Spesies-spesies Kalajengking Paling Mematikan

death stalker

BIBLIOTIKA - Kalajengking adalah salah satu hewan yang ditakuti manusia. Selain sosoknya yang tampak mengerikan, hewan ini juga dapat menyengat dengan racunnya. Di antara spesies kalajengking yang rata-rata menakutkan, berikut ini adalah spesies-spesies kalajengking yang dianggap paling berbahaya di dunia.

Death stalker

Death stalker (Leiurus quinquestriatus) dikenal sebagai spesies kalajengking yang memiliki racun paling mematikan dibanding spesies kalajengking lainnya. Racun death stalker adalah campuran dari berbagai racun neurotoksin yang sangat kuat, yang dapat menyebabkan rasa sakit tak tertahankan, kemudian demam, diikuti kejang-kejang, kelumpuhan, koma, dan kematian.

Hewan yang panjangnya dapat mencapai 10 sampai 15 sentimeter ini berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Selain sangat beracun, hewan ini juga agresif, sehingga berbahaya. Manusia dewasa yang sehat dapat selamat setelah mendapatkan serangannya, asal segera mendapat perawatan dan pengobatan. Sementara anak kecil, orang tua atau individu yang lemah—misalnya memiliki masalah jantung—berada pada kelompok risiko tinggi bila tersengat kalajengking ini.

Arabian fat-tailed scorpion

Sebagaimana death stalker, kalajengking bernama Latin Androctonus crassicauda ini berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara, namun ukurannya hanya sekitar 10 sentimeter, dan tidak terlalu agresif. Meski begitu, spesies ini dianggap sebagai kalajengking paling beracun di dunia. Nama Androctonus yang disandangnya memiliki arti “pembunuh manusia”.

Di antara semua spesies Androctonus, kalajengking Arabian fat-tailed inilah yang dianggap paling berbahaya. Racun yang dimilikinya sebanding dengan death stalker, dan spesies ini juga menyebabkan kematian beberapa orang setiap tahun. Karenanya, para ilmuwan pun sering membandingkan antara kalejengking ini dengan death stalker, mana yang lebih mematikan.

Yellow fat-tailed scorpion

Kalajengking dengan nama Latin Androctonus australis ini masuk dalam spesies Androctonus, sehingga juga dianggap kalajengking berbahaya. Meski racunnya tidak sekuat death stalker atau Arabian fat-tailed, namun sengatan racunnya dapat membunuh seseorang dalam waktu dua jam jika tidak segera mendapat pertolongan, khususnya untuk golongan berisiko tinggi, semisal anak-anak, orang tua, atau individu yang memiliki masalah kesehatan.

Kalajengking yang berasal dari Timur Tengah, Afrika Utara, dan India ini memiliki ukuran sekitar 9 sentimeter, dan perangainya kadang kalem, kadang agresif.

Black spitting thicktail scorpion

Black spitting thicktail scorpion (Parabuthus transvaalicus) dianggap berbahaya, karena kemampuannya dalam menyemburkan racun mereka seperti ular kobra. Karena itulah dia dijuluki black spitting thicktail scorpion. Jarak semburannya juga bisa mencapai 1 meter, dan dapat menyebabkan rasa perih serta kebutaan sementara jika terkena mata. