Tips Menulis Curriculum Vitae untuk Lamaran Kerja

Curriculum Vitae

BIBLIOTIKA - Jika ringkasan yang kita sampaikan menghapuskan beberapa keterangan penting pada curriculum vitae kita, maka cobalah mengkaji ulang ringkasan tersebut untuk menggabungkan beberapa informasi yang sekiranya bisa memikat bagian personalia untuk mengundang kita dalam sebuah wawancara.

Untuk tujuan tersebut, kita bisa mengevaluasi surat lamaran yang kita kirimkan itu dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:

Jangan gunakan surat lamaran yang lama

Terkadang kita malas dalam memperbarui surat lamaran ketika kita ingin melamar suatu pekerjaan yang baru. Akibatnya, kita seringkali menggunakan surat lamaran dan curriculum vitae yang dulu pernah kita gunakan untuk kita gunakan kembali.

Sebisa mungkin, hindari kemalasan seperti ini, karena akibatnya bisa sangat banyak dan menentukan hasil dari lamaran tersebut. Surat lamaran dan curriculum vitae yang lama kadang-kadang sudah kedaluwarsa, dalam arti; ada beberapa hal yang mungkin sudah tak relevan lagi dengan diri kita, atau dengan perkembangan keadaan masa kini yang telah terjadi.

Karena itu, setiap kali kita ingin melamar sebuah pekerjaan yang baru, perbarui pulalah surat lamaran kita, dan hindari penggunaan surat lamaran yang lama. Tentu saja surat lamaran dan curriculum vitae yang lama masih bisa digunakan, namun hanya sebatas untuk pengingat—dan bukan untuk ditiru sepenuhnya.

Jadi, perbaruilah selalu surat lamaran kita, khususnya bila memang resume kita telah kedaluwarsa, serta gunakanlah curriculum vitae yang baru untuk menerangkan pekerjaan dan pendidikan terbaru kita.

Spesifikasi jenis objek yang menjadi sasaran

Ketika tengah mencari pekerjaan, banyak orang yang kemudian mencoba mencarinya di surat kabar, atau di media lain yang biasanya juga memuat pemberitahuan atau iklan menyangkut lowongan kerja.

Nah, tidak jarang seseorang kemudian menemukan ada cukup banyak lowongan yang menarik minat mereka, sehingga mereka pun tertarik untuk mencoba melamar semua lowongan kerja yang ada tersebut—yang menarik minat mereka.

Ketika hal semacam ini yang kita lakukan, yakni melamar beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan, perhatikanlah jenis pekerjaan yang kita lamar itu. Apakah semua jenis pekerjaan itu sama? Ataukah jenis pekerjaan itu berbeda? Karena sebuah surat lamaran sebisa mungkin haruslah spesifik, dalam arti menuju titik sasaran yang jelas.

Tentu saja kita tahu bahwa tidak mungkin sebuah surat lamaran bisa digunakan untuk melamar tiga pekerjaan sekaligus, dimana tiga pekerjaan itu jelas-jelas berbeda, semisal pekerjaan sebagai satpam, sekretaris dan salesman. Untuk melamar beberapa pekerjaan sekaligus yang memiliki jenis berbeda seperti itu, kita juga harus membuat surat lamaran sekaligus curriculum vitae yang berbeda.

Jadi, poin penting dalam hal ini adalah; jangan malas. Jangan malas untuk membuat surat lamaran yang berbeda kalau memang kita melamar jenis-jenis pekerjaan yang berbeda. Pekerjaan berat membuat surat lamaran tentu saja akan terbayar lunas kalau pekerjaan yang kita inginkan itu berhasil kita dapatkan.

Pentingnya mencantumkan minat dan pengalaman

Ketika menghadapi surat lamaran yang datang bertumpuk-tumpuk, tidak jarang seorang manajer personalia akan menjadi malas untuk membaca semuanya atau mempelajari semua isinya satu-persatu secara menyeluruh. Ketika hal semacam itu terjadi, biasanya si manajer hanya akan membacanya sekilas, khususnya pada poin-poin penting, dan kemudian memutuskan apakah ia akan menindaklanjuti sebuah surat lamaran ataukah tidak.

Di sinilah pentingnya untuk selalu menuliskan minat dan jenis pekerjaan kita dalam sebuah surat lamaran yang kita kirimkan. Dengan menerangkan secara jelas namun ringkas mengenai minat kerja serta pengalaman kerja (plus prestasi yang kita peroleh berkaitan dengan pekerjaan itu), seorang manajer personalia akan langsung memperoleh gambaran tentang diri kita melalui surat lamaran yang sekilas dibacanya itu.

Jika minat serta jenis pekerjaan yang kita kuasai tersebut memang sesuai dengan yang mereka butuhkan, maka si manajer pun akan memutuskan untuk menindaklanjuti surat lamaran tersebut, atau setidaknya dia akan membaca dan mempelajarinya secara lebih lanjut.

Karena begitu pentingnya bagian ini, maka kalau bisa, tuliskan pula kontribusi kita pada setiap bidang pekerjaan yang pernah kita tangani. Ini akan memperjelas kualifikasi yang kita miliki, sekaligus juga memberikan gambaran yang lebih spesifik bagi pembaca surat lamaran kita.

Perlihatkan ketrampilan yang kita miliki

Semua perusahaan tentu saja menginginkan seorang pekerja yang terampil di bidangnya. Untuk itu, karena kita ingin menunjukkan bahwa kita juga sosok yang terampil, maka manfaatkanlah surat lamaran yang kita kirimkan itu untuk memperlihatkan ketrampilan yang kita miliki.

Ciptakanlah sebuah bagian khusus di dalam surat lamaran kita yang hanya menunjukkan jenis dan tingkat ketrampilan yang kita miliki pada bidang kerja yang kita geluti. Bidang yang secara khusus menerangkan tentang ketrampilan seorang pelamar kerja ini biasanya disebut ‘Areas of Expertise’; yang isinya hanya menjelaskan kecakapan dan ketrampilan si pelamar kerja.

Perjelas alamat dan mudahkan cara menghubungi

Ini adalah salah satu poin penting dalam sebuah surat lamaran, yakni identitas diri kita, khususnya alamat tempat tinggal dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Sebisa mungkin, tulislah alamat kita sejelas mungkin, lalu berikan nomor telepon, nomor ponsel, alamat e-mail dan cara lainnya yang memungkinkan untuk dapat memudahkan pihak perusahaan dalam menghubungi kita.

Tentunya kita tidak menginginkan kalau surat lamaran kita dianggap oke, namun pihak perusahaan memutuskan untuk menolak hanya karena mereka tidak bisa menghubungi kita, kan? Karenanya, perjelas, perjelas dan perjelas alamat, serta mudahkan, mudahkan dan mudahkan cara menghubungi kita. Tuliskan hal itu secara lengkap!

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.