Ular-ular Aneh yang Tidak Biasa

ular bertentakel

BIBLIOTIKA - Sejak kemunculan mereka di zaman dinosaurus, ada ribuan jenis ular yang pernah melata di muka bumi. Dalam perjalanan waktu itu, sebagian spesies punah, namun sebagian lain mampu bertahan hidup dengan berevolusi. Upaya adaptasi dengan pola hidup yang berbeda dan berkembang itu kadang menjadikan mereka spesies yang berbeda, dengan bentuk evolusi yang unik.

Berikut ini adalah jenis-jenis ular yang dianggap paling unik di dunia, dengan bentuk evolusi yang tidak biasa.

Ular gading gajah (Elephant trunk snake)

Ular ini mendapatkan namanya dari wujud kulitnya yang tidak biasa, yang berkerut dan longgar, terlihat tua, dan ukurannya yang sangat besar. Mereka dapat tumbuh hingga 2,5 meter.

Ular yang banyak ditemukan di Indonesia dan Australia ini berhabitat di air, dan tidak berdaya ketika di darat. Mereka tidak bisa meluncur seperti ular lainnya, karena tidak memiliki skala yang luas di dalam perutnya.

Karena hidup di air, ular ini memakan ikan, termasuk lele dan belut. Ular ini hanya memiliki sedikit racun—itu pun tidak mematikan—sehingga mereka menggunakan lilitan untuk membunuh mangsanya. Sisik-sisiknya yang besar dan menonjol adalah adaptasi untuk mencengkeram ikan licin dan melilit mereka di bawah air.

Ular bertentakel (Tentacled snake)

Sebagaimana namanya, ular bertentakel dianggap spesies yang unik, karena keberadaan tentakel berdaging yang aneh pada moncongnya. Ini merupakan spesies terakhir yang masih hidup dari genusnya. Sama seperti ular gading gajah, ular bertentakel hanya bisa hidup di dalam air, dan tak berdaya ketika berada di darat.

Tentakel yang terdapat pada moncong ular ini berfungsi seperti indra yang sangat sensitif, yang memungkinkan ular ini mendeteksi gerakan dalam air, dan menyerang setiap ikan yang berenang di dekatnya. Yang menakjubkan, tentakel ular itu mampu menyerang mangsa dengan kecepatan 15 milidetik, sehingga mangsa yang diburu sulit menyelamatkan diri.

Ular yang dapat tumbuh sekitar 90 sentimeter panjangnya ini memiliki bisa, namun racunnya tidak menjadi ancaman bagi manusia.

Ular hidung panjang (Long nosed vine snake)

Nama lengkapnya adalah ular pohon anggur hidung panjang. Ular yang berasal dari Asia Tenggara ini merupakan predator mematikan. Tidak seperti ular yang lain, ia memiliki penglihatan yang sangat baik, sehingga memungkinkannya menyerang mangsa dengan cepat dan akurat.

Lidahnya berwarna hijau terang. Tubuhnya yang ringan memungkinkannya bergerak cepat di dedaunan, dan bisa melayang dari satu cabang ke cabang lain dengan setengah tubuh di udara.

Makanan utamanya adalah kadal dan katak. Meskipun mereka berbisa, namun ular ini tidak menimbulkan ancaman serius bagi manusia. Gigitannya hanya menimbulkan sakit dan bengkak, dan gejalanya akan hilang dalam beberapa hari.

Ular berhidung daun (Langaha nasuta)

Ular berhidung daun dianggap salah satu reptil paling aneh di dunia. Keunikannya, terutama, pada keberadaan tanduk aneh pada moncongnya. Selain itu, ular ini juga dapat ditentukan gendernya secara mudah hanya dengan melihatnya.

Jantan dan betina dari ular ini terlihat sangat berbeda. Jantan berwarna kekuningan dan memiliki kulit halus dan tajam, serta memiliki “tanduk”, sementara betina memiliki kulit kasar dan berwarna cokelat.

Ular ini hanya dapat ditemukan di hutan hujan di Madagaskar. Sangat berbisa, dan gigitannya dapat sangat menyakitkan bagi manusia, tetapi tidak menyebabkan kematian.

Ular pohon bersisik (Atheris hispida)

Ular ini terdapat di hutan hujan Afrika Tengah, dan dapat tumbuh hingga 75 sentimeter. Memiliki bulu seperti sisik, dan hal itu menjadikan penampilannya tampak lain dari ular-ular lain.

Bagian depan rahang atas ular ini ditumbuhi taring, dan ia termasuk ular yang beracun. Gigitannya menyebabkan kesulitan bernapas, pembekuan darah, rasa sakit dan bengkak, sampai kematian. Sampai saat ini belum ada penawar yang dapat mengatasi racunnya, namun untungnya ular ini biasanya tinggal jauh dari pemukiman manusia. Karena keberadaannya juga sangat langka, ular ini pun termasuk hewan yang dilindungi.

