Ular-ular Paling Mematikan di Dunia

olive sea snake

BIBLIOTIKA - Di antara beberapa hewan yang sering ditakuti manusia, ular adalah salah satunya. Bahkan, ular mungkin menempati peringkat atas dalam hal itu. Tak peduli berbisa atau tidak, banyak orang yang takut pada ular, karena wujudnya pun sudah mengerikan. Di antara banyak spesies ular di bumi, berikut ini adalah ular-ular yang dianggap paling mematikan, karena rekornya dalam membunuh manusia.

Anaconda

Anaconda (Eunectes) adalah ular besar yang sangat terkenal. Sebenarnya, ular ini tidak memiliki bisa, namun mereka membunuh dengan cara membelit dan menekan korbannya hingga akhirnya si korban mengalami sesak napas yang berakhir pecahnya pembuluh darah dan kematian.

Ular ini umumnya hidup soliter, dengan wilayah atau teritori yang luas. Popularitas ular ini mungkin mengalahkan ular-ular lain, karena paling sering diangkat ke layar lebar produksi Hollywood.

Saw scaled viper

Saw scaled viper (Echis carinatus) tergolong ular yang kecil, namun sangat agresif dan memiliki racun yang mematikan. Ketika ular lain menggigit mangsa, mereka akan mengeluarkan sebagian racunnya, dan menyimpannya sebagian lagi sebagai cadangan. Namun tidak dengan ular satu ini. Ketika viper menggigit korbannya, ia akan menyuntikkan 80 persen racunnya tanpa ragu, sehingga si korban biasanya tewas.

Agresivitas dan banyaknya racun yang disuntikannya itu menjadikan ular ini memakan korban dalam jumlah besar. Ular berbahaya ini tersebar di wilayah Afrika, Timur Tengah, hingga India.

Rattle snake

Yang paling terkenal dari jenisnya adalah Western diamondback rattlesnake. Ular ini dapat tumbuh hingga sepanjang 1,8 meter, dengan berat mencapai 15,4 kilogram. Ukuran yang besar itu dilengkapi taring sepanjang setengah inci atau 1,3 sentimeter.

Rattle snake umumnya nokturnal, atau aktif bergerak di malam hari, sehingga ia dilengkapi organ pengindraan panas (thermal image) yang dapat melacak sinyal tubuh hewan lain, untuk keperluan perburuannya.

Racun ular ini tergolong dalam jenis hemotoxic, sehingga mampu merusak otot dan jaringan tubuh korbannya, yang berakhir dengan kematian.

Death adder

Death adder (Acanthophis antarcticus) memiliki penampilan mirip ular viper, sehingga orang sering salah duga. Ciri khas ular ini adalah ekornya yang mirip cacing, karena digunakan untuk memancing mangsa.

Kandungan racun ular ini adalah campuran antara hemotoxin, neurotoxin, dan myotoxin. Itu berarti kombinasi untuk racun darah, racun saraf, dan racun otot. Korban yang terkena serangannya hampir dapat dipastikan akan tewas. Penyebaran ular ini meliputi Australia hingga Indonesia, khususnya di Papua.

Reticulated python

Bersama anaconda, ular ini adalah ular terbesar di dunia, karena dapat mencapai ukuran panjang 10 meter. Di Sumatera, Indonesia, ular ini pernah ditangkap dengan ukuran 7 meter.

Sama seperti anaconda, Reticulated python membunuh mangsa dengan cara membelit dan menekan korbannya hingga sesak napas. Namun, ular ini lebih berbahaya dibanding anaconda. Selain lebih agresif dan lebih cepat gerakannya, ular ini juga tidak ragu untuk menelan mangsanya hidup-hidup. Wilayah penyebarannya meliputi Asia, Vietnam, hingga Indonesia.

Tiger snake

Dalam bahasa ilmiah, disebut Notechis scutatus. Dari namanya saja, ular ini sudah terdengar mengerikan. Kenyataannya memang begitu. Racun yang dimilikinya adalah campuran antara neurotoxin, myotoxin, dan coagulant, sehingga korban yang terkena racunnya akan mengalami sesak napas, dan pembengkakan pada bagian tubuh yang digigit.

