Hewan-hewan Paling Berisik di Dunia

kakapo

BIBLIOTIKA - Kalau saja paus biru hidup di darat, mungkin manusia harus sering menutup telinganya. Pasalnya, hewan air ini dapat mengeluarkan suara yang luar biasa keras. Di kedalaman laut, ketika paus biru berteriak, suara teriakannya akan terdengar oleh hewan lain yang ada di sisi lain dunia.

Sementara itu, kelelawar-kelelawar yang hidup di gua-gua gelap juga biasa mengeluarkan suara lengkingan tajam yang digunakannya untuk mengetahui jalan dalam gua yang gelap. Di antara hewan-hewan di dunia yang dianggap memiliki suara yang berisik, berikut ini adalah hewan-hewan dengan suara yang dianggap paling berisik di dunia.

Buaya

Secara fisik, buaya memang tidak memiliki pita suara. Namun, yang mengejutkan, hal itu tidak mencegah mereka dari membuat kegaduhan. Buaya dapat mendesis, mendengus, batuk, dan menggeram.

Ketika berada di dalam air, buaya bahkan dapat mengeluarkan suara infrasonik yang menimbulkan gulungan air kecil di permukaan, karena kerasnya suara yang dihasilkannya. Meski frekuensi suaranya terlalu rendah untuk didengar manusia, namun suara buaya di dalam air dapat didengar hingga jarak berkilo-kilo meter.

Kakapo

Kakapo adalah sejenis burung kiwi besar yang merupakan hewan asli Selandia Baru. Ketika musim kawin tiba, kakapo jantan akan menciptakan semacam amfiteater di lingkungan mereka sendiri.

Mereka akan berdeham, mengembangkan kantung udara di dadanya, kemudian melepaskan suara beresonansi tinggi yang dapat didengar sampai tiga mil jauhnya. Hewan itu akan terus melakukan hal tersebut setiap malam, mengeluarkan ribuan kali suara keras, hingga mendapatkan pasangan.

Serigala

Sudah umum diketahui bahwa serigala sangat suka melolong, yang kemudian disambut lolongan serigala-serigala lain yang mendengarnya. Kenyataan itu pula yang terjadi di hutan belantara Minnesota. Di sana, hampir tiap malam para serigala seperti mengadakan konser lolongan. Sebegitu kerasnya, hingga suara lolongan mereka dapat didengar hingga jarak 10 mil.

Serigala melolong dengan tujuan untuk mengidentifikasi satu sama lain dari jarak jauh, dan lolongan tersebut merupakan nama panggilan untuk nama sesamanya. Tujuan serigala saling menyahuti lolongan itu untuk membingungkan pemangsa, sehingga mereka (pemangsa atau predator) kebingungan menebak berapa banyak serigala yang akan dihadapinya.

Howler monkey

Howler monkey adalah monyet hutan yang dapat mengeluarkan suara melengking. Suara lengkingan itu dihasilkan dari kantung yang terdapat pada tenggorokan mereka. Kantung khusus itu berisi semacam kotak suara yang menguatkan atau mengeraskan suara mereka—sehingga mirip mic yang biasa digunakan manusia.

Biasanya, monyet itu menggunakan lengkingannya yang keras tersebut untuk memanggil sesamanya, atau untuk menakut-nakuti hewan lain agar menjauh dari wilayahnya.

Gajah

Hewan ini tidak hanya memiliki ukuran tubuh yang besar, namun juga suara yang keras. Ketika berkomunikasi dengan sesamanya, gajah menggunakan 25 macam panggilan yang berbeda. Untuk hal itu, mereka mengeluarkan suara keras yang didukung paru-paru mereka yang besar.

Selain berkomunikasi menggunakan suara, gajah juga dapat berkomunikasi melalui getaran tanah, dan hal itu dimungkinkan karena kulit mereka yang sensitif. Melalui kaki-kakinya, gajah dapat berkomunikasi dengan sesamanya meski dari jarak bermil-mil.

Cicada

Ukuran cicada relatif kecil, hanya 1 sampai 2 inci panjangnya. Namun hewan serangga ini dapat menciptakan suara hingga berkekuatan 120 desibel yang menjadikannya sebagai serangga dengan suara paling keras di dunia.

Kemampuan cicada mengeluarkan suara yang keras didukung oleh organ tubuh yang disebut timbals, yang terletak di dalam perutnya. Ketika musim kawin tiba, cicada jantan akan aktif mengeluarkan suara, dan mereka diperkirakan dapat menghasilkan 250 macam bunyi.

Kelelawar

Kelelawar menggunakan suaranya yang keras untuk menemukan jalan ketika berada di tempat gelap, sehingga suara tersebut lebih bersifat seperti GPS (Global Positioning System).

Ketika kelelawar mengeluarkan suara keras, suara itu akan menabrak dinding-dinding gua yang gelap, dan kemudian memantul kembali untuk ditangkap kelelawar sebagai tanda untuk tidak menabrak tembok. Dengan cara seperti itulah kelelawar selalu menemukan jalan di tempat yang gelap, dan tidak pernah menabrak tembok.

Ikan hering

Dalam berkomunikasi dengan sesamanya, ikan hering akan mengeluarkan suara dari tubuhnya. Frekuensi suara mereka di dalam air terlalu rendah untuk dapat didengar manusia. Namun, kalau saja kita dapat mendengarnya, maka suara tersebut akan mirip dengan kerasnya suara jet yang sedang lepas landas.

Paus

Paus biru dapat berteriak di dalam lautan. Ketika paus biru mengeluarkan suaranya yang keras, suara itu dapat didengar paus lain yang ada di sisi lain dunia. Paus bungkuk juga dapat mengeluarkan suara keras yang sama, dan suara mereka biasanya akan terdengar hingga jarak 100 mil di bawah laut.

Kemudian, paus sperma menggunakan suaranya yang juga keras ketika berburu. Mereka menyelam di kedalaman laut, dan menggunakan suaranya sebagai semacam sistem sonar untuk menembak dan melumpuhkan cumi-cumi dan hewan lainnya. Hewan-hewan kecil yang ada dalam jarak suara itu biasanya akan lumpuh—karena begitu kerasnya suara yang mereka dengar.

Udang pistol

Tidak salah jika hewan ini disebut udang pistol (pistol shrimp), karena suara mereka layaknya letusan pistol yang dapat menghancurkan kaca. Hewan yang dapat ditemukan di karang tropis di seluruh dunia ini memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik, yaitu semacam pistol yang dapat menembak.

Di dalam air, ketika merasa terancam oleh predator, udang pistol akan meledakkan senjatanya, dan suara yang dihasilkannya akan menciptakan gelembung besar, yang bahkan akan mengejutkan hewan besar semacam paus. Hewan-hewan lain yang kebetulan ada di sekitar letusannya bahkan akan mati akibat letusan itu hingga jarak enam meter dari sumber tembakan.
 
Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.