Yang Harus Dihindari dalam Menulis Curriculum Vitae

Menulis Curriculum Vitae

BIBLIOTIKA - Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, tujuan dari pembuatan curriculum vitae adalah agar mampu menambah nilai plus dan dapat lebih memperkenalkan nilai positif yang kita miliki, beserta potensi dan kualifikasinya. Agar curriculum vitae yang kita tulis itu mampu memberikan hal yang kita inginkan tersebut, ada beberapa hal yang harus diingat untuk ditampilkan, namun juga ada hal-hal yang perlu diingat untuk tidak ditampilkan.

Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang harus dihindarkan dalam pembuatan sebuah curriculum vitae.

Jangan cantumkan riwayat gaji

Riwayat gaji yang dimaksudkan di sini adalah gaji atau penghasilan yang pernah kita terima di dalam pekerjaan kita terdahulu, atau gaji yang kita harapkan untuk kita peroleh dari pekerjaan yang kita lamar tersebut.

Untuk hal ini memang perlu ketelitian lebih lanjut. Ada beberapa lowongan pekerjaan yang mensyaratkan untuk menyebutkan berapa jumlah gaji yang diinginkan perbulan atau pertahunnya, namun ada juga lowongan pekerjaan yang tidak mengharuskan untuk menyebutkan jumlah gaji yang diinginkan.

Nah, apabila lowongan pekerjaan itu tidak meminta kita untuk menyebutkan jumlah gaji yang kita inginkan, maka sebaiknya jangan cantumkan jumlah gaji yang kita inginkan. Sebaliknya, apabila lowongan pekerjaan itu jelas-jelas mengharuskan kita untuk menyebutkan berapa jumlah gaji yang kita inginkan, maka tak ada salahnya untuk menyebutkan berapa jumlah gaji yang kita harapkan.

Ada pula lowongan pekerjaan yang secara jelas telah menyebutkan berapa jumlah gaji yang dijanjikan atau yang akan diberikan. Untuk hal semacam ini, sebaiknya kita tidak usah menyebutkan jumlah gaji yang kita inginkan.

Jangan berikan semua dokumen yang dimiliki

Ketika mengirimkan sebuah surat lamaran, kita memang sangat berharap agar kita berhasil mendapatkan pekerjaan yang kita lamar di perusahaan itu. Karenanya, selain melampirkan curriculum vitae, kita juga biasanya akan melampirkan dokumen-dokumen pendukung lainnya seperti fotokopi ijazah terakhir, fotokopi sertifikat dari kursus yang pernah kita ikuti, dan lain-lain.

Penyertaan dokumen-dokumen pendukung tersebut tentu saja bertujuan agar curriculum vitae yang kita tulis tersebut benar-benar valid dan bukan hanya fiktif. Namun, di dalam menyertakan dokumen-dokumen pendukung ini kita tidak perlu melakukan ‘penumpukan dokumen’ di dalam sebuah berkas lamaran.

Maksudnya, jangan sampai berkas lamaran kita menjadi begitu tebal atau menggembung karena banyaknya dokumen pendukung yang kita sertakan dalam lamaran itu. Pilihlah dokumen-dokumen pendukung yang sekiranya dianggap paling penting dan paling layak untuk disertakan dalam sebuah surat lamaran.

Misalnya, kalau kita melamar pada sebuah perusahaan penerbitan untuk mengisi lowongan pekerjaan sebagai editor, dan kita pernah mengikuti sepuluh kali pelatihan kepenulisan, maka tidak perlu kesepuluh sertifikat yang kita miliki itu kita sertakan semua dalam berkas lamaran. Ambil saja satu atau dua dari semua sertifikat itu, dan pilihlah yang sekiranya paling layak untuk disertakan dalam berkas lamaran.

Begitu pula kalau seandainya kita melamar pada suatu pekerjaan yang berhubungan dengan dunia pendidikan, kita tidak perlu menyertakan semua ijazah pendidikan yang pernah kita ikuti semenjak TK sampai perguruan tinggi. Ambil saja ijazah terakhir sebagai dokumen pendukungnya.

Jangan asal tulis referensi

Sekali lagi, karena tujuan kita untuk dapat berhasil memperoleh pekerjaan yang kita inginkan, kita pun seringkali ‘terlalu bersemangat’, khususnya dalam hal menuliskan nama-nama yang menjadi referensi kita dalam surat lamaran tersebut.

Perlu diperhatikan agar kita tidak asal menuliskan nama di dalam referensi ini. Yang perlu diingat ketika kita menuliskan nama sebagai referensi pendukung adalah, kita harus benar-benar yakin kalau nama orang tersebut benar-benar mengenal diri kita, dan juga sekaligus akan memberikan pengaruh atau penilaian yang positif di mata perusahaan yang kita lamar.

Karenanya, hindari untuk asal tulis nama orang sebagai referensi apabila kita tidak yakin betul kalau orang tersebut mengenal kita, atau apabila kita tidak yakin betul bagaimana penilaiannya terhadap diri kita. Umpama kita ingin menuliskan nama mantan atasan kita sebagai referensi pendukung, yakinkan terlebih dulu kalau mantan atasan kita tersebut mengenal diri kita, dan dia akan memberikan penilaian yang positif untuk perusahaan yang kita lamar.

Apabila kita masih ragu-ragu dalam hal ini, sebaiknya tidak usah tuliskan nama referensi pendukung dalam surat lamaran kita. Untuk lebih amannya, tuliskan saja keterangan seperti ini: ‘Referensi; akan diberikan apabila diminta’.

Dengan pencantuman keterangan semacam itu, kita akan berada di posisi aman. Kalau kemudian pihak perusahaan ternyata meminta daftar nama yang bisa dijadikan sebagai referensi, kita bisa mencarinya kemudian dan kita bisa mempelajarinya secara lebih lanjut. Namun apabila perusahaan ternyata tidak meminta, kita pun tidak akan terbebani.

Jangan asal menuliskan informasi pribadi

Penulisan keterangan di dalam sebuah curriculum vitae bertujuan untuk lebih memperkenalkan diri kita pada pihak perusahaan yang kita lamar. Namun ingat, upaya untuk lebih memperkenalkan diri ini tentu saja masih terbatas pada ruang lingkup pekerjaan yang kita lamar tersebut. Karenanya, kita tidak perlu mencantumkan hal-hal yang sekiranya tidak berhubungan dengan pekerjaan tersebut, seperti misalnya hobi, tempat liburan favorit, atau hal-hal lain semacamnya.

Keterangan yang bersifat pribadi yang mungkin dapat disebutkan misalnya adalah; kesediaan kita untuk dipindah-tugaskan ke tempat lain, atau kesediaan kita untuk dikirim ke luar negeri untuk suatu keperluan dinas, dan hal-hal semacamnya yang berhubungan dengan pekerjaan yang kita lamar.

Untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, biasanya pihak perusahaan juga menginginkan informasi lebih lanjut mengenai diri kita serta keluarga yang kita miliki. Jika memang begitu kenyataannya, tak ada salahnya apabila kita mencantumkan nama suami / istri, jumlah anak dan lainnya, selama itu masih berhubungan. Namun jika hal itu tidak diminta, tidak perlu dituliskan.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.