Teknik Unik Laba-laba dalam Memburu Mangsa

laba-laba

BIBLIOTIKA - Meski laba-laba sering dimasukkan ke dalam golongan serangga, namun laba-laba bukan serangga. Para ilmuwan mengklasifikasikan laba-laba dalam kelas arachnid (bersama kalajengking, kutu, tungau), yang dalam beberapa hal berbeda dengan serangga.

Laba-laba memiliki delapan kaki, sementara semut, lebah, kumbang, dan serangga lain hanya memiliki enam kaki. Kebanyakan serangga juga memiliki sayap dan antena, sedangkan laba-laba tidak. Arachnid termasuk dalam filum Artropoda.

Yang khas dari laba-laba adalah kemampuannya dalam membuat jaring-jaring khusus yang digunakannya dalam menangkap mangsa. Namun, sesungguhnya, cara laba-laba dalam menangkap mangsa tidak hanya mengandalkan jaringnya. Mereka juga memiliki taktik dan teknik unik lain yang mengagumkan. Berikut ini beberapa di antaranya.

Lemparan laso

Di antara banyak laba-laba lain, laba-laba Bolas dianggap memiliki teknik paling unik dapat menangkap mangsa—ia melemparkan laso. Laba-laba ini menggunakan hidungnya untuk mengendus keberadaan mangsa. Kemudian, dia akan mengeluarkan laso yang terbuat dari tali jaringnya, dan melemparkannya dengan kecepatan yang tak tertangkap mata manusia.

Perangkap di gurun

Laba-laba gurun biasa hidup di celah-celah kecil. Ketika berburu mangsa, mereka tidak agresif. Yang mereka lakukan benar-benar cerdik, yaitu dengan memasang jaring perangkap di bagian pintu dalam celah, lalu meletakkan kaki-kaki depannya di luar sehingga terlihat oleh calon pemangsa. Begitu mangsanya tertarik, laba-laba gurun akan menarik kakinya, dan si mangsa akan terjerat dalam jaring perangkap.

Samaran mematikan

Laba-laba Caerostis adalah laba-laba yang sangat pintar menyamar. Ia biasa berburu mangsa di malam hari dengan menggunakan jaringnya, dan ketika fajar tiba ia akan membongkar jaring itu.

Kemudian, di siang hari, laba-laba ini akan berdiam diri sambil menyamarkan dirinya dengan ranting atau daun dan bunga yang dihinggapinya, sehingga keberadaannya tak terlihat. Lebah yang tidak waspada akan datang ke sana, dan laba-laba itu pun akan menangkapnya.

Penyamaran laba-laba tersebut sangat baik, karena mereka dapat membuat pola yang sama dengan tempatnya berada. Selain di ranting atau daun, laba-laba ini juga dapat menyamarkan keberadaannya ketika di atas pasir, dan warnanya seolah menyatu dengan pasir.

Jaring tangga melingkar

Bagi sebagian besar serangga, jaring laba-laba adalah perangkap mematikan. Namun ada beberapa serangga yang dapat selamat dari perangkap tersebut, salah satunya ngengat. Ngengat tidak mempan terhadap jebakan jaring laba-laba karena tubuh ngengat ditutupi debu yang menjadikan perekat pada jaring laba-laba tidak lagi efektif dalam menangkapnya. Berkat debu pada tubuhnya, ngengat selalu dapat lolos dengan mudah dari jaring laba-laba.

Namun, ngengat tidak berdaya ketika menghadapi perangkap jaring yang dibuat laba-laba Skoloderus. Laba-laba itu tinggal di daerah tropis, dan membuat jaring dengan tampilan mirip tangga melingkar. Jaring itu cukup besar—tingginya mencapai 1 meter, dengan lebar antara 15 sampai 20 sentimeter.

Ngengat yang tertangkap ke dalam jaring itu akan jatuh ke dasar jaring. Selama terjatuh, ngengat akan kehilangan sebagian besar debu pelindung di tubuhnya, hingga akhirnya terjerat dalam perangkap Skoloderus.

