Spesies-spesies Paus Terbesar di Dunia

Paus biru

BIBLIOTIKA - Umumnya, paus memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibanding gajah. Tidak seperti hewan laut lainnya, paus bernapas menggunakan paru-paru, karena dia mamalia. Karena alat pernapasannya adalah paru-paru, maka paus pun sering menampakkan dirinya di permukaan air untuk mengambil napas di udara bebas, seperti mamalia lainnya.

Yang mungkin masih jarang diketahui orang adalah fakta bahwa paus tidak minum air laut, karena garam berbahaya bagi mereka. Untuk mencukupi kebutuhan airnya, paus mendapatnya dari makanan yang ditelannya. Karena ukuran tubuh mereka yang sangat besar, kebutuhan makan mereka pun besar-besaran. Berikut ini adalah spesies-spesies paus paling besar di dunia, yang perlu kita tahu.

Paus biru


Mamalia laut ini masuk ke dalam subordo paus balin, dan dipercaya sebagai hewan paling besar yang pernah ada. Panjangnya lebih dari 33 meter, dengan berat mencapai 181 ton atau lebih. Warna tubuh paus ini kelabu kebiruan, sehingga disebut paus biru, meski warna itu bervariasi antar subspesies.

Sebagaimana paus balin lain, paus biru juga menjadikan krill sebagai makanannya, juga ikan kecil dan cumi-cumi. Hewan ini hidup di hampir seluruh samudera, hingga memasuki abad ke-20. Sekarang, spesies ini dilindungi karena mendekati kepunahan akibat seringnya diburu.

Paus bowhead

Paus ini memiliki kepala yang besarnya hingga sepertiga dari total panjang tubuhnya, dan memiliki mulut yang panjangnya hingga 4,9 meter, tinggi 3,7 meter, dan lebar 2,4 meter, dengan berat lidah hampir 1 ton. Kepalanya berbentuk segitiga, dan memiliki tonjolan yang disebut stack di bagian hidung yang berfungsi untuk menghancurkan es ketika akan bernapas ke permukaan.

Habitat paus ini memang di wilayah kutub utara dan lautan Arktik, dan stack yang dimilikinya dapat menghancurkan es dengan ketebalan 30 sampai 60 sentimeter. Selain itu, paus ini juga memiliki perlindungan kulit dari lemak yang tebalnya mencapai 30 sentimeter di bagian bawah kulitnya.

Warna tubuhnya hitam kebiruan dan putih pada bagian rahang bawah. Warna putihnya akan semakin melebar seiring pertambahan usianya. Paus ini memiliki tulang insang yang berjumlah 350 pasang, dengan bulu berwarna perak yang tergantung dari rahang. Sementara lebar ekornya sekitar 7,6 meter, dan panjang siripnya 1,8 meter.

Paus sikat

Bentuk fisik paus ini mirip paus bowhead. Warna kulitnya hitam, namun di bagian perut ada warna putih. Tubuhnya banyak ditempeli cyamids—sejenis kutu paus—dan paus ini tidak memiliki dorsal (sirip punggung).

Panjang paus sikat mencapai 18 meter, dengan berat antara 60 sampai 80 ton. Spesies terbesar yang pernah diketahui mencapai 18,3 meter, dengan berat 106 ton. Makanannya sama seperti paus lain, yaitu krill dan copepods.

Pada tahun 1998, total populasinya diperkirakan sekitar 7.000 ekor, dalam tiga jenis berbeda. Jumlah itu terus berkurang, hingga saat ini dianggap sebagai paus paling langka di antara paus besar lainnya. Selain karena sering diburu, paus ini juga sering terkena baling-baling kapal laut, misalnya seperti yang terjadi di pelabuhan-pelabuhan Amerika, juga sering terjerat tali-tali jaring nelayan yang menjerat rahang ketika mereka membuka mulutnya untuk menyerap plankton.

Paus sirip

Tubuh paus ini panjang dan ramping, dengan warna kulit abu-abu kecokelatan. Panjangnya bisa mencapai 27 meter, dengan berat sekitar 70 ton. Namun rata-rata panjang paus sirip dewasa sekitar 24 sampai 25 meter.

Paus ini menjadikan krill, ikan kecil, dan cumi-cumi serta plankton lainnya sebagai makanannya, dan dalam sehari seekor paus sirip dapat menghabiskan 2.000 kilogram makanan tersebut.

Mereka bisa mencapai usia 25 sampai 30 tahun, namun juga bisa lebih. Pada saat ini, diperkirakan tinggal 3.000 ekor paus sirip yang masih tersisa.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.