Hewan-hewan Penipu Ulung

kura-kura aligator

BIBLIOTIKA - Hewan-hewan di air ternyata lebih kaya dan beragam dari yang mungkin kita sangka. Selain itu, hewan-hewan itu juga menghadapi tantangan hidup yang tak kalah “seru” dibanding kehidupan di darat.

Kura-kura aligator, misalnya, memiliki kelemahan sebagaimana kura-kura lain, yakni tidak mampu bergerak cepat. Di dalam air, kura-kura aligator harus mencari cara untuk dapat memperoleh mangsa. Karena ia tak mungkin berlarian mengejar mangsanya, kura-kura itu pun menggunakan trik tipuan yang cerdik. Begitu pula cantil—ular yang hidup di perairan Amerika—juga beberapa hewan lainnya.

Berikut ini hewan-hewan yang dianggap “penipu ulung”, karena dapat mengecoh calon-calon mangsanya, sehingga para korban tidak sempat menyadari ketika mereka mendekati bahaya.

Cantil

Cantil adalah ular dari subfamili pitviper, dan terkait erat dengan viper cottonmouth serta copperhead dari Amerika Serikat bagian selatan. Cantil dapat ditemukan di perairan Meksiko dan Amerika Tengah. Ular ini sangat berbisa. Gigitannya tidak hanya menyebabkan perdarahan, korbannya kadang sampai mengalami gagal ginjal. Korban gigitan ular ini bisa meninggal dalam beberapa jam jika tidak segera mendapatkan perawatan medis.

Berbeda dengan ular kobra atau ular mamba yang dapat bergerak dengan lincah dan cepat, cantil tidak memiliki kemampuan itu. Tubuhnya pendek dan berat, sehingga ia tidak bisa mengejar mangsa dengan mudah. Sebagai gantinya, cantil menggunakan trik tipuan dalam menjebak calon mangsanya.

Karena calon-calon mangsanya biasanya tertarik pada cacing, cantil menggunakan ekornya untuk merayu mereka. Ekor cantil berbentuk mirip cacing, dan hewan itu tahu bagaimana mengkamuflasenya hingga tampak benar-benar seperti cacing. Calon-calon korbannya pun banyak yang tertipu—mereka mendekati “cacing” itu—dan cantil pun segera menyergap serta menyuntikkan racunnya yang mematikan pada si mangsa.

Kura-kura aligator

Seperti namanya, kura-kura ini merupakan predator yang berbahaya. Hewan yang merupakan penyu air tawar ini beratnya bisa mencapai lebih dari 100 kilogram, dan hidup di perairan Amerika Utara—biasanya di danau, sungai, atau rawa-rawa. Kura-kura ini memiliki senjata mematikan berupa rahang yang kuat serta cakar yang tajam. Namun, meski begitu, ia tetap kura-kura yang tak bisa bergerak cepat mengejar mangsa.

Karenanya, kura-kura ini pun menggunakan teknik tipuan seperti cantil dalam menjebak calon-calon mangsanya. Dalam berburu mangsa, kura-kura aligator akan telentang diam di dalam air, tampak tidak berbahaya, dengan rahang terbuka lebar. Lidah kura-kura ini memiliki daging yang terlihat seperti kawanan cacing.

Dengan itu, kura-kura aligator akan menggerak-gerakkan lidahnya, hingga tampak seperti cacing dalam air. Ketika ada korban yang tertipu, kura-kura itu pun seketika menutup rahangnya, dan si korban pun menjadi mangsa.

Wobbegong

Wobbegong merupakan spesies hiu yang sangat aneh. Berbeda dengan umumnya hiu lain, wobbegong tidak bisa bergerak dengan cepat. Karena gerakannya lambat, ia pun tak bisa mengejar mangsa. Karenanya, dalam upaya mendapatkan makanan, hiu ini akan berdiam di bawah laut, dengan mengandalkan kemampuannya dalam berkamuflase.

Di sekitar mulut wobbegong terdapat daging-daging yang digunakannya untuk menutupi jati dirinya. Dengan cara kamuflase semacam itu, wobbegong tak terlihat oleh predator yang mungkin akan memangsanya. Di sisi lain, ikan-ikan kecil di sana juga tidak akan takut, sehingga akan berani mendekat ke arahnya. Ketika ikan-ikan kecil itu datang, wobbegong akan segera menyergap mereka sebagai santapan.

Anglerfish

Ikan ini hidup di laut dalam, dengan penampilan yang mengerikan dan juga aneh. Anglerfish yang betina memiliki semacam antena di atas mulutnya, yang sebenarnya duri yang tumbuh dari punggung. Sementara pada ujung tulang belakangnya ada organ mirip bola yang berisi bakteri bercahaya. Organ itu menghasilkan cahaya biru-hijau, mirip kunang-kunang. Dengan cahaya itu pula, anglerfish memikat calon-calon korbannya.

Di laut dalam, cahaya yang dikeluarkan anglerfish cukup menarik perhatian hewan-hewan lain, termasuk ikan-ikan kecil. Ketika mereka mendekat, anglerfish pun akan memangsa mereka seketika.

Uniknya, ikan ini menelan mangsa-mangsanya secara utuh, bahkan jika mangsa itu memiliki ukuran dua kali lipat dari tubuhnya. Anglerfish memiliki tulang-tulang yang sangat fleksibel, sehingga ia dapat menelan mangsa yang besar sekalipun dengan mudah.

Ular bertentakel

Hewan ini merupakan spesies akuatik yang kebanyakan memangsa ikan, dan dapat ditemukan di Asia Tenggara bagian timur. Yang menjadikannya disebut ular bertentakel adalah karena adanya tentakel berdaging aneh pada moncongnya.

Tentakel itu sebenarnya organ mechanosensors yang sangat sensitif, yang memungkinkan hewan ini mendeteksi setiap gerakan di dalam air, dan kemudian menyerang setiap ikan yang berenang di dekatnya. Namun, selain itu, hewan itu juga tahu bagaimana cara memanipulasi tentakelnya, hingga tampak seperti hewan lemah.

Pemandangan semacam itu tentu menarik hewan-hewan lain untuk mendekat. Ketika itu terjadi, ular itu pun segera menyergap dengan cepat. Dengan tentakelnya, ular itu dapat memangsa korbannya hanya dalam waktu 15 milidetik, sehingga mangsa yang diincarnya bisa dipastikan tak mampu melarikan diri.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.