Ini yang Akan Terjadi jika Bumi Tak Memiliki Gravitasi

Gravitasi

BIBLIOTIKA - Gravitasi adalah hal penting di Bumi, yang sayangnya sering diabaikan. Pengabaian itu karena gravitasi tak terlihat, juga tak pernah berubah. Padahal, semua bentuk kehidupan di Bumi dibangun berdasarkan gaya gravitasi. Benda-benda yang kita lihat—rumah, pohon, mobil, sampai meja dan kursi—bisa menapak tanah karena adanya gaya gravitasi.

James Overduin, fisikawan di Towson University di Maryland yang mengkhususkan diri dalam bidang gravitasi, menyatakan bahwa sebuah alam semesta tanpa gravitasi akan benar-benar datar, tanpa bentuk.

Ia menjelaskan gravitasi hanyalah istilah lain untuk menyebut kelengkungan ruang-waktu, atau bagaimana curam dan dangkalnya alam semesta pada tempat tertentu. Jadi, jika alam semesta tidak dapat membentuk kurva—karena gravitasi tidak ada—maka tidak ada materi atau energi di dalamnya. Kalau begitu yang terjadi, maka tidak ada lagi yang bisa dibahas.

Seperti yang disebutkan di atas, gravitasi selalu ada namun tak terlihat. Selain itu, gravitasi juga tak pernah berubah. Seandainya gravitasi Bumi pernah berubah, tentu akan berpengaruh besar, karena banyak sekali hal di dunia yang dirancang dan dibuat berdasarkan gravitasi Bumi. Gravitasi juga tak pernah berubah, sebab massa Bumi tak pernah berubah. Karenanya, satu-satunya cara mengubah gravitasi Bumi adalah dengan mengubah massa planet. Kedengarannya sulit sekali, kalau tak mau dibilang mustahil.

Sekarang, terlepas dari logika fisika, apa yang akan terjadi jika Bumi tak lagi memiliki gravitasi?

Yang akan terjadi adalah bencana! Kita bergantung pada gravitasi untuk menahan segala sesuatu yang ada di Bumi, agar tidak terbang melayang ke luar angkasa. Jika gravitasi tak ada lagi, maka benda-benda yang semula menempel ke Bumi akan terlepas, dan itu artinya rumah, bangunan, mobil-mobil, pohon-pohon, bahkan gunung-gunung, akan beterbangan bersama orang-orang yang montang-manting kesana kemari, di antara barang-barang lain yang juga melayang-layang akibat tidak adanya gravitasi.

Efek tidak adanya gravitasi juga akan mengubah sosok kita. Yang pertama, wajah kita akan membengkak. Dalam keadaan normal, gaya gravitasi Bumi menekan cairan di tubuh kita ke arah kaki. Tanpa gravitasi, seluruh cairan tubuh akan naik dan berkumpul di kepala, yang akan menyebabkan wajah kita membengkak. Seiring dengan itu, kedua kaki kita akan menyusut. Kemudian, karena tidak adanya tekanan di antara tulang dan persendian—akibat hilangnya gravitasi—tubuh kita akan lebih tinggi atau lebih panjang 2 sampai 5 sentimeter.

Yang paling mengkhawatirkan dari tidak adanya gravitasi adalah efek yang terjadi pada alam luas. Dalam keadaan normal, gravitasi memungkinkan atmosfer dan air di lautan serta sungai dan danau-danau tertahan di tempatnya masing-masing. Jika gravitasi tidak ada lagi, maka lautan, sungai, danau, bahkan selokan, akan tumpah—dalam arti sebenarnya.

Tanpa gravitasi, udara di atmosfer juga tidak akan bertahan menggantung, tetapi akan melompat ke ruang angkasa. Tanpa atmosfer, semua bentuk kehidupan akan mati, dan segala macam cairan akan mendidih di ruang angkasa. Dengan kata lain, tidak ada satu pun yang dapat bertahan jika planet Bumi tidak lagi memiliki gravitasi. Keadaan semacam itu tak jauh beda dengan di Bulan yang tidak memiliki gravitasi yang cukup untuk atmosfer di sekelilingnya, sehingga Bulan hampir vakum atau hampa udara.

Di antara kengerian-kengerian yang akan terjadi jika Bumi tak lagi memiliki gravitasi, ada beberapa hal yang mungkin lucu. Seperti kita tahu, berat suatu benda adalah besarnya daya tarik gravitasi Bumi terhadap benda tersebut. Jadi, jika tidak ada gravitasi, maka timbangan akan selalu menunjukkan angka 0, meski ada benda sebesar apa pun yang diletakkan di atasnya. Pengaruhnya pada manusia, obesitas tak lagi jadi masalah!

Lalu bagaimana jika umpama gravitasi di Bumi lebih besar dua kali lipat? Itu juga tak lebih baik dibanding tidak ada gravitasi.

Semua benda hidup, juga benda yang dibangun dan dibuat di planet ini, semuanya bergantung pada gravitasi Bumi saat ini. Jika gravitasi Bumi tiba-tiba berubah lebih besar dua kali lipat, maka berat semua benda di planet ini juga akan berubah dan bertambah berat dua kali lipat. Efeknya juga mengerikan. Bangunan-bangunan akan runtuh karena fondasinya tak kuat lagi menahan beban, jembatan-jembatan akan hancur, gedung-gedung pencakar langit akan rata dengan tanah.

Kemudian, karena tekanan gravitasi yang kuat, pohon-pohon juga akan mengalami masalah, jaringan listrik akan terbakar, dan tekanan udara akan naik dua kali lipat yang tentunya akan berpengaruh besar pada cuaca. Akhirnya, manusia harus terkaget-kaget ketika menimbang badan, karena mendapati berat tubuhnya meningkat dua kali lipat... dan obesitas akan menjadi wabah dunia!

Meski tak terlihat, gravitasi Bumi melengkapi hidup kita, bahkan memelihara kehidupan yang kita lihat, rasakan, dan jalani saat ini. Kita tak bisa hidup tanpa gravitasi, dan kita tak dapat menghasilkan apa pun jika gravitasi di Bumi berubah—hilang, atau membesar. Empat abad yang lalu, Newton menyadari hukum gravitasi ketika sebutir apel jatuh menimpanya. Hari ini, kita tak perlu menunggu kejatuhan apel untuk mempercayainya.

Fakta:

Meski Bumi dilingkupi gravitasi, namun ternyata ada beberapa tempat yang sepertinya “melanggar” aturan gravitasi. Di wilayah Santa Cruz, California, ada fenomena alam yang sangat menakjubkan, tempat pohon dapat tumbuh dalam posisi miring, rumah dapat bertahan dalam posisi miring, dan kita juga bisa berjalan-jalan dalam posisi miring tanpa terjatuh atau kehilangan keseimbangan.

Zona aneh itu disebut “Mystery Spot”. Selain di Santa Cruz, California, setidaknya ada tiga puluhan tempat lain yang juga memiliki “penyimpangan gravitasi”, di antaranya di Cave City, Kentucky; San Antonio, Texas; dan Gold Hill, Oregon.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.