Hewan-hewan Punah yang Ditemukan Masih Hidup

Coelacanth

BIBLIOTIKA - Mereka disebut “Lazarus species”—makhluk-makhluk purba yang telah hilang, bahkan sampai jutaan tahun, namun kemudian secara ajaib ditemukan kembali di zaman modern. Hewan-hewan punah yang ditemukan kembali itu meliputi ikan, burung, cacing, hewan pengerat, dan lainnya.

Proses penemuan kembali hewan-hewan yang telah dinyatakan punah itu sering kali tidak sengaja. Sama seperti penyebab kepunahannya, penyebab penemuan mereka di zaman sekarang kebanyakan masih merupakan misteri. Berikut ini hewan-hewan yang telah dianggap punah, namun ditemukan kembali.

Coelacanth

Coelacanth adalah ikan zaman purba yang diyakini telah punah pada masa akhir periode Cretaceous, 65 juta tahun yang lalu. Sampai kemudian, pada tahun 1938, ikan yang telah diyakini punah itu secara ajaib ditemukan di lepas pantai timur Afrika Selatan, di dekat muara sungai Chalumna.

Coelacanth memiliki hubungan erat dengan lungfish dan tetrapoda, dan saat ini dianggap sebagai ikan paling tua di dunia yang masih hidup. Ikan tersebut dapat hidup selama 100 tahun, dan mampu berenang di kedalaman 90 sampai 100 meter.

Chacoan peccary

Berdasarkan ukurannya, Chacoan peccary adalah spesies marmut terbesar. Ia hewan yang menyerupai babi, namun berasal dari benua yang berbeda, dan tidak dapat dijinakkan.

Hewan ini diidentifikasi pertama kali pada tahun 1930 berdasarkan catatan fosil, dan dipercaya telah punah. Namun kemudian, pada tahun 1975, para peneliti terkejut saat menemukan satu spesies tersebut hidup di wilayah Chaco, Paraguay. Pada saat ini, Chacoan peccary berjumlah sekitar 3.000 individu.

Giant palouse earthworm

Giant palouse earthworm adalah cacing raksasa yang pertama kali ditemukan pada tahun 1897. Cacing zaman purba itu dapat tumbuh hingga sepanjang 3,3 meter, dengan kulit berwarna putih, dan dapat menggali tanah sedalam 15 kaki.

Pada tahun 1980-an, para ilmuwan menyatakan kalau cacing tersebut telah punah. Namun kemudian cacing aneh itu kembali ditemukan pada tahun 2005 di negara bagian Washington Timur dan Idaho.

Bermuda petrel

Bermuda petrel adalah burung purba yang diyakini telah punah selama 330 tahun, karena spesies itu tak pernah terlihat lagi sejak tahun 1620. Penemuan kembali burung zaman kuno itu merupakan penemuan menakjubkan dalam sejarah konservasi alam. 

Burung yang telah dianggap punah itu ditemukan kembali pada tahun 1951, di suatu pelabuhan di Bermuda. Ajaibnya, ada 18 pasangan burung yang ditemukan—mereka hidup di pulau karang terpencil. Pada saat ini, burung-burung itu kembali berjuang menghadapi ancaman kepunahan, karena populasi global mereka hanya sekitar 250 ekor.

Lord Howe Island stick insect

Lord howe stick dianggap sebagai serangga paling langka di dunia. Kadang-kadang disebut “udang tanah” atau “sosis berjalan”, serangga itu memiliki habitat asli di pulau Lord Howe, dan satu-satunya yang masih tersisa di sana kemudian hilang pada tahun 1930. Sejak itu, Lord howe stick pun dianggap punah.

Sampai kemudian, pada tahun 2001, spesies ini ditemukan lagi masih hidup di bawah semak-semak di suatu pulau kecil di sana, berjumlah 30 individu.

Monito del monte

Monito del monte adalah hewan kecil berkantong, yang telah dianggap punah sejak 11 juta tahun yang lalu. Sampai kemudian keberadaannya ditemukan lagi di rumpun bambu Chili di selatan Andes.

Hewan ini diyakini lebih erat kaitannya dengan marsupial Australia daripada Amerika Selatan yang lain, dan kemungkinan berkaitan dengan marsupial Australia yang dikenal paling awal, yang hidup 55 juta tahun yang lalu.

La palma giant lizard

La palma giant lizard adalah kadal raksasa yang telah diyakini punah selama 500 tahun. Ditemukan kembali pada tahun 2007 di daerah La Palma di kepulauan Canary, dan satu-satunya spesies yang ditemukan itu diperkirakan berusia 4 tahun.

Penemuan itu segera ditindaklanjuti dengan ekspedisi ke wilayah penemuan tersebut, dengan harapan dapat menemukan populasi yang berkembang biak.

Takahe

Takahe adalah burung asli Selandia Baru yang telah dianggap punah, sesudah empat spesimen terakhir diketahui telah mati pada tahun 1898.

Setelah diupayakan pencarian yang hati-hati dan berkesinambngan, burung itu kemudian ditemukan kembali pada tahun 1984, di dekat danau Anau. Burung langka itu pun kini kembali hidup di Selandia Baru, namun populasinya hanya sekitar 225 individu.

Cuban solenodon

Cuban solenodon atau solenodon Kuba adalah mamalia aneh yang sangat langka, yang sebelumnya telah dianggap punah. Namun, pada tahun 1861, ditemukan 37 spesimen langka tersebut, dan sejak itu upaya pencarian dilakukan untuk menemukan yang lain. Upaya itu tak pernah berhasil.

Sampai kemudian, pada tahun 2003, spesimen itu ditemukan kembali, dan penemuan itu pun dirayakan Kuba dengan menamai spesies itu “Alejandrito”.

New holland mouse

New holland mouse adalah tikus Belanda yang pertama kali ditemukan pada tahun 1843. Setelah itu, tikus tersebut lenyap sampai seratus tahun, dan keberadaannya pun dianggap punah. Hingga kemudian, pada tahun 1967, tikus lucu itu ditemukan kembali di Ku-ring-gai Chase, Taman Nasional Sydney.

Pada saat ini, tikus tersebut sedang dalam upaya konservasi untuk mempertahankan eksistensinya.

Large-billed reed-warbler

Large-billed reed-warbler adalah spesies burung yang paling tidak dikenal. Sejak dikenali pertama kali pada tahun 1867, hanya ada satu burung yang ditemukan. Ketika satu-satunya burung itu mati, spesies itu pun diyakini telah punah.

Sampai kemudian, pada tahun 2006, populasi liar burung itu ditemukan di Thailand, dan—setelah melalui pencocokan DNA—burung yang baru ditemukan itu memang sama dengan spesimen asli Large-billed reed-warbler. Sampai sekarang, kepunahan dan keberadaan kembali burung itu masih misteri.

Laotian rock rat

Laotian rock rat adalah hewan pengerat semacam tikus yang telah lama dianggap punah. Penemuannya kembali benar-benar unik. Pada tahun 1996, seorang pedagang menjual daging di sebuah pasar di Thakhek, Khammouane, Laos. Daging itu dianggap tidak biasa dan berbeda dari hewan pengerat lain.

Setelah diteliti lebih lanjut, akhirnya diketahui bahwa daging yang diperjualbelikan itu berasal dari laotian rock rat, hewan pengerat dari zaman purba yang telah dianggap punah 11 juta tahun yang lalu. Pada saat ini, Wildlife Conservation Society telah berupaya menyelamatkan beberapa spesimen hewan tersebut, yang diharapkan dapat dikembangbiakkan.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.