Lemparan jaring

Jika laba-laba Bolas melemparkan laso untuk menangkap mangsa, laba-laba Dinopis melemparkan jaringnya untuk tujuan yang sama.

Ketika berburu mangsa, laba-laba ini akan mencantolkan seutas benang jaringnya pada sebuah dahan atau ranting pohon, kemudian ia akan bergantung pada benang tersebut sambil bersiap. Ia akan menunggu dengan sabar. Begitu ada mangsa yang lewat di bawahnya, laba-laba ini akan melompat dengan tiba-tiba sambil melemparkan jaring buatannya yang akan langsung memerangkap si mangsa.

Tipuan mematikan

Ada beberapa jenis dalam spesies laba-laba, di antaranya Portia dan Euryattus. Masing-masing jenis tersebut memiliki ciri, pola, dan bentuk jaring, serta cara kawin yang berbeda. Hal itu dimanfaatkan oleh laba-laba Portia ketika akan berburu mangsa.

Laba-laba Portia memangsa laba-laba lain. Untuk tujuan itu, ia akan melakukan tipuan yang berbahaya, tapi mematikan. Ketika akan memangsa laba-laba Euryattus, misalnya, ia akan menyamar sebagai Euryattus, dengan membuat jaring mirip Euryattus, dan bergaul dengan laba-laba Euryattus. Ketika calon mangsanya lengah, laba-laba Portia pun menunjukkan jati dirinya yang asli, dan memangsa korbannya.

Jaring penangkap di air

Laba-laba Dolomedes dapat bergerak dengan nyaman di atas air, berkat keberadaan bulu tahan air pada kaki-kakinya. Kemampuan itu dijadikan laba-laba ini sebagai cara mencari mangsa.

Ketika berburu ikan kecil yang akan dijadikan mangsa, laba-laba ini akan menyiapkan jaringnya, dan bersembunyi di tengah rerimbunan dekat air. Ia akan menunggu dengan sabar. Ketika terlihat ikan kecil mendekat, ia akan melemparkan jaringnya ke dalam air untuk menangkapnya. Jika perlu, laba-laba ini bahkan dapat membangun jaring di dalam air untuk tujuan yang sama.

Si penyelam maut

Jika laba-laba Dolomedes menunggu mangsanya di atas air, laba-laba Lonceng lebih agresif dalam mencari mangsa.

Mula-mula, ia akan membangun jaringnya di dekat permukaan air, lalu bersiap di sana. Ia dapat merasakan keberadaan calon mangsa melalui ujung-ujung kakinya. Begitu merasakan keberadaan calon mangsa di bawahnya, laba-laba itu akan terjun dan menyelam ke dalam air, menangkap dan meracuni ikan tersebut, kemudian membawanya ke darat untuk disantap.

Roda maut di bukit

Laba-laba gurun Namibia, Afrika Barat-Daya, memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki spesies laba-laba lainnya. Laba-laba itu biasa membangun sarangnya di puncak gurun pasir, sehingga ia dapat melihat ke bawah dengan leluasa.

Ketika melihat lebah atau mangsa lain di bawah, laba-laba itu akan bergerak melipat kaki-kakinya hingga tubuhnya tergulung menyerupai bola, dan setelah itu ia menuruni bukit seperti roda yang terguling. Gerakan jungkir balik itu sangat cepat, sehingga mangsa yang diburunya sering tak mampu menyelamatkan diri.

Ukuran tubuh laba-laba tersebut sekitar 2,5 sampai 3 sentimeter. Ketika menggulung tubuhnya hingga seperti roda, ia dapat bergerak dengan kecepatan 2 meter per detik. Sebagai perbandingan, kecepatan itu setara dengan sebuah roda kendaraan yang bergerak dengan kecepatan 40 kilometer per jam.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.