Populasi terbesar ular ini terdapat di Australia. Di antara spesies Tiger snake lain, Chappell island tiger snake adalah spesies yang paling berbahaya karena paling beracun.

Olive sea snake

Di darat, ular ini bergerak dengan sangat lambat, seolah tak berdaya. Tetapi di laut, dia adalah monster mematikan. Selain lincah bergerak di dalam air, racun dari gigitan ular ini cukup untuk membunuh 60 orang dewasa.

Ketika tergigit ular berbahaya ini, reaksi yang biasa timbul adalah rhabdomyolysis (pecahnya jaringan otot rangka secara cepat) dan kelumpuhan. Efeknya muncul dalam bentuk sakit kepala, lidah yang terasa tebal, rasa haus yang teramat sangat, berkeringat, dan muntah. Seiring dengan itu, tubuh akan terasa semakin sakit, yang diiringi nyeri otot di sekujur tubuh, hingga kelumpuhan otot. Hal itu bisa berakhir dengan gagal ginjal dan kematian.

Penyebaran ular berbahaya ini meliputi indopasifik, yaitu sekitar Australia dan South East Asia.

Black mamba

Jika Olive sea snake adalah monster di lautan, maka Black mamba adalah monster ular darat. Di daratan, ular bermulut hitam ini dapat bergerak dengan kecepatan mencapai 40 meter per jam, sehingga dianggap sebagai ular tercepat di darat. Ia juga sangat agresif, dan akan menyerang siapa saja yang dianggap mengganggunya.

Yang paling menakutkan dari ular ini adalah racun dalam gigitannya. Racun ular ini tergolong sebagai cytotoxin (racun sel), sehingga korban yang mendapat gigitannya hampir dapat dipastikan segera tewas. Jika seseorang tergigit ular ini dan tidak segera mendapat pertolongan dalam waktu 15 menit sampai 3 jam, bisa dipastikan akan tewas. Karena itu pula, ular ini dijuluki “the shadow of death”.

Taipan

Taipan (Oxyuranus scutellatus) adalah salah satu ular berbisa paling ditakuti di dunia, karena racun taicatoxin yang dimilikinya tergolong “highly neurotoxin” alias sangat berbahaya. Racun dalam satu gigitannya dapat membunuh 125 orang dewasa.

Ular taipan dewasa biasa menggigit dengan menyuntikkan sebagian kandungan racun yang dimilikinya, sementara ular taipan muda menggigit dengan seluruh kandungan racun yang dimilikinya. Sehingga ular yang muda lebih mematikan dibanding yang dewasa.

Wilayah penyebaran ular ini meliputi Australia dan sekitarnya, termasuk Papua.

King cobra

King cobra adalah ular berbisa paling panjang di dunia, sekaligus paling beracun. Dalam sekali gigitan, ular ini mampu menghasilkan 16 sendok teh racun. Racunnya tergolong neurotoxic—tak jauh beda dengan ular-ular lain. Namun yang berbahaya adalah jumlah suntikan racunnya.

Setiap tahun, diperkirakan ular ini membunuh sekitar 10.000 orang di dunia dengan racunnya yang berbahaya. Selain memangsa manusia, ular ini juga memangsa ular sesamanya, sehingga dianggap sebagai ular kanibal.

Fierce snake

Fierce snake (Oxyuranus microlepidotus) disebut pula Inland Taipan. Ular ini hidup di Australia, dan merupakan salah satu ular paling mematikan di dunia. Sedikit saja racun ular ini dapat membunuh 100 orang atau 250.000 ekor tikus.

Selain Fierce snake, ada pula ular lain yang hidup di Australia, yakni Australian Brown Snake (Pseudonaja textilis). Selain sangat berbisa, ular ini juga sangat cepat dan agresif. Kemudian, ular lain yang juga tidak kalah mematikan adalah Malayan blue krait (Bungarus candidus), yaitu ular berbisa di Asia, yang racunnya sama mematikan atau setara dengan 15 kali bisa ular kobra. Sementara tiga lain yang juga sangat mematikan adalah Beaked sea snake (Enhydrina schistosa), Coral Snake (Micrurus fulvius), dan Boomslang (Dispholidus typus).

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.