Apakah Kentut Bisa Menyebabkan Ledakan?

Kentut meledak

BIBLIOTIKA - Selama beratus-ratus tahun, kasus orang-orang yang tiba-tiba terbakar tanpa alasan—sebuah fenomena yang dikenal sebagai spontaneous combustion—telah dicatat. Sebagian ilmuwan percaya peristiwa-peristiwa aneh itu terjadi akibat kentut yang menyalakan listrik statis.

Di antara 400 jenis gas yang terdapat dalam kentut manusia, terdapat karbondioksida, gas metana, dan hidrogen yang combustible (mudah menyala). Kalau terbakar, nyalanya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen. Kita memang tidak bisa menyalakan korek api menggunakan kentut, karena suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran. Tetapi, jika metana, hidrogen, dan oksigen dalam kentut terakumulasi dalam jumlah yang cukup, mungkinkah hal itu terjadi?

Pertanyaan itu cukup merisaukan, karena ada kondisi ketika kentut dapat terakumulasi dalam sebuah ruang kedap udara. Di dalam pesawat ruang angkasa, misalnya, para astronot akan berada di ruangan yang kedap udara dalam waktu cukup lama. Jika mereka kentut berkali-kali, dan gas terakumulasi hingga dalam jumlah yang cukup untuk menyala, tidak mungkinkah pesawat mereka akan meledak?

Karena pertanyaan itu pula, NASA (badan antariksa Amerika Serikat) melakukan penelitian secara serius. Sepertinya sangat memalukan kalau astronot mereka gagal melaksanakan misi akibat pesawat meledak karena kentut. Berdasarkan penelitian, kentut memang tidak dapat menyebabkan ledakan, meski dapat menyebabkan timbulnya letupan api kecil.

Dalam satu hari, usus besar orang dewasa umumnya menghasilkan sekitar 7 sampai 10 liter gas. Tetapi, di antara jumlah tersebut, gas yang benar-benar dikeluarkan pada waktu kentut hanya 0,6 liter. Sisanya akan diserap kembali melalui membran usus besar. Kedengarannya memang tidak terlalu berbahaya.

Tetapi, seperti yang dirisaukan di atas, bagaimana kalau jumlah itu kemudian terakumulasi dari beberapa orang dalam waktu lama? Karena pesawat ruang angkasa kedap udara, gas yang dikeluarkan dalam kentut pun tidak bisa keluar, dan dapat meningkatkan tekanan di dalam pesawat, sehingga kemungkinan gas kentut terakumulasi cukup mengkhawatirkan.

Meski sampai saat ini belum ada kasus ledakan pesawat ruang angkasa akibat kentut, namun sebagian pakar yang bekerja di NASA mengkhawatirkan keselamatan astronotnya akibat kentutnya sendiri. Untuk mengurangi kekhawatiran itu, mereka pun menetapkan diet yang sangat ketat bagi para astronot dengan tujuan agar tidak sering kentut selama berada dalam pesawat ruang angkasa.

Dua pakar gizi Amerika, Edwin L. Murphy dan Doris H. Calloway, melakukan riset dengan membandingkan diet para astronot dalam dua misi penerbangan yang berbeda. Penelitian yang dipublikasikan pada 1969 itu menunjukkan perbedaan menu makan dapat membuat komposisi gas dalam kentut para astronot berbeda. Dalam penelitian itu, kedua jenis diet yang digunakan dibedakan dengan kode tertentu, yakni diet S dan diet F.

Dalam 12 jam, astronot yang makan dengan diet S mengeluarkan 3-206 ml hidrogen dari anus, dan 24-156 ml sendawa dari paru-paru. Sementara astronot yang makan dengan diet F hanya mengeluarkan 0-3 ml hidrogen dari anus, dan 6-36 ml sendawa dari paru-paru.

Para peneliti tidak menyebutkan apa saja perbedaan menu makanan yang terdapat pada kedua jenis diet tersebut. Namun, secara teori, produksi gas-gas pencernaan yang dikeluarkan melalui kentut bisa meningkat ketika banyak mengonsumsi kol, umbi-umbian, dan minuman bersoda. Karena itu pula, para astronot pun diminta untuk menjauhi makanan dan minuman tersebut selama perjalanan melaksanakan misinya.

Fakta:

Gas kentut mudah terbakar.

Berdasarkan perhitungan, gas kentut yang dikeluarkan tanpa henti selama 6 tahun 9 bulan cukup untuk menciptakan energi setara satu bom atom.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.