Ular tanduk kecil (Horned viper)

Nama resmi untuk ular ini adalah Cerastes cerastes. Cerastes adalah raksasa mistis asal Yunani, seekor ular yang bersembunyi di bawah pasir di padang pasir, dan biasa menyergap setiap makhluk yang lewat dengan menggunakan tanduknya yang mematikan.

Ular tanduk kecil ditemukan di padang pasir Afrika Utara juga Timur Tengah, dan ular ini memang memiliki sepasang tanduk yang kecil, biasanya berukuran 5 sentimeter, dan terletak di atas mata. Namun ada pula beberapa individu yang tidak memiliki tanduk, atau hanya tumbuh sedikit. Mereka berbisa, namun gigitannya tidak fatal bagi manusia.

Ular bertaring (Burrowing asp)

Ular bertubuh kecil dari Afrika ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah tanah, dan menjadikan tikus sebagai makanannya. Untuk keperluan itu, ia menggunakan sejenis taring besar miliknya yang berfungsi sebagai pencengkeram berbisa. Ketika digunakan, taring itu menonjol keluar dari mulutnya.

Taring yang dimiliki ular itu merupakan senjata berbahaya, dan ular ini pun dapat membunuh korbannya dengan mudah menggunakan taringnya. Karena memiliki taring yang panjang, ular ini pun mampu menyuntikkan racun yang dimilikinya lebih dalam ke tubuh mangsanya. Karena itu, ular ini sangat berbahaya bagi manusia.

Ular air Jepang (Tiger leelback)

Dikenal pula dengan nama Yamakagashi, ular ini kebanyakan ditemukan di Asia Timur. Ular ini ada yang memiliki kulit berwarna-warni cerah, ada pula yang terlihat normal sebagaimana umumnya ular. Bentuknya kecil, jarang melebihi satu meter, dan jarang memperlihatkan diri. Fakta itu kemudian menjadikan banyak orang mengira ular itu tidak berbahaya. Sampai kemudian, pada tahun 1980-an, seseorang ditemukan tewas karena gigitannya.

Makanan utama ular ini adalah katak. Ajaibnya, ular ini kebal dengan racun yang terdapat pada katak beracun. Selain itu, ia juga dapat memisahkan racun dari katak beracun yang dimakannya, dan kemudian menyimpan racun katak itu di dalam kelenjar yang ada di lehernya.

Taring berbisa ular ini terletak di bagian belakang rahang, sehingga mereka tidak dapat menyuntikkan racun mereka dengan mudah seperti ular lainnya. Namun, meski begitu, ketika merasa terancam, mereka dapat melepaskan dua racun yang dimilikinya—racun pribadi, dan racun katak yang telah dikumpulkannya dari mangsanya.

Ular terbang (Flying snake)

Dinamai ular terbang, karena ular ini sering terlihat melayang dari satu pohon ke pohon lain. Meski namanya ular terbang, namun ular ini tidak benar-benar bisa terbang. Ketika akan berpindah dari satu pohon ke pohon lain, ular ini dapat meluncurkan diri ke udara, dan saat melayang ia meregangkan tulang rusuk dari dalam perutnya, sehingga tubuhnya melebar dan berfungsi menyerupai sayap.

Kemampuan terbang ular ini bahkan melebihi kemampuan tupai. Jika tupai dapat meluncur hingga 60 meter dari satu pohon ke yang lain, ular terbang dapat meluncur hingga 100 meter atau lebih, dan mereka benar-benar meluncur di udara dengan tingkat stabilitas yang lebih baik.

Ular yang ditemukan di hutan hujan di India dan Asia Tenggara itu menjadikan kadal dan hewan-hewan kecil sebagai makanan utamanya, dan biasa menghabiskan sebagian besar waktunya di pohon. Ular ini tidak berbahaya bagi manusia.

Ular laut (Sea snake)

Di antara jenis ular lain, ular laut dapat dibilang paling unik. Mereka berasal dari keluarga yang sama seperti kobra dan ular karang (elapidae), namun telah beradaptasi ke gaya hidup yang benar-benar di dalam laut. Sampai saat ini, ada 62 spesies yang diketahui, dan mereka dapat ditemukan di samudera Pasifik dan samudera Hindia.

Ular laut memiliki bisa yang berbahaya, racunnya sepuluh kali lebih kuat dari ular kobra. Di antara semua ular laut, yang dianggap paling berbisa adalah spesies ular laut One dan Belcher. Untungnya, ular laut sangat jinak, dan korban jiwa manusia sangat jarang.

Karena hidup di laut, mereka bernapas dengan menyerap oksigen langsung dari air, melalui kulit mereka. Selain itu, mereka juga memiliki kelenjar khusus di lidah, yang dapat membuang kelebihan garam dari organ dalam tubuhnya.

Di antara spesies ular laut, yang paling menakjubkan adalah Golden sea snake (Ular laut emas). Ekor spesies ini berfungsi seperti fotoreseptor, yang memungkinkan mereka mendeteksi variasi cahaya dan keberadaan predator atau mangsa. Dapat dikatakan, spesies satu itu dapat melihat melalui ekornya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.