Induk-induk Hewan Paling Kejam

kumbang penggali

BIBLIOTIKA - Dalam dunia hewan, ada induk yang sangat penyayang terhadap anak-anaknya, namun ada pula yang kejam. Elang hitam, misalnya, sengaja membiarkan anak-anaknya saling bertarung dan adu fisik sampai mati, untuk mengajarkan bahwa yang kuatlah yang akan bertahan. Sementara kumbang penggali tidak akan ragu memakan anaknya sendiri jika persediaan makanan tidak cukup.

Berikut ini beberapa induk hewan yang dianggap kejam, dengan berbagai latar belakang kekejaman mereka.

Kumbang penggali

Kumbang penggali (Burying beetle) biasanya tinggal di dalam bangkai tikus. Anehnya, induk kumbang selalu bertelur dengan jumlah lebih banyak dari jumlah makanan yang ada (bangkai tikus). Ketika telur-telur itu menetas, persediaan makanan pun biasanya tidak mencukupi.

Dalam proses pemberian makan, induk kumbang akan memberi makan anaknya satu per satu. Namun, ketika jumlah makanan habis, maka anak terakhir bukan hanya tidak mendapat jatah makan, namun juga akan dimakan hidup-hidup oleh induknya.

Panda

Induk panda hanya akan memelihara satu anak. Apabila dia memiliki lebih dari satu anak, maka anak yang lain akan ditinggal begitu saja di alam liar. Sementara anak yang dipeliharanya tumbuh sehat dengan asupan makanan yang cukup, anak yang lain akan kurus kering dan menderita.

Induk panda memang tidak mungkin menyediakan makanan untuk beberapa anak sekaligus. Untuk memelihara satu anak saja, induk panda harus membutuhkan waktu antara 8 sampai 9 bulan. Setelah itu baru anak panda baru bisa mencari makan sendiri. Jadi, untuk anak panda yang kebetulan tidak bisa dipelihara induknya harus bertahan hidup sendiri—atau mati.

Hamster

Induk hamster selalu memiliki anak dalam jumlah yang berlebih, untuk memastikan semua anaknya sehat dan sempurna. Tujuannya, jika kebetulan ada anak yang dianggap tidak sempurna, maka setidaknya masih ada anak-anak lain yang sempurna. Sementara anak yang dianggap tidak lolos “quality control” akan dimakan hidup-hidup oleh si induk, khususnya jika persediaan makanan tidak ada.

Elang hitam

Ketika anak-anak elang bermain-main di sarangnya, induk elang akan membiarkannya, meski jika permainan itu berbahaya dan mengakibatkan kematian. Seringnya, permainan anak-anak elang memang berbahaya dan mengakibatkan kematian, karena melibatkan adu fisik.

Kadang-kadang, jumlah makanan yang tersedia untuk mereka tidak banyak, sekaligus sulit diperoleh. Jadi, induk elang sengaja membiarkan permainan berbahaya anak-anaknya, mungkin sebagai pelajaran bahwa—di dunia mereka—yang kuatlah yang akan bertahan hidup.

Kelinci

Begitu dilahirkan, anak-anak kelinci akan segera ditinggalkan oleh induknya di sebuah lubang. Selama 25 hari pertama, si induk hanya akan menengok dan memberi makan anaknya dalam waktu sebentar—tidak lebih dari dua menit per hari.

Sekilas, yang dilakukan induk kelinci di atas terkesan kejam. Namun rupanya itu juga merupakan upaya untuk menyelamatkan anak-anaknya. Anak kelinci adalah makanan empuk sekaligus menggiurkan bagi para pemangsa.

Karena itu, sang induk akan selalu berusaha agar lubang tempat tinggal anaknya benar-benar rahasia. Untuk menjaga kerahasiaan itu, si induk pun sengaja cepat-cepat ketika menengok anaknya. Setelah 25 hari, anak-anak kelinci pun mulai bisa mencari makan sendiri.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.