Hewan-hewan yang Bisa Menyebabkan Orang Sakit

kelelawar

BIBLIOTIKA - Memiliki hewan peliharaan dipercaya dapat menurunkan stres dan menjadikan pemiliknya lebih sehat. Namun, ada beberapa hewan yang juga dapat menyebabkan orang sakit. Di antara beberapa hewan yang mungkin dijadikan peliharaan, beberapa di antaranya memiliki potensi menularkan penyakit berbahaya. Berikut ini hewan-hewan yang sebaiknya diwaspadai karena dapat menularkan penyakit.

Monyet

Monyet bisa membawa virus Herpes B, yang penularannya melalui air liur, dan dapat berpotensi mematikan. Dr. William Schaffner, profesor dan ketua Department of Preventive Medicine, di Vanderbilt University School of Medicine, menyatakan, “Herpes B dapat menyebabkan ensefalitis, yaitu pembengkakan otak. Virus itu terdapat dalam air liur, dan dapat masuk ke otak manusia.”

Kelelawar

Virus rabies sering menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi semacam coyote, rubah, rakun, atau anjing dan kucing. Namun kelelawar juga dapat menularkan penyakit tersebut. Rabies mempengaruhi sistem saraf pusat, dan dapat menyebabkan kebingungan, halusinasi, kelumpuhan parsial, dan kesulitan menelan. Jika tidak diobati, biasanya berakibat fatal dalam beberapa hari setelah gejala itu muncul.

Kelinci liar

Hewan ini memang memiliki tampang dan penampilan yang lucu, sehingga banyak orang yang tertarik untuk memeliharanya. Namun, hewan pemakan wortel ini dapat menyebarkan tularemia, yaitu penyakit yang dapat menyebabkan masalah pernapasan serius.

Tularemia juga dikenal sebagai demam kelinci. Gejalanya adalah demam mendadak, menggigil, nyeri sendi, dan kelemahan progresif. Orang yang terinfeksi juga dapat mengembangkan rasa sakit pneumonia dan dada, serta kesulitan bernapas.

Burung

Penyakit paling terkenal yang disebabkan burung tentu flu burung, yang mendapat perhatian internasional kembali pada tahun 1990-an. Flu burung disebabkan oleh virus H5N1, yang dapat menular melalui penanganan unggas yang terinfeksi. Sejak tahun 1997, lebih dari 120 juta burung di seluruh dunia telah mati akibat flu, atau setelah dimusnahkan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Vius H5N1 sangat mematikan pada manusia.

Penyakit lain yang juga disebarkan oleh burung adalah demam beo, atau psittacosis. Demam beo bisa tersebar jika kita bernapas di dekat tinja kering yang terinfeksi virus dari burung terinfeksi. Gejala penyakitnya seperti demam, menggigil, sakit kepala—dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan pneumonia.

Tikus

Para sejarawan mempercayai bahwa wabah Black Death di Eropa pada awal 1990-an disebabkan oleh tikus yang membawa virus dan mikroorganisme berbahaya lainnya. Manusia tertular penyakit dari virus yang dibawa tikus tersebut setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi atau melalui gigitan tikus. Gejalanya bervariasi, tergantung pada jenis penyakitnya.

Tikus juga dapat menyebarkan leptospirosis, yaitu penyakit bakteri serius yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan meningitis. Kemudian, tikus juga dapat menularkan salmonella dan giardia, yang dapat menyebabkan penyakit pencernaan.

Reptil

Reptil seperti kura-kura juga berbahaya, karena secara alami hewan itu membawa salmonella pada kulitnya. Anak-anak sangat rentan terhadap infeksi salmonella, yang disebabkan oleh reptil. Meski bukan hanya kura-kura yang dapat menularkan virus tersebut, nmun hewan itulah yang paling banyak menyebabkan penularan. Diperkirakan sekitar 74.000 orang menderita penyakit terkait salmonella yang berhubungan dari reptil.

Sapi

Sapi dapat menyebarkan tiga penyakit utama, yaitu yang berhubungan dengan infeksi salmonella, infeksi E. coli, dan ensefalitis sapi. Ensefalitis sapi atau Mad cow disease (penyakit sapi gila) menyebabkan penyakit otak degeneratif pada sapi.

Hal itu dapat menular dan menyebar ke manusia yang mengkonsumsi bagian otak atau sumsum tulang belakang sapi yang terinfeksi. Setelah terinfeksi, maka penyakit yang timbul kemudian adalah Creutzfeld-jakob disease, yaitu penyakit degeneratif otak yang mematikan pada manusia.

Anjing

Hewan ini dianggap sebagai teman terbaik manusia. Namun bukan berarti anjing tidak bisa menularkan penyakit. Selain kadang-kadang menyebarkan rabies, anjing juga dapat mengirimkan parasit seperti cacing tambang dan cacing gelang. Anjing juga bisa menjadi perantara organisme penyebab penyakit. Selain itu, kutu anjing juga dapat membawa bakteri penyebab penyakit yang bisa berakibat fatal jika tidak diobati.

Kucing

Sekitar 50 sampai 90 persen gigitan kucing dapat membuat orang terinfeksi. Pada beberapa kesempatan yang langka, gigitan kucing bahkan dapat menyebabkan infeksi tulang atau ensefalitis. Kucing juga dapat menyebarkan rabies serta tularemia, dan toksoplasmosis.

Bakteri yang menyebabkan tularemia dan parasit yang menyebabkan toksoplasmosis biasanya dibawa oleh hewan lain, namun kucing yang berada di luar ruangan atau kontak dengan hewan lain dapat menyebarkan penyakit tersebut pada manusia.

Penularan toksoplasmosis terhadap manusia biasanya karena kontak dengan kotoran kucing yang terkontaminasi, atau mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Toksoplasmosis berat dapat menyebabkan kerusakan pada otak, mata, atau organ lainnya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.