ayam ini disebut Gallus gallus. Mereka adalah sejenis burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 78 sentimeter, dari suku Phasianidae. Ayam betina memiliki ukuran yang lebih kecil, dengan panjang sekitar 46 sentimeter.

Ayam hutan jantan memiliki bulu-bulu pada leher, tengkuk, dan mantel panjang yang meruncing berwarna kuning cokelat keemasan. Kulit mukanya merah, iris berwarna cokelat, bulu punggungnya hijau gelap, dan sisi bawah tubuhnya berwarna hitam mengilap. Di kepalanya terdapat jengger bergerigi dan gelambir berwarna merah.

Ekornya terdiri dari 14 sampai 16 bulu berwarna hitam dan hijau metalik, dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah. Kakinya berwarna kelabu, dengan sebuah taji. Sedangkan ayam betina memiliki bulu-bulu yang pendek, berwarna cokelat tua kekuningan, dengan garis-garis dan bintik gelap. Kakinya tidak bertaji.

Ayam hutan merah tersebar luas di hutan tropis dan dataran rendah di benua Asia, dari Himalaya, Republik Rakyat Cina selatan, Asia Tenggara, hingga ke Sumatera dan Jawa. Ada lima subspesies yang dikenali. Di Indonesia, subspesies G.g. bankiva ditemukan di Jawa, Bali, dan Sumatera.

Ayam hutan Srilanka
(Gallus Lafayetii Srilanka junglefowl)


Ayam hutan yang disebut Gallus sonneratii dalam bahasa ilmiah ini memiliki ukuran sedang, dengan panjang sekitar 80 sentimeter, dan berasal dari suku Phasianidae. Ayam yang betina memiliki ukuran lebih kecil dibanding yang jantan, dengan panjang sekitar 38 sentimeter.

Ayam hutan yang jantan memiliki bulu-bulu di leher dan tengkuk, serta memiliki semacam mantel berbulu kelabu berbintik hitam putih. Kulit mukanya berwarna merah, berbercak putih di bagian telinga, paruhnya berwarna kuning kecokelatan, iris matanya berwarna kuning, sementara ekornya berwarna hitam keunguan dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah.

Sisi bawah tubuhnya berwarna kelabu dengan garis putih, dan kakinya berwarna kuning terang kemerahan, yang dilengkapi sebuah taji. Sementara ayam betina tidak memiliki taji, bulu-bulunya pendek dengan warna cokelat tua, dan bagian bawah tubuhnya ditumbuhi bulu-bulu seperti sisik berwarna putih kecokelatan.

Ayam hutan yang juga disebut ayam hutan kelabu ini merupakan endemik di hutan tropis bercuaca kering di India bagian tengah, barat, dan selatan. Ayam betina biasanya menetaskan antara tiga sampai lima butir telur berwarna putih atau putih kemerahan, yang dieraminya selama sekitar tiga minggu.

Ayam hutan hijau
(Gallus varius green junglefowl)


Ayam hutan hijau adalah sejenis burung yang termasuk kelompok unggas dari suku Phasianidae, yaitu keluarga ayam, puyuh, dan burung merak. Ayam hutan ini diyakini sebagai nenek moyang sebagian ayam peliharaan yang ada di Indonesia.

Dalam bahasa ilmiah, ayam hutan ini disebut Gallus varius, sementara dalam bahasa Inggris dikenal dengan berbagai nama, yaitu Green junglefowl, Javan junglefowl, Forktail, atau Green javanese junglefowl, yang merujuk pada warna dan asal tempatnya.

Ayam yang jantan memiliki tubuh berukuran besar, dengan panjang sekitar 60 sentimeter, jika diukur dari paruh sampai ujung ekornya. Sementara ayam yang betina memiliki ukuran yang lebih pendek, yaitu sepanjang 42 sentimeter.

Ayam jantan memiliki jengger yang tidak bergerigi, namun membulat di bagian tepinya. Warnanya merah, dengan warna kebiruan di bagian tengah. Bulu-bulu pada leher dan tengkuknya berwarna kehitaman, sementara bulu-bulu penutup pinggulnya panjang-panjang meruncing, dengan warna kuning keemasan dan garis tengah berwarna hitam, sedang bagian ekornya berwarna hitam kehijauan. Sementara ayam yang betina tak jauh beda. Warna paruh mereka abu-abu keputihan, dan kaki berwarna kekuningan atau agak kemerahan.

Ayam hutan ini menyukai daerah terbuka dan berpadang rumput, tepi hutan, dan daerah dengan bukit-bukit rendah dekat pantai. Ayam ini tersebar dalam jumlah terbatas di Jawa dan kepulauan Nusa Tenggara, termasuk Bali.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.