Hewan-hewan yang Terancam Punah Versi WWF

macan tutul salju

BIBLIOTIKA - Penemuan hewan baru terus terjadi, sehingga memperkaya khazanah pengetahuan manusia atas keberadaan fauna di dunia. Namun, seiring dengan itu, hewan-hewan yang telah kita kenal mengalami kepunahan satu demi satu. Kepunahan itu terjadi dengan berbagai alasan dan penyebab, dari pengaruh alam sampai perusakan hutan.

Berikut ini adalah beberapa hewan yang dinyatakan terancam punah oleh World Wildlife Fund (WWF), sebagai peringatan bagi kita untuk melestarikan hewan-hewan tersebut.

Macan tutul salju

Macan tutul salju adalah hewan yang indah, dan memiliki daya jelajah luas. Pada saat ini, macan tutul salju diperkirakan tinggal 6.000 ekor, yang tersebar di 12 negara. Namun, jumlah itu juga diperkirakan akan terus berkurang karena diburu.

Perburuan macan tutul salju biasanya didasari keinginan mendapatkan bulunya sebagai bahan baku industri mode, seperti pembuatan tas, dan lainnya. Selain itu, pemanasan global juga ikut mempengaruhi habitat tempat tinggal mereka.

Gorila gunung

Keberadaan gorila gunung mulai diketahui pada 17 Oktober 1902. Mereka adalah primata yang memiliki kecerdasan tinggi, dan tinggal di kawasan perbukitan atau pegunungan hutan hujan tropis-subtropis di Afrika.

Gorila gunung hidup berkelompok, dan biasanya dipimpin oleh gorila jantan dewasa yang paling tua. Meski berukuran besar, gorila gunung adalah makhluk pemalu. Pada saat ini, populasi mereka terancam karena sering diburu manusia dan banyaknya penebangan liar.

Tuna sirip biru

Ikan tuna sirip biru merupakan spesies yang biasa mengarungi samudera Atlantik. Pada saat ini, populasi ikan ini terancam, karena adanya penangkapan berlebihan oleh beberapa negara, yang salah satunya Jepang.

Ikan ini memiliki banyak peminat, dan di Jepang bahkan dibeli dengan harga mahal. Karenanya, apabila permintaan konsumsi atas ikan tuna dan penangkapannya tidak dibatasi, mereka akan lenyap dari samudera.

Harimau

Harimau adalah kucing terbesar di muka bumi, dan mereka suka berburu sendirian (tidak berkelompok), serta hidup di dataran rendah/perbukitan di hutan. Diperkirakan, jumlahnya tinggal 3.200 ekor di seluruh dunia, dan paling banyak tersebar di Asia Tenggara, India, dan Rusia.

Dalam seratus tahun terakhir, sebanyak 97 persen populasi harimau telah musnah, karena perburuan oleh manusia, dan penebangan hutan. Harimau Jawa dan harimau Bali adalah contoh harimau yang sudah punah.

Vaquita

Vaquita adalah sejenis lumba-lumba, namun memiliki ukuran lebih kecil, dan moncongnya tidak panjang. Hewan ini hidup di kawasan teluk California dan Meksiko. Saat ini, keberadaannya terancam punah akibat sering tersangkut jaring nelayan, dan adanya pencemaran limbah di daerah pesisir.

Penyu

Penyu adalah salah satu hewan yang telah hidup selama ratusan juta tahun. Namun, keberadaan mereka di dunia bisa jadi tinggal beberapa tahun lagi akibat terancam punah. Di Sumatera, Bali, dan beberapa daerah di Indonesia, masyarakat mengonsumsi telur penyu, dan dagingnya dijadikan sate. Karena perburuan atas penyu itulah, hewan ini terancam punah.

Lumba-lumba sungai

Seperti namanya, lumba-lumba sungai hidup di sungai, khususnya di Sungai Mekong dan Sungai Malampaya Filipina, dan hewan ini sekarang telah terancam punah. Ancaman kepunahan itu terjadi karena adanya pencemaran limbah, dan sering tersangkut ke jaring nelayan.

Orangutan Sumatera

Orangutan Sumatera adalah satu di antara dua spesies orangutan di dunia. Saudaranya, orangutan Kalimantan, juga terancam punah. Orangutan Sumatera memiliki rambut berwarna cokelat, sedang orangutan Kalimantan berambut cokelat kemerahan. Ancaman kepunahan orangutan karena adanya penebangan hutan untuk kebun kelapa sawit dan industri kertas, serta adanya pembunuhan massal terhadap mereka.

Gajah

Di dunia ini ada dua spesies gajah, yaitu gajah Asia, dan gajah Afrika. Yang paling terancam punah adalah gajah Asia, karena hutan tempat mereka mencari makan dan beranak pinak terus dibabat dan ditebangi. Tidak hanya itu, konflik antara manusia dengan gajah (misalnya gajah dianggap sebagai perusak tanaman) juga menjadi faktor yang menjadikan gajah Asia terus berkurang karena dibunuh.

Badak Jawa

Badak Jawa adalah spesies badak paling kecil di dunia, memiliki satu cula, dan hidup di Ujung Kulon, Banten, Indonesia. Pada saat ini, badak Jawa terancam punah, karena jumlahnya diperkirakan tinggal beberapa puluh ekor.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.