Hewan-hewan yang Memiliki Pertahanan Diri Unik (1)

paus bungkuk

BIBLIOTIKA - Seperti manusia, hewan juga membutuhkan makan, dan kadang-kadang juga menghadapi bahaya. Dalam hal itu, beberapa hewan memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik, semisal laba-laba peludah yang dapat meludahkan cairan lengket seperti lem, semut prajurit yang bisa meledakkan diri dalam menghadapi musuh, kumbang pengebom yang bisa menyemprotkan cairan mendidih, hingga belut listrik yang dapat menyengat mangsanya dengan listrik berkekuatan 600 volt. Berikut ini uraiannya.

Paus bungkuk

Umumnya, mamalia laut yang besar mencari makanan yang berukuran besar. Namun hal itu tidak dilakukan oleh paus bungkuk. Meski bertubuh besar, paus bungkuk (Humpback whale) lebih suka mencari makan beramai-ramai. Mereka berkumpul dengan sesamanya, dan menggunakan metode yang cerdik dalam menangkap ikan yang akan dijadikan mangsa.

Mula-mula, kawanan paus bungkuk akan melingkari sekelompok ikan yang diincar, lalu mereka akan membuang napas secara bersamaan. Napas itu menciptakan semacam jaring yang terbuat dari gelembung, dan ikan-ikan incaran mereka akan terjebak dalam pusaran jaring tersebut. Jaring itu cukup kuat, dan mampu menangkap ikan seperti jaring sungguhan.

Setelah ikan-ikan itu terperangkap dan tak bisa keluar, paus bungkuk akan secara bergiliran menyelam ke bagian bawah jaring, lalu berenang cepat-cepat dengan mulut yang terbuka lebar, mengambil sejumlah besar ikan ke dalam mulut mereka.

Laba-laba peludah

Laba-laba peludah (Spitting spider) memiliki kemampuan unik yang tidak dimiliki spesies laba-laba jenis lain, yaitu kemampuan meludahkan zat seperti lem yang sangat lengket pada mangsanya.

Laba-laba peludah memiliki dua lambung. Satu lambungnya menyimpan sutra untuk membangun jaring, sementara lambung yang lain menyimpan cairan ludah yang lengket.

Ketika laba-laba itu menemukan makanan atau mangsa, dia akan meludahi mangsanya dengan sangat cepat. Ludah lengket itu akan menahan korbannya di tempat, sementara laba-laba peludah akan memberikan gigitan yang akan membunuhnya.

Kalajengking cambuk

Kalajengking cambuk (Whip scorpion) adalah jenis kalajengking yang memiliki ekor tipis menyerupai cambuk kulit, dengan panjang sekitar 3 inci (18 sentimeter).

Kalajengking itu tidak memiliki racun, dan ekornya tidak menyengat. Tetapi, kalajengking cambuk memiliki sesuatu yang tidak dimiliki spesies kalajengking lainnya, yaitu asam. Ketika merasa terancam, kalajengking cambuk akan mencambukkan ekor ke sekelilingnya, dan mengeluarkan aliran fluida tajam dari kelenjar analnya.

Cairan yang dihasilkannya itu tidak beracun, namun cukup untuk membuat predator yang mengancamnya ragu-ragu menyerang dan mundur, sehingga memberikan kesempatan bagi kalajengking cambuk untuk kabur.

Semut Malaysia

Semut Malaysia (Malaysian ant) juga dikenal dengan nama semut meledak, karena kemampuannya yang unik dalam mempertahankan diri. Serangga kecil dari jenis camponotus saundersi itu termasuk prajurit dalam koloni semut, dan mereka benar-benar prajurit yang berbahaya.

Semut Malaysia memiliki tubuh yang sama kecil dengan semut biasa, namun tubuhnya memiliki kantong beracun, dari bagian kepala hingga bawah punggungnya. Ketika predator muncul, otot semut Malaysia akan berkontraksi untuk mempersiapkan racun, lalu menyemprotkannya dengan ganas.

Musuh yang terkena semprotan racun itu bisa mati. Atau, jika memiliki kemampuan cukup besar untuk bertahan hidup, pemangsa akan berpikir dua kali jika ingin mendekati semut lain di daerah tersebut.

Sigung

Sigung (Skunk) adalah mamalia hitam bergaris putih, yang telah dianggap sebagai hewan paling bau sedunia. Namun, sebenarnya, hewan ini tidak selalu bau. Sigung baru memunculkan bau setelah mengeluarkan “bom bau” yang memang merupakan pertahanan dirinya.

Ketika merasa terancam, sigung akan mengeluarkan bom bau. Namun, sebelum itu biasanya ia akan memberikan sinyal peringatan terlebih dulu pada musuhnya, dengan cara mendesis, menghentakkan kaki, atau mengangkat ekor ke udara. Jika musuh tidak juga pergi, sigung baru mengeluarkan senjata pamungkasnya, yakni bom bau.

Semprotan bom bau sigung dapat menyebar hingga sejauh 10 kaki (3 meter). Semprotan itu tidak mematikan, namun baunya cukup untuk membuat predator mana pun segera menjauh dari daerah tersebut, dan bau itu biasanya akan terus tercium hingga berhari-hari. Hewan-hewan lain yang bertahan di daerah itu biasanya akan sangat tidak nyaman dengan bau tersebut.

Ikan pemanah

Di sungai, ikan pemanah (Archer fish) adalah penembak jitu yang dapat membunuh mangsa hanya dengan kemampuan menembaknya. Ikan itu mampu memangsa serangga apa pun dalam beberapa meter tanpa menggunakan apa-apa, selain air yang disemprotkan dari mulutnya. Semprotan itu seperti jet yang ditembakkan dengan kuat, dan dapat mencapai jarak hingga 5 kaki (1,5 meter) jauhnya.

Rata-rata ikan pemanah memiliki panjang 6 inci (15 sentimeter), dan memiliki tubuh serta kepala yang pipih. Ia memiliki mulut yang miring ke atas, yang sangat berguna ketika ia melompat untuk meraih serangga darat.

Ikan itu biasanya berenang tepat di bawah permukaan air. Ketika menemukan mangsa yang berada dalam jangkauan, ia akan menyesuaikan matanya seperti bidikan, sehingga mendapatkan garis horisontal yang sejajar dengan mangsa. Setelah itu ia akan menembakkan air dari dalam mulutnya dengan kecepatan laksana peluru yang hampir dapat dipastikan akan mengenai targetnya dengan tepat.

Ikan pemanah hampir selalu mengenai target dengan satu tembakan, bahkan bisa langsung membunuh belalang, laba-laba, atau serangga lainnya. Apabila serangga calon mangsanya cukup dekat, ikan pemanah tidak menggunakan tembakannya yang mematikan itu—dia hanya melompat keluar dari air untuk memangsa serangga dengan mulutnya.

Baca lanjutannya: Hewan-hewan yang Memiliki Pertahanan Diri Unik (2)

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.