Hewan-hewan dengan Kecerdasan Mengagumkan

merpati

BIBLIOTIKA - Teknologi kloning adalah salah satu terobosan teknologi manusia yang mengagumkan, terlepas dari kontroversinya. Namun, ternyata, kemampuan melakukan kloning tidak hanya dikuasai oleh manusia. Bahkan, sebelum manusia mengenal teknologi kloning, hewan ternyata telah melakukannya. Yang mengejutkan, hewan yang mampu melakukan kemampuan hebat itu adalah semut.

Berikut ini beberapa hewan yang dianggap memiliki kecerdasan atau kemampuan yang sangat mengagumkan, yang mungkin belum pernah kita bayangkan.

Merpati

Jika manusia membutuhkan peta dan kompas untuk menemukan rute perjalanan setelah berpegian jauh dan akan pulang, merpati pos dapat kembali dengan mudah tanpa bantuan peralatan semacam itu meski telah menempuh jarak yang amat jauh (lebih dari 1.100 mil).

Berdasarkan penelitian tim ilmuwan dari University of Frankfurt, kemampuan merpati dalam mengenali rute perjalanan semacam itu dimungkinkan, karena burung itu memiliki zat besi berstruktur yang terdapat di paruh mereka, yang membantu mereka merasakan medan magnet bumi berdasarkan gerak dan postur tubuh, sehingga bisa menentukan posisi geografis mereka. Kemampuan unik itu pun menjadikan merpati sebagai salah satu hewan yang dianggap paling cerdas di dunia.

Semut

Hewan ini berukuran kecil, tetapi kemampuan mereka telah membuat kagum para ilmuwan yang mempelajarinya. Pada tahun 2006, misalnya, tim ilmuwan dari University of California Berkeley mempelajari spesies semut rahang (bauri odontomachus), yaitu spesies semut yang menggunakan rahangnya untuk menangkap mangsa. Yang menakjubkan, semut itu dapat menutup rahangnya dengan kecepatan luar biasa, yaitu hanya dalam waktu 0,13 milidetik, atau 2.300 kali lebih cepat dari kedipan mata manusia.

Selain itu, ada pula spesies semut yang disebut smithii mycocepurus, dari Amazon. Yang mengagumkan, spesies semut itu telah mampu mengembangkan kemampuan melakukan reproduksi melalui kloning untuk berevolusi menjadi jenis yang semuanya betina.

Berdasarkan penelitian ilmuwan dari University of Arizona, proses reproduksi itu terjadi tanpa hubungan, dan entah bagaimana caranya spesies semut tersebut mampu menghindari produksi semut jantan sehingga jumlah semut betina dalam spesies itu bisa lebih banyak dua kali lipat.

Selain itu, yang juga menakjubkan, spesies semut itu juga telah mengembangkan cara-cara yang efisien dalam mengatur lalu lintas mereka sehari-hari, sehingga tidak terjadi rebutan makanan atau semacamnya.

Rayap

Di Zimbabwe, ada spesies rayap yang disebut Macrotermes michaelseni. Spesies rayap ini memiliki kemampuan yang menakjubkan, yaitu mampu mengembangkan teknik yang tepat dalam membuat peternakan jamur tertentu yang ditujukan sebagai makanan mereka. Jamur itu diternakkan di dalam sarang mereka.

Jamur yang diternakkan rayap-rayap itu hanya dapat tumbuh pada suhu sekitar 87 derajat Fahrenheit. Padahal, suhu di luar sarang adalah 104 derajat Fahrenheit pada siang hari, dan 35 derajat Fahrenheit pada malam hari. Rayap-rayap di sana telah memiliki sistem tertentu dalam menjaga sarang mereka berada dalam suhu tetap terus-menerus, dengan cara membuka dan menutup ventilasi pemanasan dan pendinginan.

Kemampuan menakjubkan itu diketahui setelah tim ilmuwan dari Loughborough University mempelajari spesies rayap tersebut, dan kenyataan itu pun menginspirasi mereka untuk membangun ventilasi yang sama bagi rumah manusia, dalam upaya menjaga agar suhu ruangan selalu dalam keadaan tetap.

Simpanse

Simpanse telah dipercaya sebagai hewan yang memiliki kecerdasan tinggi, meski sebagian orang juga menyatakan bahwa kecerdasan simpanse dibanding manusia hanya setara dengan anak manusia berusia 3 tahun.

Namun, yang jelas, simpanse memiliki satu kecerdasan unik yang bahkan melebihi manusia, yaitu dalam ingatan fotografi (photographic memory). Tim ilmuwan dari Institut Penelitian Primata Universitas Kyoto, yang melakukan studi atas hal tersebut, menemukan bahwa kemampuan memori atau ingatan simpanse sangat hebat dalam hal numerik, bahkan jauh lebih hebat dibanding manusia dewasa yang diuji dengan kasus yang sama, dan mengikuti prosedur yang sama.

Lumba-lumba

Sebagaimana simpanse, lumba-lumba juga dipercaya sebagai hewan yang cerdas. Hewan ini suka bercanda dan bermain-main dengan manusia. Kenyataannya, lumba-lumba memang memiliki kemampuan yang mirip manusia. Otak mereka hanya selisih sedikit dengan massa otak manusia, sehingga menjadikan lumba-lumba sebagai hewan dengan budaya dan kepribadian yang dapat dikatakan mirip manusia.

Sekelompok ahli zoologi dari Emory University di Atlanta, Georgia, yang meneliti masalah tersebut, bahkan menyebutkan bahwa lumba-lumba memiliki sisi psikologis yang mirip dengan manusia. Lebih jauh, tim ilmuwan dari Universitas Marymount Loyola di Los Angeles bahkan menyebut lumba-lumba sebagai “orang-orang non-manusia”, karena kecerdasan mereka.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.