Hewan-hewan yang Dulu Dianggap Mitos

harimau

BIBLIOTIKA - Sejak abad kelima sebelum Masehi, di Yunani ada legenda terkenal yang mengisahkan tentang sesosok makhluk besar berbulu, yang suka mengamuk dan menculik wanita. Berabad-abad kemudian, sosok makhluk besar berbulu yang digambarkan dalam legenda Yunani itu persis dengan sosok hewan yang kemudian kita kenal sebagai gorila.

Diperkirakan, di zaman dulu, beberapa orang pernah menyaksikan gorila di suatu tempat, lalu menggambarkannya pada masyarakatnya. Karena dianggap asing atau tak lazim, masyarakat pun lalu menganggapnya hanya karangan atau legenda. Dari hal itu lalu muncul kisah-kisah yang menjelma menjadi mitos.

Selain gorila, panda raksasa yang hidup di hutan bambu Cina juga sebelumnya dianggap hanya mitos, bahkan oleh masyarakat Cina sendiri. Begitu pun jerapah dan harimau, sebelumnya hanya dianggap mitos. Berikut ini adalah hewan-hewan nyata yang keberadaannya pernah disangkal, karena dianggap hanya sebagai mitos atau legenda.

Harimau

Dari dulu sampai sekarang, harimau menjadi hewan mengerikan. Dari dulu sampai sekarang, harimau juga menjadi hewan yang terkenal. Bedanya, jika sekarang kita memahami harimau benar-benar ada, di zaman dulu harimau dianggap hanya mitos.

Di masa Yunani kuno, harimau dianggap hanya ada dalam mitos, dan mereka menyebutnya manticore atau mantichoras. Hewan itu digambarkan memiliki tiga baris gigi sepanjang masing-masing rahangnya, sementara di ujung ekornya terdapat duri-duri runcing yang digunakannya untuk menyerang lawan.

Para ilmuwan masa kini memperkirakan sosok manticore adalah rekaan orang di zaman kuno karena ketakutan mereka terhadap harimau. Mungkin, prediksi para pakar, beberapa orang di masa itu ada yang sempat menyaksikan harimau, lalu sangat ketakutan, kemudian mengilustrasikannya dengan cara menakutkan sebagaimana yang kemudian terjelma dalam sosok manticore.

Lumba-lumba

Pada abad pertengahan, muncul mitos yang menyebutkan adanya paus berparuh (ziphius) yang merupakan hewan laut raksasa. Dalam legenda itu digambarkan bahwa hewan tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, dan mampu menghancurkan kapal jika sedang marah, meski keberadaannya jarang terlihat.

Di masa kini, para ilmuwan memperkirakan bahwa inspirasi untuk mitos tersebut adalah lumba-lumba raksasa atau cetacea lain semisal paus, yang tentu saja sering muncul dari permukaan air untuk menghirup udara.

Komodo

Beberapa sumber mengisahkan, bahwa komodo ditemukan pertama kali oleh seorang sopir yang melarikan diri selama Perang Dunia I berkecamuk. Ia berenang ke sebuah pulau terpencil di Indonesia, dan menyaksikan telah melihat reptil raksasa di pantai pulau yang didatanginya. Laporan maupun ceritanya atas keberadaan hewan itu tidak dipercaya siapa pun, dan hanya dianggap mitos.

Sampai kemudian, pada tahun 1910, seorang letnan Belanda memutuskan untuk pergi ke pulau tersebut untuk membuktikan keberadaan hewan itu. Dia berhasil menemukannya, lalu mengirimkan fotonya ke Zoological Museum, yang kemudian secara resmi mengakui keberadaan komodo untuk pertama kalinya.

Cumi raksasa

Di Norwegia dan Islandia terdapat mitos terkenal tentang keberadaan monster laut mengerikan yang mereka sebut Kraken. Kraken adalah monster yang hidup di dasar laut, berukuran besar, bersenjata tentakel yang sangat kuat, sehingga mampu menenggelamkan sebuah kapal.

Di masa sekarang, para ilmuwan memperkirakan bahwa legenda Kraken kemungkinan besar berasal dari sosok cumi-cumi raksasa (architeuthis). Cumi-cumi tersebut jarang terlihat oleh manusia, meski kadang-kadang mereka muncul ke permukaan karena mati dan terdampar. Cumi-cumi jenis tersebut dapat tumbuh hingga sepanjang 9,1 meter. Dari situlah diperkirakan legenda Kraken lalu muncul.

Ular phyton

Pada zaman dahulu, orang-orang menganggap hewan-hewan reptil sebagai bagian dari dinosaurus yang berhasil hidup melewati fase “kiamat dino”. Beberapa reptil kemudian mengalami evolusi, dan ukuran tubuh mereka semakin mengecil. Namun, ada jenis reptil tertentu yang ukurannya tetap relatif besar, semisal ular phyton, dan orang di masa lalu menganggap hewan itu tidak benar-benar nyata.

