Hewan-hewan Paling Pintar di Dunia

simpanse

BIBLIOTIKA - Gajah adalah pemilik otak dengan ukuran paling besar dibandingkan semua makhluk darat lainnya yang saat ini masih hidup. Karena otaknya yang besar itu, gajah pun memiliki beberapa kemampuan menakjubkan, yang beberapa di antaranya bahkan tidak dimiliki manusia.

Sementara lumba-lumba hidung botol memiliki korteks serebral yang 40 persen lebih besar dibanding manusia, yang memungkinkannya sangat pintar dalam komunikasi sosial, informasi pengolahan abstrak, pemecahan masalah, dan kecerdasan dalam menerima hal-hal yang baru.

Berikut ini adalah hewan-hewan yang dianggap paling pintar di dunia, karena memiliki kemampuan-kemampuan hebat yang mungkin belum pernah kita bayangkan.

Simpanse

Di Hollywood, simpanse adalah salah satu “binatang film” terkenal yang sering muncul dalam film-film, selain anjing. Kenyataannya, simpanse memang hewan cerdas, bahkan para ilmuwan menganggapnya sebagai primata paling cerdas di dunia saat ini.

Simpanse berasal dari hutan tropis di Afrika. Mereka hidup berkelompok, bersosialisasi dengan sesama, bahkan berorganisasi. Selain itu, simpanse juga makhluk yang menunjukkan aktivitas menyerupai manusia purba. Mereka dapat membuat tombak untuk berburu kelinci dalam lubang, memetik buah dengan galah, memecahkan kacang dengan batu, bahkan memancing ikan dengan cabang pohon.

Profesor Tetsuro Matsuzawa, ilmuwan dari Primate Research Institute of Kyoto University, yang mendedikasikan hidupnya untuk meneliti simpanse, bahkan pernah menyatakan bahwa simpanse dapat mengalahkan para sarjana matematika Jepang dalam tes memori yang dibuat rumit, yang melibatkan angka 1 sampai 9.

Anjing border collie

Merupakan salah satu jenis anjing yang berasal dari Skotlandia, Border collie disebut sebagai anjing paling pintar di dunia. Di tempat asalnya, anjing ini bahkan digunakan manusia untuk menggembalakan ternak.

Menggembala ternak termasuk hal sulit bagi manusia yang tidak terbiasa. Dalam menggembalakan ternak, sering kali muncul masalah-masalah yang kadang tak terprediksikan. Hebatnya, anjing Border collie selalu mampu memecahkan masalah-masalah rumit yang muncul, karena dapat mempelajarinya dengan cepat.

Selain untuk menggembala ternak, anjing Border collie juga sering digunakan untuk pelacakan dan bantuan dalam bencana alam yang sulit dilacak dengan teknologi. Daya penciuman serta intuisi hewan itu sangat luar biasa, sehingga sangat berguna bagi manusia.

Gurita

Semua jenis cumi atau makhluk bertentakel diketahui memiliki kemampuan dalam hal memecahkan masalah, namun gurita memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Hewan yang hidup di kedalaman laut itu memiliki otak yang cukup besar, dengan sensor saraf yang memungkinkannya untuk dapat berpikir dengan cepat.

Dari berbagai percobaan dan penelitian yang dilakukan para ilmuwan, diketahui bahwa gurita dapat membuka toples dan mengambil kepiting di dalamnya dengan cukup mudah—sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya. Di alam terbuka, gurita juga kadang ditemukan dalam lambung kapal dan sedang menangkap kepiting.

Gurita terbesar yang pernah ditemukan memiliki berat 273 kilogram, dengan rentang tubuh yang mencapai 30 meter.

Kakatua abu-abu Afrika

Para ilmuwan yang mempelajari kakatua ini mengatakan bahwa kakatua jenis ini adalah kakatua terpintar di dunia, bahkan disebut burung paling cerdas di dunia. Jika kakatua lain umumnya hanya mampu menirukan suara manusia, kakatua abu-abu Afrika juga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya, meski memerlukan latihan terlebih dulu.

Kakatua itu dapat mengenali puluhan pertanyaan yang berisi kata-kata dari yang sederhana sampai yang cukup rumit, mengenali belasan jenis warna, macam-macam bentuk, dan nilai-nilai numerik yang disajikan kepadanya. Para ilmuwan yakin burung ini dapat dikembangkan untuk penelitian yang lebih mengagumkan lagi.

Gajah

Ada beberapa jenis gajah di dunia, dan semua jenis gajah itu diyakini memiliki tingkat kepintaran yang sama. Otak gajah adalah otak terbesar di antara semua makhluk darat yang hidup saat ini. Selain itu, gajah juga memiliki berbagai macam indra yang tajam, terutama dalam hal pendengaran dan memori atau ingatan.

Kemampuannya dalam hal memori dapat dibuktikan dari ingatannya pada rute-rute yang pernah mereka lewati, serta jarak tempuhnya. Karena ingatan yang kuat itu, gajah bisa dibilang tidak penah tersesat. Mereka juga mampu mengingat anggota koloninya, serta tahu membedakan panggilan untuk masing-masing gajah lainnya. Ketika berkomunikasi dengan gajah-gajah lain yang jaraknya sangat jauh, seekor gajah dapat menggunakan teriakannya, suara terompet dari belalainya, atau menggunakan getaran infrasonik pada injakan kakinya ke tanah.

Yang mungkin tak pernah terbayang, gajah juga memiliki sisi psikologi yang hampir mirip dengan manusia. Mereka dapat tertawa, menangis, juga marah. Karenanya, beberapa kebudayaan tua di dunia pun menjadikan gajah sebagai lambang kebijaksanaan.

Monyet rhesus

Monyet memang termasuk hewan pintar, karena mereka mudah dilatih. Namun, di antara monyet-monyet lain, monyet rhesus dianggap sebagai monyet paling pintar. Habitat monyet itu banyak terdapat di Asia daratan, terutama di Afghanistan, Cina, dan India.

Karena tingkat kepintarannya, monyet rhesus pun sering digunakan para ilmuwan dalam membantu berbagai penelitian mereka. Salah satu contohnya adalah pengiriman monyet tersebut dalam misi ke luar angkasa.

Selain pintar, monyet rhesus juga memiliki kecenderungan psikologis seperti manusia. Mereka bisa marah, sedih, bahkan dapat bunuh diri jika putus asa.

Lumba-lumba hidung botol

Keluarga mamalia laut memang dikenal pintar. Mereka mudah dijinakkan serta dilatih. Namun, di antara banyak mamalia laut, lumba-lumba hidung botol dianggap sebagai mamalia laut paling pintar.

Lumba-lumba itu memiliki otak yang lebih besar dibanding lumba-lumba lain, bahkan memiliki korteks serebral yang 40 persen lebih besar dibanding manusia. Korteks serebral adalah wilayah otak yang berfungsi untuk komunikasi sosial, informasi pengolahan abstrak, pemecahan masalah, dan kecerdasan dalam menerima hal-hal yang baru.

Selain itu, lumba-lumba ini juga memiliki sonar bunyi yang disebut echolocation untuk mendeteksi mangsa, sebagai peringatan bahaya, serta untuk mencari koloninya. Kemampuan lumba-lumba itu pula yang kemudian dimanfaatkan Angkatan Laut Amerika (US Navy) dalam berbagai misi penelitian maupun pembersihan ranjau laut.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.