Fakta-fakta Menarik Seputar Harimau

Harimau

BIBLIOTIKA - Di hutan, harimau menduduki piramida teratas dalam rantai makanan. Hewan ini memiliki ukuran tubuh yang besar, sekaligus menakutkan karena termasuk hewan pemangsa. Namun, meski termasuk hewan berbahaya, harimau jantan adalah pengayom keluarga yang penuh kasih. Setelah berhari-hari mencari makanan, harimau jantan akan membawa makanan itu untuk keluarganya, dan menunggu betina serta anak-anaknya makan terlebih dulu.

Berikut ini fakta-fakta menarik seputar harimau yang perlu kita tahu.

Penglihatan:

Harimau memiliki pupil yang bulat, tidak seperti pupil kucing yang berbentuk seperti garis lurus di siang hari. Artinya, sebenarnya harimau bukan hewan nokturnal atau pemburu di malam hari. Mereka biasa berburu pada pagi dan sore hari.

Meski harimau memiliki penglihatan malam hari yang lebih buruk dibanding kucing, namun penglihatan harimau lebih bagus 6 kali dibanding penglihatan manusia.

Umumnya, harimau memiliki mata berwarna kuning, kecuali harimau putih yang memiliki mata berwarna biru. Hal itu terkait dengan gen mata yang menyesuaikan gen pada bulu putih.

Ketika baru dilahirkan, bayi harimau buta pada minggu pertama, dan baru mulai bisa melihat setelah memasuki minggu kedua.

Harimau tidak buta warna. Penglihatan hewan itu seperti manusia, yaitu memiliki visi warna yang sama.

Kekuatan:

Selain menakutkan di darat, harimau juga perenang yang hebat. Ketika muda, mereka bahkan senang bermain-main air, dan rata-rata mahir berenang. Ketika mengejar buruan, mereka sanggup berenang hingga sejauh puluhan kilometer.

Di darat, harimau mampu berlari dengan kecepatan 60 kilometer per jam, untuk jarak pendek.

Harimau mampu melompat hingga sejauh 6 meter, dengan ketinggian yang mencapai 5 meter.

Dalam keadaan tertentu, harimau mampu menirukan suara panggilan hewan lain untuk menarik atau menjebak mangsa.

Seperti umumnya hewan pemangsa, harimau akan membunuh mangsanya dengan menggigit leher, hingga si mangsa kehabisan darah. Mangsa pun akan mati dalam hitungan detik setelah arterinya terputus akibat gigitan. Jika si mangsa tidak segera mati, maka harimau akan menggigit dan membawanya, hingga akhirnya mati.

Harimau memiliki kaki belakang yang kuat, sekaligus cakar yang sama kuatnya. Satu sabetan cakarnya mampu menghancurkan tengkorak beruang.

Harimau memiliki ingatan atau memori yang kuat, sehingga tidak mudah melupakan hal-hal yang terjadi. Memori jangka pendeknya saja bisa 30 kali lebih kuat dibanding manusia, dan ratusan kali lebih kuat dibanding simpanse.

Harimau memiliki otak yang beratnya sekitar 300 gram. Itu adalah ukuran otak terbesar di antara semua karnivora, kecuali beruang kutub, dan sebanding dengan ukuran otak simpanse.

Dalam berburu, harimau sangat pintar beradaptasi. Ketika di darat, mereka biasa menggigit leher mangsanya agar si mangsa cepat mati. Namun, ketika berburu di air, dan bertemu hewan semisal buaya, harimau menyerang buaya dengan cara menggunakan cakar untuk membutakan mata buaya. Setelah buaya yang menjadi korban itu dapat dilumpuhkan, harimau akan membalikkan tubuh buaya agar dapat mengeluarkan isi perutnya. Bagian perut buaya adalah yang paling lunak, dan harimau tidak mungkin menggigit leher buaya yang dilindungi kulit tebal.

Harimau memiliki air liur yang mengandung antiseptik. Ketika terluka, harimau cukup menjilati lukanya dengan air liurnya yang berfungsi sebagai desinfektan.

