Hewan-hewan Padang Pasir, dan Cara Mereka Mengatasi Cuaca

unta dromedari

BIBLIOTIKA - Tidak jauh berbeda dengan kawasan kutub utara atau selatan yang memiliki cuaca ekstrim, padang pasir juga merupakan wilayah dengan cuaca panas yang ekstrim. Di permukaan gurun, suhu siang dan malam berubah sangat drastis. Namun, beberapa hewan yang hidup di gurun pasir telah berkembang secara mengesankan dalam mengatasi cuaca panas serta kekeringan yang ada pada lingkungannya.

Berikut ini delapan hewan gurun pasir yang mampu bertahan hidup di sana, dan cara mereka dalam mengatasi panasnya cuaca.

Unta dromedari

Dibanding hewan berdarah panas lainnya, unta dromedari mampu menahan perubahan suhu tubuh yang lebih besar. Suhu tubuh unta ini dapat berkisar antara 34 sampai 41 derajat Celcius.

Pada waktu malam hari, ketika suhu padang pasir turun sangat drastis, unta tersebut akan merasa dingin untuk jangka waktu yang lebih lama pada siang hari berikutnya. Dengan demikian, uap air yang hilang melalui keringat unta itu hanya sedikit, yang memungkinnya lebih mampu bertahan dalam panasnya cuaca.

Kadal gurun

Pada waktu siang, kadal gurun akan menggali lubang di pasir dengan menggunakan kakinya yang berjumbai. Lubang di bawah permukaan relatif dingin, dan di dalam lubang itu pula kadal gurun melindungi tubuhnya dari panasnya cuaca.

Mereka memiliki penutup mata atas serta penutup pada lubang hidung, yang melindungi mereka dari butir-butir pasir. Ketika malam datang, kadal gurun akan keluar dari lubang perlindungannya untuk mencari makanan.

Kalajengking

Tidak jauh beda dengan kadal gurun, kalajengking yang hidup di padang pasir juga masuk ke lubang agar tetap dingin selama cuaca panas di siang hari. Ketika matahari telah terbenam, mereka akan keluar dan berkeliaran untuk mendapatkan makanan.

Rubah fennec

Di gurun pasir Afrika Utara, rubah fennec akan menunggu datangnya senja di bawah naungan batu yang melindunginya dari cuaca panas. Mereka memiliki telinga sepanjang 15 sentimeter yang membantunya mendinginkan tubuh serta menyebarkan panas karena memiliki permukaan yang luas.

Ketika malam tiba dan cuaca mendingin, panas yang terkumpul dalam telinga yang lebar itu membantu menghangatkan tubuh rubah.

Jerboa

Selama siang hari yang panas, jerboa di padang pasir Afrika Utara tidur di lubangnya, dan baru keluar setelah malam datang. Hewan ini tidak minum air, karena dapat memproses sedikit air yang diperlukannya dari biji-bijian yang dikumpulkan dan dimakannya.

Tikus kanguru

Hewan ini memiliki ekor mirip cemeti, dan terdapat di gurun pasir Amerika Utara. Mereka biasa hidup di dalam lubang bawah tanah yang dalam ketika cuaca siang panas menyengat. Ketika malam datang, tikus kanguru akan melompat dari dasar lubangnya, dan mulai mencari makan di tengah udara gurun yang dingin.

Dinamai tikus kanguru, karena hewan ini dapat melompat seperti kanguru, dan menggunakan ekornya untuk keseimbangan. Tikus ini tidak minum air, karena memperoleh air yang dibutuhkannya dari biji-bijian yang disantapnya.

Addaks

Addaks adalah antelop besar yang terdapat di gurun pasir Afrika Utara. Pada waktu dewasa, berat hewan ini mencapai 135 kilogram. Sebagaimana hewan gurun dan jenis antelop lainnya, addaks mendapatkan kebutuhan airnya dari tumbuhan yang biasa dimakannya. Mereka merumput pada waktu pagi dan sore hari, dan setelah itu mereka dapat hidup berminggu-minggu tanpa minum.

Kura-kura darat

Reptilia ini sangat cocok dengan iklim gurun yang panas, karena mereka dapat membawa air dalam cadangan di bawah cangkangnya. Kura-kura darat mendapatkan sebagian besar kebutuhan airnya melalui makanan, dan hampir tidak melepaskan air sedikit pun melalui kulitnya.

Seperti halnya tikus kanguru, kura-kura darat mampu mengeluarkan sisa makanannya dalam bentuk sangat pekat, dengan cairan yang sangat sedikit.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.