Hewan-hewan dengan Keunikan Letak dan Fungsi Matanya

tupai

BIBLIOTIKA - Mata manusia terletak di depan, dan bekerja secara bersamaan. Hewan mamalia dan beberapa jenis burung juga memiliki mata semacam itu. Namun, ada beberapa jenis hewan yang memiliki letak dan posisi mata yang unik, sehingga memiliki fungsi yang sama uniknya.

Mata ikan, misalnya, terletak di samping kanan dan kiri kepalanya, dan kedua mata itu dapat bekerja sendiri-sendiri. Karena keunikan itu, seekor ikan dapat melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Kemudian, elang yang merupakan hewan pemburu, memiliki mata yang sangat tajam, sehingga dapat melihat seekor kelinci yang berada ribuan kaki di bawahnya.

Sebaliknya, kelinci memiliki mata di kedua belah kepalanya. Letak mata itu memungkinkan kelinci dapat melihat ke atas tanpa harus menengadahkan kepala. Ketika seekor elang bersiap menyambarnya, kelinci dapat melarikan diri tanpa harus menengok ke atas.

Berikut ini adalah hewan-hewan yang memiliki keunikan letak dan posisi mata, beserta keunikan fungsinya.

Tupai

Mata tupai atau bajing terletak di kedua sisi kepalanya, dan berada pada kedua pipinya yang berbentuk melandai ke depan, menyerupai kerucut. Dengan letak dan bentuk mata semacam itu, tupai memiliki pandangan yang tajam ke arah depan.

Selain itu, letak mata tersebut juga cukup dekat dengan pangkal kepala, sehingga tupai dapat berlari memanjat pohon sambil melihat—melalui kepalanya—apakah ada yang mengejar atau tidak. Atau, sambil berlari di atas tanah, tupai dapat sambil melihat ke atas untuk mengawasi burung elang yang mengejarnya.

Meski memiliki kelebihan dalam beberapa hal, keunikan mata tupai juga memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat melihat ke arah samping dengan mudah.

Burung elang

Burung elang memiliki mata yang sangat tajam. Ketajaman mata yang luar biasa itu sangat berfungsi untuk berburu, karena ia termasuk hewan pemburu. Di ketinggian langit, seekor elang dapat melihat dengan jelas kelinci yang sedang melompat-lompat di antara semak, meski itu ribuan kaki di bawahnya.

Kelinci

Kelinci memiliki sepasang mata yang terletak di kedua belah kepalanya. Tempat matanya yang unik itu memungkinkan kelinci untuk melihat ke atas dengan mudah, tanpa harus menengadahkan kepala.

Jadi, ketika seekor elang sedang mengincarnya, kelinci akan tahu, dan dia juga akan tahu harus lari kemana untuk menghindari sambaran elang tersebut. Tinggal keberuntungan akan berpihak pada dirinya atau pada si elang.

Burung hantu

Tidak sebagaimana umumnya burung yang memiliki mata di kiri dan kanan kepala, burung hantu memiliki sepasang mata yang terletak di bagian depan mukanya. Dengan posisi mata yang unik seperti itu, burung hantu memiliki pandangan yang sangat jelas dan tajam ketika mengamati mangsanya, meski dalam kegelapan malam.

Meski begitu, burung hantu lebih mengandalkan pendengarannya dalam menentukan tempat mangsa berada. Dengan pendengarannya, ia dapat menentukan posisi tikus dengan tepat dari suara dedaunan yang terusik oleh gerakan tikus tersebut.

Sebagai pemburu malam, burung hantu memiliki mata yang sangat besar. Sebegitu besarnya, sehingga bola matanya tidak dapat digerakkan di dalam rongga matanya. Untuk menengok ke samping atau ke belakang, burung hantu harus memutar lehernya, dan ia dapat melakukannya dengan baik.

Burung robin

Burung robin adalah sejenis burung murai yang ada di Eropa. Burung ini tidak dapat melihat sesuatu jika jaraknya dekat. Mangsa yang berada beberapa senti di depannya hampir bisa dipastikan aman, karena burung robin tidak bisa melihatnya. Untuk dapat melihat dengan baik, mangsa harus berada pada jarak yang agak jauh.

