Daftar Hewan Langka di Indonesia

badak jawa

BIBLIOTIKA - Hewan langka adalah spesies yang memiliki risiko punah, dan hewan yang tergolong semacam itu juga cukup banyak terdapat di Indonesia. Hewan-hewan dinyatakan langka berdasarkan rasio jumlah spesies (populasi), dan berdasarkan daerah persebaran (habitat). Hewan-hewan tersebut menjadi langka dan terancam kepunahan karena perubahan kondisi alam, hewan pemangsa, juga akibat perburuan yang dilakukan manusia.

Berikut ini daftar hewan mamalia yang paling langka di Indonesia, berdasarkan jumlah spesies dan status konservasi yang diberikan oleh IUCN (The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) Redlist sebagai “critically endangered” alias kritis.
  1. Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus). Hewan ini endemik pulau Jawa, dan hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon. Merupakan hewan paling langka di dunia, dengan jumlah populasi hanya 20 sampai 27 ekor.
  2. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Populasi hewan ini hanya 220 sampai 275 ekor. Menurut International Rhino Foundation, Virginia, populasinya bahkan tidak mencapai 200 ekor.
  3. Beruk Mentawai (Macaca pagensis). Hewan endemik dan langka dari kepulauan Mentawai ini populasinya antara 2.100 sampai 3.700 ekor.
  4. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Populasi subspesies harimau ini tinggal 400 sampai 500 ekor.
  5. Kera hitam Sulawesi (Macaca nigra). Kera langka dari Maluku dan Sulawesi ini memiliki populasi sekitar 100.000 ekor.
  6. Macan tutul Jawa atau macan kumbang (Panthera pardus melas). Populasi spesies hewan ini tidak lebih dari 250 ekor.
  7. Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Populasinya tinggal sekitar 7.300 ekor.
  8. Rusa Bawean (Axis kuhlii). Seperti namanya, hewan langka ini adalah endemik pulau Bawean, dan populasinya antara 250 sampai 300 ekor.
  9. Simpei Mentawai (Simias concolor). Merupakan endemik kepulauan Mentawai, dan populasinya antara 6.000 sampai 15.500 ekor.

Selain hewan-hewan di atas, masih ada hewan-hewan langka lainnya, yang oleh IUCN Redlist dimasukkan ke dalam status konservasi “endangered” (terancam punah), satu tingkat di bawah katagori “critically endangered”.

Kritis (critically endangered) adalah status konservasi yang diberikan terhadap spesies yang memiliki risiko besar punah dalam waktu dekat, sedangkan status terancam (endangered) adalah spesies yang berada dalam risiko kepunahan karena jumlahnya sedikit, maupun terancam punah akibat perubahan kondisi alam atau hewan pemangsa. Hewan-hewan tersebut di antaranya:
  1. Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis).
  2. Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi).
  3. Ajag (Cuon alpinus).
  4. Banteng (Bos javanicus).
  5. Bekantan (Nasalis larvatus).
  6. Gajah Sumatera (Elephant maximus sumatranus).
  7. Gibbon Kalimantan (Hylobates muelleri).
  8. Gibbon Kalimantan White-bearded Gibbon (Hylobates agilis).
  9. Kambing hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis).
  10. Kanguru pohon goodfellow (Dendrolagus goodfellowi).
  11. Kucing merah (Pardofelis badia).
  12. Kukang Jawa (Nycticebus javanicus).
  13. Kuskus (Phalanger alexandrae).
  14. Lutra Sumatera (Lutra sumatrana).
  15. Macan dahan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis).
  16. Macan dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi).
  17. Monyet Sulawesi (Macaca maura).
  18. Musang air (Cynogale bennettii).
  19. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).
  20. Owa Jawa (Hylobates moloch).
  21. Paus bersirip (Balaenoptera physalus).
  22. Paus biru (Balaenoptera musculus).
  23. Siamang (Hylobates klossii).
  24. Tapir Asia (Tapirus indicus).
  25. Trenggiling (Manis javanica).
  26. Ungko (Hylobates agilis).
  27. Wau-wau (Hylobates lar).

Meski sudah cukup banyak, namun daftar di atas belum semuanya, karena baru sebatas hewan-hewan mamalia. Berikut ini adalah daftar burung langka yang terancam punah, yang dikatagorikan kritis (critically endangered) dan terancam (endangered).
  1. Anis bentet sangihe (Colluricincla sanghirensis).
  2. Angsa batu christmas (Papasula abbotti).
  3. Bangau storm (Ciconia stormi).
  4. Berkik gunung Maluku (Scolopax rochussenii)
  5. Burung madu sangihe (Aethopyga duyvenbodei)
  6. Celepuk Biak (Otus beccarii).
  7. Celepuk Flores (Otus alfredi).
  8. Celepuk siau (Otus siaoensis).
  9. Cikalang christmas (Fregata andrewsi).
  10. Dara laut Cina (Sterna bernsteini).
  11. Delimukan wetar (Gallicolumba hoedtii).
  12. Elang Flores (Spizaetus floris).
  13. Elang Jawa (Spizaetus bartelsi).
  14. Gagak Banggai (Corvus unicolor).
  15. Gagak Flores (Corvus florensis).
  16. Ibis karau (Pseudibis davisoni).
  17. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi).
  18. Jalak putih (Sturnus melanopterus).
  19. Kacamata sangihe (Zosterops nehrkorni).
  20. Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea).
  21. Kasturi Ternate (Lorius garrulus).
  22. Kehicap Biak (Monarcha brehmii).
  23. Kehicap Boano (Monarcha boanensis).
  24. Kehicap Flores (Monarcha sacerdotum).
  25. Kehicap tanah jampea (Monarcha everetti).
  26. Kowak Jepang (Gorsachius goisagi).
  27. Kuau kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri).
  28. Luntur gunung (Apalharpactes reinwardtii).
  29. Maleo senkawor (Macrocephalon maleo).
  30. Mandar talaud (Gymnocrex talaudensis).
  31. Mentok rimba (Cairina scutulata).
  32. Merpati hutan perak (Columba argentina).
  33. Nuri talaud (Eos histrio).
  34. Opior buru (Madanga ruficollis).
  35. Pergam Timor (Ducula cineracea).
  36. Perkici buru (Charmosyna toxopei).
  37. Punai Timor (Treron psittaceus).
  38. Serak taliabu (Tyto nigrobrunnea).
  39. Serindit Flores (Loriculus flosculus).
  40. Serindit sangihe (Loriculus catamene).
  41. Seriwang sangihe (Eutrichomyias rowleyi)
  42. Sikatan Aceh (Cyornis ruckii).
  43. Sikatan lompobattang (Ficedula bonthaina).
  44. Sikatan matinan (Cyornis sanfordi).
  45. Trinil nordmann (Tringa guttifer).
  46. Trulek Jawa (Vanellus macropterus).
  47. Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis).

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.