Lidah harimau memiliki bulu berdaging. Ketika mereka mandi dan menjilati tubuh, secara tak langsung aktivitas itu berfungsi menyisir bulu-bulu mereka.

Interaksi:

Sebenarnya, harimau jarang mengaum. Mereka hanya mengaum untuk tujuan berkomunikasi dengan sesama harimau.

Dalam menandai wilayahnya, harimau menggores pohon dan mengencinginya. Dari bau urine tersebut, seekor harimau akan dapat mengetahui usia, jenis kelamin, serta kondisi reproduksi harimau lainnya.

Harimau jantan memiliki wilayah yang lebih luas dibanding harimau betina. Namun, sesama harimau tidak pernah merebut wilayah sesamanya, atau menguasai wilayah yang telah dikuasai harimau lain.

Tidak seperti singa, harimau jantan merupakan pengayom dalam keluarganya. Setelah membawakan makanan untuk keluarganya, harimau jantan akan membiarkan si betina dan anak-anaknya untuk menyantap hasil buruan terlebih dulu.

Harimau betina hanya memiliki masa subur selama 4-5 hari sepanjang tahun. Pada saat itulah mereka memulai musim kawin, kemudian mengandung selama 3 bulan dan melahirkan 2 hingga 3 anak harimau.

Berburu:

Meski memiliki tubuh yang besar dan merupakan hewan pemburu, namun tidak semua perburuan harimau mendatangkan hasil. Secara rata-rata, hanya satu di antara sepuluh perburuan yang sukses. Karena itu, harimau pun biasanya tidak makan hingga beberapa hari, sampai akhirnya sukses menemukan mangsa.

Harimau termasuk hewan yang tidak terlalu mampu menahan lapar, mungkin karena besarnya ukuran tubuh mereka. Jika dalam waktu 2 sampai 3 minggu tidak makan, harimau akan mati kelaparan.

Umumnya, harimau berburu sendirian, kecuali ketika menemukan mangsa yang besar mereka akan melakukan penyergapan bersama kawanan. Umumnya pula, harimau suka menyergap mangsanya. Karenanya, ketika manusia berpapasan tanpa sengaja dengan harimau di hutan, kemungkinan besar harimau tidak akan menyerang, kecuali kalau merasa terancam.

Persilangan:

Dalam penangkaran, harimau bisa kawin dengan singa atau jenis kucing lainnya. Singa jantan dan harimau betina memiliki keturunan besar yang disebut Ligers. Sedangkan harimau jantan yang kawin dengan singa betina menghasilkan Tiglon yang ukurannya lebih kecil.

Seekor Ligers dapat tumbuh sepanjang 4 meter, sehingga dianggap sebagai kucing terbesar di dunia.

Kehidupan:

Di antara semua spesies kucing, harimau adalah kucing terbesar.

Harimau Siberia bahkan bisa tumbuh hingga sepanjang 3,5 meter dengan berat 300 kilogram. Sementara harimau Sumatera mampu tumbuh sepanjang 2 meter dengan berat 100 kilogram.

Garis-garis yang biasa menghiasi tubuh harimau berbeda antara satu dengan lainnya. Hal itu layaknya sidik jari pada manusia.

Harimau dapat hidup selama sekitar 25 tahun, baik di penangkaran maupun di alam liar.

Pada saat ini, ada 6 sub spesies harimau yang masih hidup, yaitu harimau Siberia (Panthera tigris altai), harimau Cina Selatan (Panthera tigris amoyensis), harimau Indocina (Panthera tigris corbetti), harimau Malaya (Panthera tigris jacksoni), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), dan harimau Bengal (Panthera tigris tigris).

Ada 3 sub spesies harimau yang telah punah, yaitu harimau Bali (Panthera tigris balica), harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), dan harimau Kaspia (Panthera tigris virgata).

Diperkirakan, saat ini hanya ada sekitar 3.500 harimau yang tersisa di alam liar.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.