Hewan-hewan Paling Jorok di Dunia

jerapah

BIBLIOTIKA - Mungkin jarang terpikir dalam benak kita kalau beberapa hewan juga memiliki kebiasaan jorok. Serigala, misalnya, sangat suka menyimpan daging bangkai, dan tetap memakannya meski sudah sangat busuk. Mereka juga memberikan bangkai busuk itu kepada anak-anaknya. Bahkan, ketika kehabisan makanan, mereka akan memakan makanan yang telah dimuntahkannya.

Selain serigala, sapi, kuda nil, lalat, dan beberapa hewan lain juga dianggap sebagai hewan-hewan paling jorok di dunia. Berikut ini uraiannya.

Jerapah

Tinggi hewan ini rata-rata 6 meter, dengan berat 1,3 ton. Dengan ukuran tubuh seperti itu, jerapah membutuhkan banyak air untuk minum. Karena itu pula, hewan ini memiliki air liur yang sangat banyak.

Selain itu, jerapah juga memiliki lidah yang panjangnya mencapai 18 inci (sekitar 45 sentimeter). Lidah yang panjang itu sangat berguna bagi pencernaannya, karena membantu jerapah melepaskan daun dari cabang pohon untuk dimakan, dan mempermudah proses pengunyahan makanan. Yang menjijikkan, jerapah juga menggunakan lidahnya yang panjang itu untuk membersihkan kotoran di hidungnya.

Sapi

Mungkin terkesan fantastis kalau kita mendengar ada milyaran sapi di planet kita ini. Tapi itu belum cukup fantastis jika berhubungan dengan sapi.

Sapi menjadikan rerumputan sebagai makanannya, dan hal itu menyebabkan gas metana terakumulasi di dalam perut mereka. Karena keberadaan gas tersebut, secara kontinyu sapi pun sering buang angin. Yang “menakjubkan”, rata-rata sapi mengeluarkan setengah galon gas metana dari tubuhnya setiap satu menit sekali.

Fakta itu—juga fakta banyaknya sapi di planet ini—dipercaya menjadi salah satu penyebab penting pemanasan global di bumi.

Kuda nil

Kuda nil termasuk mamalia yang unik, karena merupakan salah satu mamalia yang tak berambut. Selain itu, berat tubuh mereka dapat mencapai 1.800-an kilogram. Mereka juga suka menggunakan lumpur sebagai “tabir surya” untuk menghindari sengatan panas matahari.

Yang menjadikan kuda nil dianggap hewan jorok adalah kebiasaan mereka ketika menandai teritorial atau wilayah kekuasaannya. Untuk tujuan tersebut, mereka akan mencampurkan urine dan kotoran mereka sendiri, dan menjadikannya gumpalan-gumpalan menjijikkan. Gumpalan-gumpalan itulah yang mereka gunakan sebagai “penanda” wilayah kekuasaan.

Serigala

Selain dikenal menakutkan, serigala juga merupakan hewan yang jorok. Hewan pemakan bangkai ini memiliki kebiasaan menyimpan daging yang telah membusuk hingga beberapa hari.

Induk serigala biasanya akan mengajari anak-anak mereka agar tidak membuang-buang makanan, meski sudah membusuk. Mereka juga memberikan bangkai yang sudah busuk kepada anak-anak mereka. Yang paling jorok, serigala juga memakan makanan yang telah mereka muntahkan, ketika makanan mereka telah habis.

Kambing gunung

Kambing gunung adalah sejenis kambing yang banyak hidup di perbukitan India selatan. Dalam bahasa India, kambing itu disebut Tahr. Ketika si betina ingin kawin, dia akan memberikan tanda dengan cara mengencingi sang jantan.

Koala

Satu-satunya makanan koala adalah daun eucalyptus. Sayangnya, daun eucalyptus mengandung sejenis racun yang berbahaya. Untuk mengatasi hal itu, sistem pencernaan koala memiliki bakteri khusus yang dapat melepaskan racun pada daun tersebut, sehingga mereka aman mengkonsumsinya.

Yang jadi masalah, bayi koala tidak terlahir dengan kemampuan yang sama seperti induknya. Ketika masih kecil, sistem pencernaan mereka belum mampu melepaskan racun tersebut. Karena itu, untuk membangun sistem pertahanan pada pencernaan mereka, para bayi akan memakan bekas kunyahan si induk. Dengan memakan bekas makanan induknya, vaksin atau bakteri dari perut si induk akan masuk ke dalam tubuh si bayi.

Timun laut

Hewan laut ini dapat tumbuh hingga sepanjang hampir satu meter, menyerupai sosis yang panjang. Mereka biasa bersantap malam dengan menikmati bangkai. Setiap tahun, diperkirakan mereka menyantap 136 kilogram bangkai.

Meski kebiasaan makan timun laut dianggap jorok—karena suka menyantap bangkai—namun ternyata ada banyak orang di dunia yang percaya bahwa timun laut adalah makanan yang lezat!

Hagfish

Dalam bahasa Inggris, Hag diartikan sebagai “wanita tua jelek yang berhati busuk”. Mungkin ikan itu dianggap tepat menyandang predikat tersebut karena kebiasaannya yang jorok.

Hagfish adalah hewan laut yang hampir tidak bisa melihat sama sekali, tidak memiliki gigi, dan mereka suka memakan bangkai hewan. Untuk dapat memakan bangkai tersebut, hagfish akan memasuki tubuh sang bangkai, lalu memakannya dari dalam.

Burung hering

Hewan ini sudah terkenal sebagai burung pemakan bangkai. Mereka bahkan dapat merasakan adanya bangkai meski dari jarak yang sangat jauh. Selain itu, hering juga tidak memiliki kelenjar keringat. Jadi, ketika merasa kepanasan, burung hering akan memanfaatkan uap dari bangkai mangsanya untuk mendinginkan aliran darah pada pembuluh di kulit kaki mereka.

Lalat

Para ilmuwan menyatakan bahwa lalat adalah serangga yang paling berkembang di antara jenis serangga lainnya. Namun, lalat juga termasuk hewan yang jorok. Ketika akan menyantap makanan, mereka akan memuntahkan enzim yang berfungsi untuk melembutkan makanan itu, sehingga mudah disedot mulut mereka yang berbentuk seperti jerami.

Selain itu, lalat juga suka bertelur di bangkai binatang, yang nantinya telur itu akan menetas dan menjadi belatung.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.