Ini yang Harus Dilakukan jika Terlempar Keluar dari Pesawat

Terlempar Keluar dari Pesawat

BIBLIOTIKA - Apa yang harus dilakukan jika terlempar keluar dari pesawat tanpa parasut? Pertama, marilah kita berdoa semoga peristiwa mengerikan semacam itu tidak terjadi. Tetapi, jika benar-benar terjadi, apa yang harus dilakukan?

Pada 3 Maret 1974, pesawat DC-10 milik Turki mengalami kecelakaan di wilayah Prancis, tepatnya di atas hutan Ermenonville. Pesawat itu sedang terbang di ketinggian 12.000 kaki (sekitar 2,2 mil atau 3,6 kilometer) di udara, ketika pintu belakang bagasi yang cacat tiba-tiba meletup terbuka.

Akibat letupan itu, bagian belakang pesawat segera kehilangan tekanan, dan menyebabkan lantai kompartemen penumpang bagian belakang melengkung dan pecah. Ketika lantai pesawat terenggut keluar, enam orang penumpang seketika tersedot keluar, terlempar dari dalam pesawat yang terbuka.

Apa yang harus kita lakukan jika mengalami peristiwa mengerikan semacam itu? Terjatuh tanpa parasut dari ketinggian 12.000 kaki di udara hanya membutuhkan waktu satu menit (60 detik) untuk mendarat di permukaan tanah, karena kita akan terjun dengan kecepatan 200 kilometer per jam. Dalam waktu satu menit itu, jika memang ingin selamat, kita harus memikirkan banyak hal penting yang sepertinya mustahil.

Tindakan penting pertama adalah mencari daerah berair—semakin dalam semakin baik. Bagaimana kita tahu daerah air yang kita tuju cukup dalam atau tidak? Tidak sulit. Jika air terlihat gelap sewaktu dilihat dari atas, artinya cukup dalam. Jika terlihat terang, artinya cukup dangkal.

Jatuh di daerah berair, semisal laut atau sungai, akan terasa cukup “nyaman” meski dengan kecepatan 200 kilometer per jam. Persiapkan jatuh dengan “elegan”, dan terjunlah dengan kaki terlebih dulu. Jika kedalaman air tempat kita terjun itu setidaknya mencapai 4 meter, kita bisa berharap selamat. Dengan catatan kita bisa berenang!

Bagaimana kalau kita tidak bisa berenang, atau kebetulan tidak ada daerah berair di tempat kita jatuh? Alternatif kedua adalah mencari pepohonan rimbun—idealnya sebuah hutan—agar cabang dan ranting-ranting pohon sedikit menahan kejatuhan kita. Meski alternatif ini tidak menjamin seratus persen kita akan selamat, tak ada salahnya dicoba.

Masalah lain, bagaimana kalau kebetulan kita terjatuh di wilayah perkotaan? Tak perlu khawatir, kita bisa mencari kolam renang! Jika mencari kolam renang dari ketinggian terdengar berlebihan, kita bisa mencari benda-benda besar—atap rumah, truk sampah, atau lainnya—yang bisa kita harapkan dapat menghentikan laju tubuh kita menuju tanah.

Meski kedengarannya mengerikan, jatuh di atap rumah orang masih jauh lebih baik dibanding jatuh langsung menghantam bumi. Ketika tubuh kita menghantam atap rumah, genteng-genteng itu akan hancur dan menyerap sebagian energi jatuh kita. Perkara apakah hal itu kemudian menyelamatkan nyawa kita atau tidak, itu sulit dijawab. Karenanya, seperti yang disebutkan di atas, marilah kita berdoa semoga peristiwa mengerikan semacam itu tidak terjadi.

Fakta:

Kecelakaan pesawat terbang terburuk dalam sejarah terjadi di daratan! Dua buah pesawat jumbo jet Boeing 747 bertabrakan di bandara Tenerife, pada 27 Maret 1977. Sekitar 600 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Greg Benson, mahasiswa Universitas Strathclyde, terjatuh dari ketinggian 1.000 meter akibat parasut yang tak terbuka. Ia tengah mengambil pelajaran skydive, dan menumpang Cessna 206 dari Strathallan Airfield di Perthshire. Ketika meloncat dari pesawat, parasut melilit kakinya sehingga tidak terbuka normal. Akibatnya, ia pun jatuh dengan keras menghantam tanah... tapi selamat. Benson memang segera dilarikan ke rumah sakit, namun 48 jam kemudian ia sudah diperbolehkan pulang. Semua orang, bahkan instrukturnya, menganggap itu keajaiban.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.