Spesies-spesies Ular Berbahaya di Dunia

langaha lasuta

BIBLIOTIKA - Meski secara umum ular dianggap berbahaya, namun tidak semua bahaya itu disebabkan bisa atau racun yang dimiliki ular. Albino burmese phytons, misalnya, adalah salah satu ular yang tidak berbisa, bahkan dianggap jinak sehingga kadang dijadikan sebagai hewan peliharaan. Namun, ular itu memiliki tubuh yang panjang sekaligus besar. Karenanya, meski tidak berbisa, ia dapat membunuh mangsanya dengan cara membelit.

Kemudian, ada pula ular yang disebut Blue coral snake. Ular ini sangat berbisa, bahkan mungkin yang paling berbisa di antara spesies ular-ular lainnya. Kelenjar racun ular ini terdapat pada hampir bagian tubuhnya, dari kepala sampai dekat ekor.

Berikut ini spesies-spesies ular yang mungkin kurang terkenal, namun dianggap berbahaya, baik karena racunnya, atau karena ukuran tubuhnya.

Emerald tree boa

Emerald tree boa (Corallus caninus) adalah spesies ular boa yang memiliki warna-warni menarik pada tubuhnya. Ular ini dapat ditemukan di hutan hujan Amerika Utara. Ular dewasa dapat memiliki panjang hingga 6 kaki atau 1,8 meter. Yang membuatnya menakjubkan, ular ini memiliki gigi taring yang panjang dan besar, melebihi rata-rata ukuran gigi ular berbisa lainnya.

Cobra’s hood

Dijuluki The Spectatled Cobra, ular ini memiliki guratan semacam simbol di bagian belakang kepalanya. Ular yang dapat ditemukan di Asia Tenggara ini memiliki bisa yang mematikan. Dibandingkan ular-ular lain, Cobra’s hood lebih banyak menyebabkan korban kematian pada mangsanya.

Biasanya, ular kobra ini memangsa tikus, unggas, dan katak, namun tidak jarang juga ditemukan di dalam rumah penduduk jika kebetulan sedang kelaparan namun tak memperoleh mangsa.

Blind snake

Ditemukan di Madagaskar, ular ini dapat dibilang buta, atau nyaris tidak dapat melihat. Dengan panjang sekitar 1 kaki atau 30 sentimeter, ular ini bertingkah laku seperti cacing, yaitu suka menggali setiap bawah permukaan tanah. Namun, meski begitu, ular ini tidak sepenuhnya mirip cacing, karena ia berbisa dan cukup berbahaya. Selain itu, ular ini juga memiliki tulang belakang yang kecil.

Albino burmese phytons

Seperti umumnya ular piton, spesies yang disebut Albino burmese phytons ini pun dapat tumbuh hingga sangat besar. Meski tampak mengerikan, ular yang banyak hidup di Florida ini kadang dijadikan sebagai hewan peliharaan karena dianggap jinak.

Namun, meski begitu, karena ukurannya yang besar, ular ini tetap berbahaya. Ia dapat membunuh mangsa hanya dengan membelitnya hingga si mangsa kehabisan napas. Para pemeliharanya juga tidak terbebas dari kemungkinan diserang. Jika ular ini kebetulan sedang kelaparan, tidak jarang ia akan menyerang pemeliharanya.

Bright pink snake

Disebut pula Liophidium pattoni, ular ini dapat tumbuh sepanjang 16 inci atau 40 sentimeter, dan biasa memangsa tikus kecil atau kadal, meski kadang pula menyerang manusia. Bagian punggung ular ini berwarna merah muda cerah, dan ciri itu menjadikannya sebagai salah satu ular paling berwarna-warni di seluruh Madagaskar.

Pada tahun 2010, ular ini menjadi salah satu penghuni resmi taman nasional Masoala, sebelah timur laut Madagaskar.

Albino nelsoni

Albino Nelsoni (Nelsonps Milksnake) disebut sebagai raja ular yang ditemukan di Meksiko. Memiliki tubuh yang berwarna cerah, ular ini dapat tumbuh hingga sepanjang 110 sentimeter lebih, dan tubuhnya dihiasi lingkaran merah mirip cincin sebanyak 13 sampai 18 lingkaran.

Biasa mendiami ladang-ladang kering dan semak berduri, ular ini memangsa burung, kadal, juga katak. Ular tersebut dinamakan Albino nelsoni, sebagai bentuk penghormatan kepada Nelson Edward, mantan kepala Survei Biologi AS yang menemukannya.

Blue coral snake

Blue coral snake atau ular karang beracun adalah ular dari keluarga Elapidae, dan bisa ditemukan di semua ketinggian hutan hujan Asia Tenggara. Spesies ini dapat ditemukan di Thailand, Malaysia, Singapura, juga Indonesia, namun jarang terlihat karena biasa aktif di malam hari.

Di siang hari, mereka akan mengubur diri di bawah tumpukan daun kering, puing-puing hutan, lalu merayap keluar ketika hari mulai gelap. Yang menakutkan, ular ini sangat berbisa. Bahkan kelenjar racunnya terdapat pada semua bagian tubuhnya, hingga sampai dekat ekor.

Elephant trunk snake

Secara umum dinamakan sebagai ular belalai gajah, dan nama itu dapat digunakan untuk semua keluarga jenis ular ini. Spesies Elephant trunk snake adalah yang paling terkenal di antara spesies keluarga lainnya.

Ular ini dapat ditemukan di seluruh Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Australia, dan New Guinea. Biasa aktif di malam hari, ular ini memangsa ikan di perairan. Ia memiliki sisik-sisik yang kasar, yang digunakannya untuk membelit ikan yang bertubuh licin.

Langaha lasuta

Disebut pula ular berhidung, ular ini memiliki semacam tanduk pada bagian moncongnya. Karena itulah, ular ini pun merupakan salah satu reptil aneh di dunia, selain juga berbahaya. Langaha lasuta biasa hinggap di pepohonan, dan memangsa kadal.

Horned viper

Merupakan penghuni padang pasir di Negev di barat laut Israel, ular ini biasa aktif di malam hari. Di siang hari, mereka akan bersembunyi di lubang-lubang pasir, lalu merayap mencari makan ketika hari telah gelap. Karena itu, orang-orang yang kebetulan apes tak melihatnya kadang menjadi korban gigitannya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.