Hewan-hewan Paling Tangguh di Dunia

kambing gunung

BIBLIOTIKA - Hingga saat ini, tardigrada dianggap sebagai hewan paling tangguh di dunia. Hewan berukuran kecil ini juga dikenal dengan sebutan water bears atau beruang air. Pertama kali dikenali pada tahun 1773 oleh Eprhaim Goeze.

Tardigrada bisa ditemukan di semua bagian dunia, dari puncak Himalaya sampai dasar samudera, dari daerah kutub hingga di bagian ekuator. Tempat yang paling disukai hewan ini adalah daerah yang berganggang—di pantai, tanah, maupun di air sungai.

Ketika dewasa, tubuh tardigrada hanya sepanjang 1,5 milimeter, dan yang paling kecil hanya 0,1 milimeter, sedangkan larvanya berukuran 0,005 milimeter. Namun, ukuran tubuhnya yang kecil itu memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang paling ekstrim sekalipun.

Tardigrada dapat bertahan di lingkungan yang beku (0 derajat Celcius), hingga di tempat yang bertemperatur tinggi (151 derajat Celcius). Mereka bahkan dapat bertahan terhadap radiasi seribu kali lebih tinggi dibanding jumlah radiasi yang dapat ditahan makhluk hidup lain. Dengan kemampuan itu, tardigrada merupakan makhluk hidup yang dapat bertahan hidup jika terjadi perang nuklir atau bencana alam lain yang ekstrim. Lebih dari itu, tardigrada dapat hidup hingga 120 tahun dalam kondisi kering.

Yang lebih ajaib lagi, tardigrada juga dapat bertahan dalam keadaan angkasa luar yang hampa udara. Pada tahun 2007, dalam rangka penelitian, European Space Agency mengirimkan tardigrada ke angkasa luar dengan pesawat luar angkasa FOTON-M3 selama sepuluh hari, dan tardigrada dapat bertahan hidup dalam keadaan hampa udara, terpapar sinar kosmik, bahkan terhadap radiasi UV matahari yang seribu kali lebih tinggi dibanding radiasi di permukaan bumi.

Selain tardigrada, berikut ini hewan-hewan lain yang juga dianggap sangat tangguh di dunia.

Kambing gunung

Kambing gunung adalah hewan berkaki empat yang paling tangguh di daerah tinggi, karena mereka dapat bertahan hidup di daerah yang sangat tinggi—hingga ketinggian 15.000 kaki—tanpa terserang penyakit.

Hewan ini adalah pendaki yang terampil, dan biasa melintasi tebing yang curam. Selain itu, ia terkenal gesit, dan dapat melompat hingga 3,5 meter. Sepanjang hari, hewan ini akan memanjat tebing guna mencari makan.

Beruang kutub

Beruang kutub adalah hewan berkaki empat yang paling tangguh di tempat dingin, karena mereka mampu bertahan hidup di daerah kutub yang sangat dingin, bahkan tetap bertahan pada musim dingin yang sangat ekstrim. Kemampuannya itu disebabkan lapisan lemak pada tubuhnya yang setebal 10 sentimeter di bawah kulit. Dinding lemak itu berfungsi sebagai penahan panas tubuh.

Yang mengagumkan, di dalam air sedingin es, beruang kutub dapat berenang dengan baik hingga sejauh 2.000 kilometer, dengan kecepatan 10 sampai 11 kilometer per jam tanpa berhenti.

Burung laut

Burung laut biasa hidup di sekitar laut, dan biasa memburu ikan-ikan laut untuk kebutuhan makan. Mereka menghabiskan 92 persen masa hidupnya di laut. Karena memiliki bentang sayap hingga 3,5 meter, mereka pun dapat terbang hingga berjam-jam tanpa mengepakkan sayap sama sekali—hanya meluncur di udara dengan memanfaatkan tenaga angin. Seekor burung albatros dengan berat 10 kilogram hanya kehilangan 1 persen berat tubuhnya ketika melakukan perjalanan sejauh 1.000 kilometer.

