Cara Membuat Tikus Jatuh Cinta Kepada Kucing

Tikus Jatuh Cinta pada Kucing

BIBLIOTIKA - Di dunia ini ada lebih dari 500 juta jenis kucing, dengan sekitar 33 macam keturunan. Di antara banyak spesies kucing, hanya terdapat 1 persen populasi kucing di dunia yang termasuk galur murni atau kucing ras. Sisanya adalah kucing hasil percampuran dari berbagai ras, atau yang biasa kita sebut kucing kampung.

Kucing rumah adalah salah satu hewan predator paling hebat di dunia, karena mampu membunuh atau memakan beberapa ribu spesies, mengalahkan kucing besar seperti singa, harimau, dan sejenisnya, yang hanya mampu memangsa kurang dari 100 spesies. Namun, karena ukurannya terbilang kecil, mereka pun tidak berbahaya bagi manusia. Banyak orang bahkan sengaja memelihara kucing dengan tujuan menghalau tikus-tikus yang biasa muncul di rumah.

Secara alamiah, tikus adalah mangsa bagi kucing. Itu naluri alami sekaligus sifat yang diwariskan induknya. Karena itu, kucing selalu tertarik mengejar tikus, dan tikus pun secara naluri menjauh dari kucing. Karenanya pula, kedua hewan itu tak pernah bertemu sebagai sepasang teman atau pacar, tetapi sebagai musuh bebuyutan.

Bagaimana membuat agar tikus jatuh cinta pada kucing?

Pertanyaan sinting itu ternyata tidak membutuhkan jawaban terlalu sulit, karena kuncinya terletak pada air kencing atau kotoran kucing.

Selama ini, air kencing kucing umumnya berperan menjauhkan para tikus dari kucing yang menjadi predator alaminya. Ketika tikus-tikus mencium aroma kotoran kucing, mereka akan menjauh dari tempat itu, meski tidak terdapat kucing, karena menyadari sang predator pernah ada di sana, dan bisa jadi akan kembali ke sana. Jadi, tikus-tikus pun mampu menyelamatkan diri dari kemungkinan serangan kucing berkat bau air kencing yang ditinggalkan kucing.

Tetapi, akan jauh berbeda jika kebetulan tikus itu terinfeksi toksoplasma dari kotoran kucing. Jika seekor tikus membaui kotoran kucing, dan dia tidak menjauh hingga terinfeksi toksoplasma dari kencing kucing, bahaya tak terbayangkan akan mengintai.

Toksoplasma membutuhkan sistem pencernaan kucing untuk reproduksi. Tikus yang terinfeksi toksoplasma akan mengalami peningkatan aktivasi di wilayah otak yang mengatur ketertarikan. Di saat sama, wilayah otak yang mengatur rasa takut menjadi lumpuh. Kenyataan itu tidak hanya menjadikan tikus akan berani ketika berhadapan dengan kucing, ia bahkan akan jatuh cinta pada si kucing!

Robert Sapolsky, profesor neurosains Standford University, yang banyak melakukan penelitian terhadap kucing dan tikus, menyatakan, “Umumnya, toksoplasma hanya melumpuhkan fungsi takut otak. Namun, pada tikus, parasit itu juga mempengaruhi jalur ketertarikan. Ini memang sangat aneh.”

Ketika tikus jatuh cinta pada kucing, yang terjadi kemudian bukan romansa, tetapi pembantaian. Karena tikus tidak lagi berlari menjauh dari kucing, maka sang predator akan dengan mudah menangkap dan memangsanya.

Patrick House, ilmuwan lain yang juga aktif meneliti kedua hewan tersebut, menyebutkan temuan itu mendukung gagasan bahwa toksoplasma mengubah arti penting deteksi kucing, khususnya pada tikus. Meski studi di atas tidak sampai merinci lebih jauh cara toksoplasma mengubah otak tikus, namun temuan itu juga membantu menjelaskan dasar biologis bawaan menyangkut rasa takut dan ketertarikan.

Alam memang telah mengatur dengan tatanan luar biasa. Toksoplasma terkandung dalam kotoran kucing, dan tikus mengenali bau kencing kucing sebagai sinyal untuk menjauh. Namun, jika tikus tidak mengindahkan sinyal itu, dan malah mendekatinya, kewaspadaan dan ketakutan akan berubah menjadi rasa cinta yang berakhir bahaya. Tidak semua cinta berakhir bahagia.

Fakta:

Kucing menganggap daerah yang memiliki bau amonia sebagai daerah eliminasi. Karena itu tidak dianjurkan menggunakan amonia untuk membersihkan bau urin atau kotoran kucing yang dipelihara di rumah.

Di bawah sinar gelap, air seni kucing akan tampak bersinar.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.