Cacophobia dan Ukuran Kecantikan

Cacophobia

BIBLIOTIKA - Ada fobia yang disebut cacophobia, yaitu ketakutan dianggap jelek. Fobia ini bisa terjadi pada siapa saja, dan terkadang berkembang sejak masih anak-anak—biasanya akibat olok-olok yang menimbulkan trauma. Orang yang memiliki fobia ini pun umumnya merasa kurang cantik atau menarik, atau takut pada penilaian orang lain atas penampilan fisiknya.

Pengidap cacophobia sering kali juga memiliki sindrom lainnya, seperti body dysmorphic syndrome atau sindrom tidak bisa melihat wajah dan tubuhnya sendiri. Kondisi itu bisa berakibat seseorang mengalami depresi, anoreksia, bulimia, atau makan secara emosional. Sebegitu terobsesinya pada pencitraan diri, mereka pun kadang terpuruk sangat dalam.

Seperti disebutkan di atas, cacophobia ditimbulkan akibat olok-olok atau intimidasi yang sifatnya merendahkan bagian tubuh tertentu, sehingga si penderita pun kemudian menganggap penampilan tubuhnya tak sempurna. Hal itu lalu berkembang menjadi rasa takut mendalam terhadap kejelekan atau keburukan yang berhubungan dengan tubuhnya.

Gejala yang timbul pada pengidap cacophobia berbeda antara satu orang dengan lainnya. Beberapa orang akan mulai berkeringat, merasa tidak nyaman atau mual, yang pada akhirnya bisa mengalami kecemasan yang melumpuhkan atau serangan panik. Gejala lain yang mungkin timbul adalah mulut kering, sesak napas, ketegangan otot, gemetar, detak jantung yang cepat, serta merasa seperti akan tertimpa bencana.

Di masa remaja, atau bahkan dewasa, kadang-kadang orang mengolok-olok penampilan fisik temannya dengan tujuan bercanda atau serius. Sebagian orang mungkin mendapatkan hiburan menyenangkan dari hal itu, tetapi kesenangan sadis semacam itu dapat meninggalkan trauma pada si korban, yang akhirnya mencetuskan fobia seperti digambarkan di atas.

Seseorang yang memiliki fobia itu pun biasanya cenderung akan berusaha sekuat tenaga melakukan banyak hal agar dapat terlihat sempurna. Di sisi lain, ia juga sangat ketakutan ketika harus bercermin atau beraktivitas di luar, sehingga terkadang menghambat atau mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Orang biasa menyatakan cantik atau tampan itu relatif. Tapi apakah jelek dan buruk juga relatif? Seseorang bisa memuji pasangannya cantik atau tampan, sementara kita menganggapnya biasa-biasa saja. Atau, kita pun bisa sangat mengagumi paras seseorang yang kita nilai indah, tapi teman lain menyatakan sebaliknya. Itu relatif, dan penilaian masing-masing orang bisa berbeda, atau bahkan berbeda jauh.

Bagaimana dengan wajah jelek atau buruk? Temuan para peneliti di Universitas Queensland menyatakan bahwa wajah seseorang bisa jadi terlihat buruk atau jelek sekali jika kita hanya melihatnya sekilas, padahal sebenarnya wajah itu menarik. Melihat wajah manusia secara sekilas dapat menimbulkan efek psikologis penilaian cantik atau jelek. Efek psikologis itu disebut Flashed Face Distortion Effect.

Umumnya, kita melihat wajah seseorang secara sekilas dengan memperhatikan garis matanya. Berdasarkan penelitian, jika kita menonton slideshow wajah manusia secara sekilas dan acak, sambil hanya memperhatikan garis mata saja, maka akan tercipta efek tipuan mata yang membuat kita menilai orang yang rahangnya lebar, atau yang matanya sempit, akan kelihatan jelek. Padahal, jika kita melihat wajah itu secara saksama atau lebih lama, wajah itu kelihatan normal-normal saja, bahkan mungkin lebih menarik.

Matthew Thompson, salah satu peneliti, menyatakan bahwa efek itu tercipta karena kita menilai wajah seseorang melalui wajah orang lainnya. Itu benar, karena kita cenderung memberikan penilaian cantik atau jelek berdasarkan perbandingan, dan karena adanya pembandingan. Tanpa ada pembandingan, kita akan fokus memperhatikan wajah seseorang, dan kita akan menilainya secara lebih objektif, yang biasanya akan memunculkan penilaian positif.

Berdasarkan penemuan Flashed Face Distortion Effect itu pula, para ilmuwan pun kini memahami bahwa orang yang mungkin kita anggap jelek, tidak akan tampak jelek bagi orang yang biasa bersamanya. Artinya pula, jika seseorang menyatakan pasangannya cantik atau tampan, dan kita tidak sependapat dengannya, orang itu tidak sedang melebih-lebihkan. Dia memberikan penilaian yang jujur, karena dia yang lebih mengenal pasangannya, sehingga punya waktu lebih lama untuk menatap wajahnya.

Berkaitan dengan “definisi” kecantikan wajah, salah satu syarat objektif untuk layak disebut cantik adalah wajah yang simetris. Itulah wajah yang sempurna, kata para pakar kecantikan. Tetapi, yang perlu kita ketahui, di dunia ini hanya segelintir orang yang memiliki wajah simetris.

Di Inggris, dari 8.000 wanita yang dikumpulkan, hanya ada satu yang memiliki wajah simetris. Sebanyak delapan ribu wanita itu diuji wajahnya tanpa riasan apa pun, dan mereka dilarang melakukan operasi plastik atau menyuntikkan cairan kimia apa pun.

Hasilnya, hanya wanita bernama Florence Colgate yang memenuhi kriteria untuk dapat disebut “cantik” karena wajahnya sesuai dengan cetak biru internasional dalam hal “wajah paling sempurna”. Dia memenuhi rasio optimal antara mata, mulut, dahi, dan dagu, sehingga proporsi wajahnya simetris dan “mendekati sempurna”. Hanya satu di antara delapan ribu!

Contoh terkenal lain dalam hal “wajah simetris” adalah Shania Twain, Liz Hurley, dan Jessica Alba—hanya segelintir dari ribuan selebritas dunia yang mungkin kita kenal. Berdasarkan kenyataan ini, sepertinya memang benar bahwa kecantikan itu relatif. Pun sebaliknya. Menggunakan kalimat Shakespeare, “Kecantikan itu tergantung siapa yang melihatnya.” Dia benar, seperti biasa.

Fakta:

Maret 2012, majalah Marie Claire, Australia, mempublikasikan sosok wanita yang dapat dianggap cantik, berdasarkan penilaian yang bisa disepakati banyak orang. Sosok cantik itu diperoleh dari jumlah permintaan operasi plastik yang banyak diinginkan konsumen.

Percaya atau tidak, seorang wanita dapat disebut “cantik”, jika memiliki bibir seindah Scarlett Johansson, hidung Natalie Portman, rambut Taylor Swift, mata Anne Hathaway, dagu Halle Berry, dan sepasang pipi seperti yang dimiliki January Jones. Jika mengacu pada kualifikasi seperti itu, maka di dunia ini tidak ada wanita cantik!

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.