Tips Sukses Mengelola Keuangan

Mengelola Keuangan

BIBLIOTIKA - Ini khusus untuk orang yang memiliki penghasilan tidak tetap. Karena penghasilan tidak tetap, maka uang yang diperoleh dalam setiap bulannya pun seringkali tidak tetap; bisa berjumlah besar, namun bisa pula berjumlah kecil.

Nah, kecenderungan orang yang semacam ini adalah; ketika ia mendapatkan penghasilan besar, maka dia pun akan hidup dengan menghabiskan penghasilannya yang besar itu. Dan ketika penghasilan yang didapatkan kecil, maka dia pun akan menghabiskan jumlah yang kecil itu sambil berharap di bulan mendatang akan mendapatkan hasil yang besar lagi. Akibatnya, uang pun tak pernah terkumpul selain hanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang sepertinya tak ada habis-habisnya.

Tentu saja pola seperti ini tidak produktif, kaitannya dengan upaya kita untuk dapat menabung dan mengelola penghasilan kita perbulannya. Karenanya, untuk orang yang memiliki penghasilan tidak tetap seperti ini sebaiknya memiliki sebuah rekening penampungan. Apa yang disebut sebagai rekening penampungan ini berfungsi untuk menampung berapa pun penghasilan yang kita peroleh dalam setiap bulan atau setiap waktu.

Jadi, berapa pun jumlah penghasilan yang kita dapatkan, masukkan semuanya ke dalam rekening penampungan ini, dan kemudian ambillah sejumlah yang telah kita tetapkan sebagai kebutuhan rata-rata dari anggaran bulanan kita. Kalau kita menetapkan jumlah rata-rata kebutuhan bulanan kita adalah Rp. 1 juta perbulan, maka hanya ambillah sejumlah itu dan biarkan sisanya berada di dalam rekening penampungan itu tanpa harus diusik-usik lagi.

Lalu bagaimana kalau kebetulan penghasilan kita dalam suatu bulan kurang dari jumlah rata-rata itu?

Di sinilah keuntungan memiliki rekening penampungan, sehingga kita tidak menjadi kelabakan. Apabila di suatu bulan penghasilan kita kebetulan kurang dari rata-rata jumlah yang kita butuhkan, maka kita bisa mengambil kekurangannya dari rekening penampungan tadi. Kalau seumpama dalam suatu bulan kita hanya mendapatkan Rp. 800 ribu, maka sisanya yang Rp. 200 ribu bisa diambilkan dari rekening penampungan.

Namun, agar pola pengelolaan seperti ini tidak menjadi ‘besar pasak daripada tiang’, maka anggarkanlah jumlah rata-rata yang bijaksana dan sewajarnya. Maksudnya, kalau penghasilan maksimal yang dapat kita peroleh adalah senilai Rp. 5 juta, maka jangan anggarkan jumlah rata-rata senilai Rp. 4 juta.

Disiplin, disiplin, disiplin

Ini adalah tiga kata kunci dalam kaitannya dengan pengelolaan uang yang kita miliki. Disiplin, disiplin dan disiplin. Sebanyak apapun penghasilan yang kita miliki dan sebanyak apapun jumlah uang yang berhasil kita masukkan ke dalam tabungan, maka selamanya tetap saja tak akan menghasilkan perubahan apa-apa kalau kita tidak disiplin dalam melakukannya.

Mungkin bisa saja kita telah menuliskan anggaran bulanan kita dan kita mematuhi anggaran tertulis itu dan menabungkan uang gaji kita setiap bulannya. Namun, jika ini tidak diiringi dengan kedisiplinan, maka bisa saja kita merasa ‘gatal’ di tengah jalan dan kemudian mengambil kembali uang tabungan kita dengan berbagai macam alasan yang sepertinya (kita anggap) masuk akal untuk melakukannya.

Ada salah satu hukum psikologi yang menyatakan bahwa kita selalu bisa membujuk diri sendiri untuk melakukan apapun yang ingin kita lakukan—dan kita selalu akan memiliki dalih pembenaran atasnya. Kaitannya dengan hal ini, kita selalu bisa saja menemukan alasan tertentu yang menjadikan kita untuk melanggar sesuatu yang telah kita tetapkan sendiri, dan kemudian melakukannya lagi, dan lagi.

Bisa saja dalam satu bulan kita telah memasukkan sejumlah uang ke dalam rekening tabungan kita, dan kita telah bertekad untuk dapat hidup dengan uang sisa tabungan itu. Namun, selalu saja ada alasan yang dapat kita berikan kepada diri kita sendiri untuk mengambil kembali uang tabungan itu, dan kita akan percaya dengan alasan itu sehingga kita pun mulai melakukannya. Dan ketika hal semacam itu mulai terjadi, maka kemungkinan jelasnya hanyalah bahwa itu akan terjadi dan terjadi lagi.

Jadi, disiplin adalah kunci utama dalam hal menyangkut pengelolaan uang ini.

Salah satu hal yang dapat digunakan untuk menunjang kedisiplinan dalam hal ini adalah ‘menutup pintu tabungan dari kemungkinan kita mengambilnya’. Maksudnya, kalau kita menabung dalam sebuah rekening di bank, jangan biarkan diri kita mudah untuk dapat mengambilnya. Salah satu caranya adalah dengan tidak menggunakan kartu ATM. Jika pihak bank menawari pelayanan ATM, sebaiknya tolak saja, dan dengan begitu kita akan sedikit kesulitan untuk dapat mengusik-usik uang yang ada di dalam rekening tersebut.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.