Yang membuat mereka dianggap tangguh adalah karena merekalah satu-satunya hewan yang mampu bertahan hidup setelah menabrak permukaan air dengan kecepatan tinggi, yaitu 90 hingga 120 kilometer per jam.

Unta

Hewan satu ini sudah dikenal sangat tangguh, khususnya di daerah kering dan tandus yang bercuaca ekstrim. Unta mampu bertahan hidup di daerah yang sangat panas tanpa makan dan minum, dan mampu bertahan hidup tanpa air hingga delapan hari—sesuatu yang akan membunuh makhluk hidup lain. Unta adalah hewan paling tangguh di antara hewan berkaki empat lainnya.

Penguin emperor

Penguin ini memiliki tinggi mencapai lebih dari 1 meter, dengan bobot lebih dari 35 kilogram. Karena habitatnya di benua Antartika, hewan ini pun mampu bertahan dalam suhu minus 70 derajat Celcius. Selain itu, ia juga tahan terhadap hembusan angin dingin berkecepatan 100 sampai 140 kilometer per jam.

Kemampuannya dalam bertahan hidup di suhu yang amat ekstrim itu karena adanya lapisan lemak setebal 2 sampai 3 sentimeter pada tubuhnya, yang berguna untuk menyimpan panas dan memisahkan udara dingin dari luar.

Tikus

Ketangguhan hewan satu ini terdapat pada tulangnya. Berbeda dengan manusia atau hewan lain yang tulangnya mudah patah, tulang tikus sangat fleksibel. Karena itu, tikus dapat bertahan hidup setelah jatuh dari tempat yang sangat tinggi, semisal dari lantai dua sebuah gedung.

Selain itu, tubuh tikus juga relatif kuat dalam menahan racun. Hanya racun yang sangat kuat yang dapat membunuhnya.

Kecoa

Kecoa dapat bertahan hidup selama seminggu tanpa air, dan selama satu bulan tanpa makanan. Jika hewan ini dipenggal kepalanya, ia mampu bertahan hidup selama sepuluh hari tanpa kepala. Ketika akhirnya ia mati, kematian itu terjadi bukan karena tidak memiliki kepala, melainkan karena tidak bisa makan. Kemampuan aneh semacam itu terjadi karena pusat saraf utama kecoa terletak di bagian dada, bukan di otak.

Kecoa juga mampu bertahan terhadap radiasi hingga 105.000 rems. Sebagai perbandingan, daya tahan maksimal manusia pada radiasi adalah 800 rems.

Cacing silinder raksasa

Cacing ini panjangnya mencapai 2,1 meter, dan dapat ditemui di tepi gunung api super panas, lima mil di bawah permukaan air laut. Makanannya adalah belerang yang dibawa oleh bakteri lokal. Tubuhnya didominasi warna merah, dikarenakan banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.

Selain mampu bertahan hidup di tepi gunung yang sangat panas, cacing ini juga mampu bertahan hidup hingga ribuan kaki di bawah air, meski air itu berisi cairan limbah beracun. Mereka juga dapat bertahan hidup pada air yang membeku, atau dalam air yang mendidih.

Weta

Weta merupakan sejenis jangkrik yang panjangnya mencapai 20 sentimeter, dengan bobot sekitar 70 gram.

Weta bisa terbang. Namun kehebatannya adalah dalam hal daya tahan hidupnya yang unik. Hewan ini bisa bertahan setelah membeku selama berbulan-bulan dan kehilangan hampir 99 persen cairan tubuhnya.

Padahal, pada saat membeku, denyut jantung dan otak mereka langsung berhenti. Namun, semua organ vital tersebut akan kembali berfungsi dengan baik pada waktu tubuhnya kembali mencair. Kemampuan itu disebabkan adanya protein khusus di dalam darahnya yang menjadikan cairan darah tidak dapat dibekukan. Ketika hewan ini keluar dari kebekuan, darah di tubuhnya akan kembali mengalir lancar, dan hewan ini pun “hidup lagi”.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.