Untuk dapat melihat mangsa, misalnya seekor cacing, burung robin harus berdiri tegak dan menggerakkan kepalanya ke arah belakang, sehingga matanya ada pada jarak “dapat melihat”. Jadi, mata burung satu ini mirip dengan mata manusia yang mengalami rabun dekat.

Kucing

Kucing dapat berburu mangsa pada siang hari maupun malam hari, dan hal itu sangat dibantu oleh kedua matanya. Sepasang mata kucing dapat menyesuaikan diri dengan baik, pada siang hari yang terang ataupun pada malam hari yang gelap.

Pupil atau biji mata kucing tidak bundar seperti umumnya mata hewan lain, melainkan lonjong atau oval. Pada malam hari, mata yang lonjong itu akan terbuka melebar. Sedang pada waktu siang, atau pada cahaya yang kuat dan terang, matanya akan mengecil sampai menjadi sebentuk celah.

Mata kucing juga akan berpijar seperti menyala bila disoroti cahaya lampu yang kuat, karena di bagian belakang matanya terdapat lapisan selaput yang bekerja seperti cermin, yang memantulkan kembali cahaya yang mengenainya. Selain itu, di dalam matanya juga terdapat sel-sel yang sangat peka terhadap cahaya yang redup. Namun, sel-sel itu tidak dapat membedakan warna alias buta warna.

Ikan

Mata ikan memiliki keunikan, karena dapat bergerak sendiri-sendiri. Mata seekor ikan, terutama ikan yang pipih, terdapat pada kanan dan kiri kepalanya. Sepasang mata itu dapat bekerja sendiri-sendiri dengan bebas, tidak tergantung satu sama lain. Maka ikan pun dapat melihat ke depan dengan mata kanannya, sekaligus melihat ke belakang dengan mata kirinya.

Dengan kemampuan seperti itu, ikan selalu memiliki jarak pandang yang luas, karena dapat melihat kedua arah yang berbeda secara bersamaan. Kemampuan itu memang dibutuhkan ikan, karena musuh bisa saja datang dari depan atau belakang kapan saja.

Selain itu, ikan juga tidak memiliki kelopak mata, sehingga tidak bisa berkedip. Karena hidup di dalam air dengan kedua mata yang selalu terbuka, mata ikan pun selalu dalam keadaan bersih dan cemerlang.

Laba-laba

Mata laba-laba merupakan gabungan beberapa mata. Setiap mata memiliki lensa dan sel penerima berkas cahaya, sehingga tampak seperti faset yang terpisah-pisah dan biasanya tersusun dalam kelompok-kelompok atau rumpun-rumpun pada punggung kepalanya.

Laba-laba yang menangkap mangsa dengan jaring dan menunggu mangsanya terperangkap, tidak begitu bergantung pada penglihatannya seperti laba-laba pemburu. Laba-laba pemburu memiliki rumpun mata yang terdiri dari delapan buah mata, yang terdapat pada punggungnya. Tiap-tiap mata dilengkapi lensa dan sel-sel yang dapat menangkap berkas cahaya.

Meskipun tidak ada seekor laba-laba yang dapat melihat dengan jelas suatu benda dalam jarak lebih dari 30 sentimeter, namun laba-laba pemburu dapat mengikuti gerakan sekecil apa pun dari bayangan mangsanya yang berpindah-pindah melalui satu mata ke mata berikutnya.

Bunglon

Bunglon adalah salah satu hewan dengan mata yang paling unik di dunia. Hewan ini tidak memiliki kelopak mata atas dan bawah, namun memiliki kerucut dengan lubang yang ukurannya relatif cukup besar untuk pupil mereka. Setiap kerucut tersebut dapat digunakan secara terpisah, dan dengan itu bunglon dapat melihat dua objek secara jelas pada saat bersamaan, meski dua objek itu terpisah di tempat yang berlainan arah.

Karena memiliki kemampuan penglihatan semacam itu, bunglon pun sangat mahir dalam berburu serangga yang menjadi makanannya, termasuk serangga yang terbang.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.