Dalam naskah yang ditulis Pliny the Elder, dikisahkan tentang ular raksasa yang bertarung mencekik gajah di masa purba, kemudian gajah itu jatuh dan hancur dibelit oleh phyton. Karenanya, orang di masa lalu pun menganggap ular besar (phyton) adalah bagian dari dinosaurus yang telah punah. Kenyataannya ternyata tidak, karena hewan itu benar-benar ada di dunia nyata sampai sekarang.

Takin

Dalam banyak legenda, dikisahkan ada hewan yang memiliki bulu emas, yang terkenal dengan sebutan golden fleece. Hewan itu sangat terkenal dalam berbagai mitos yang beredar di banyak negara.

Di masa sekarang, para ilmuwan meyakini bahwa legenda itu sebenarnya berasal dari takin. Takin adalah hewan yang terdapat di pegunungan Himalaya, dan dijuluki “si pembawa emas”, karena bulu-bulunya memang kuning keemasan. Keberadaan hewan itu telah dijelaskan para ilmuwan pada tahun 1850, meski masih ada beberapa kalangan—semisal di Bhutan—yang masih menganggap hewan itu hanya mitos.

Jerapah

Orang-orang Yunani di zaman dulu meyakini bahwa jerapah hanya ada dalam legenda. Mereka menyaksikan gambar-gambar hewan itu dalam lukisan-lukisan, tetapi tidak percaya bahwa hewan itu benar-benar ada. Bahkan, di masa itu, masyarakat Yunani menyebut hewan itu dengan nama camelopard—yang merupakan gabungan antara camel dan leopard—karena menganggap jerapah sebagai hasil perkawinan silang antara unta dan macan tutul.

Camelopard menjadi hewan mitos yang legendaris di Yunani. Bahkan, istilah ilmiah untuk jerapah, yakni Giraffa camelopardalis, diambil dari sebutan masyarakat Yunani untuk hewan itu.

Panda raksasa

Panda raksasa memiliki warna kulit yang khas, yakni hitam dan putih. Hewan itu adalah hewan terkenal yang hidup di hutan bambu Cina. Namun, keberadaan hewan itu selama berabad-abad dianggap hanya sebagai mitos, bahkan di Cina!

Selama bertahun-tahun, para seniman di Cina telah menggambarkan hewan itu—sosoknya yang berwarna hitam dan putih, di antara hutan bambu yang rimbun—namun masyarakat dunia, termasuk di Cina, hanya menganggapnya sebagai khayalan para seniman. Hingga tahun 1869, keberadaan beruang itu masih dianggap rumor, meski telah ada laporan beberapa orang yang menemukannya di pegunungan Cina.

Sampai kemudian seorang misionaris Prancis, Armand David, pergi ke hutan bambu di pegunungan Cina, lalu mengirimkan spesimen kulit hewan tersebut ke Eropa. Setelah itu, para ilmuwan dan masyarakat umum pun percaya bahwa panda raksasa benar-benar ada.

Okapi

Okapi adalah hewan mamalia, dan keberadaannya sangat dikenal oleh masyarakat Mesir. Namun, meski begitu, masyarakat Eropa di zaman dulu tidak percaya kalau hewan itu benar-benar ada, dan menganggapnya hanya legenda. Okapi memang berbeda dengan kebanyakan mamalia lain, karenanya keberadaannya pun sulit diterima. Bahkan, masyarakat Eropa di masa lalu menyebut hewan itu sebagai “unicorn Afrika”.

Sampai kemudian, pada tahun 1890, Henry Atanley menjelajahi hutan kongo, dan menemukan mamalia tersebut. Ia tertarik dengan namanya yang unik, “okapi”, namun ia keliru mendengarnya dan menulisnya sebagai “atti”. Ketika akhirnya masyarakat Eropa percaya keberadaan hewan itu sebagai hal nyata, masih dibutuhkan waktu cukup lama untuk menegaskan namanya yang benar adalah “okapi”, dan bukannya “atti”.

Gorila

Dalam banyak legenda, gorila sering digambarkan sebagai monster kejam yang suka mengamuk dan menculik wanita, bahkan memperkosanya. Kisah itu telah terdapat dalam legenda Yunani pada abad kelima sebelum Masehi.

Sampai kemudian, di awal abad ke-19, seorang peneliti mendatangi pantai barat di Afrika—kemungkinan ke Sierra Leona atau Teluk Guinea—dan ia menemukan sebuah pulau liar yang dipenuhi “orang-orang besar yang sebagian sangat berbulu”. Ketika laporan tentang hal itu ditindaklanjuti, ternyata “orang-orang besar yang sebagian sangat berbulu” itu adalah gorila, sosok yang selama berabad-abad ada dalam legenda Yunani.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.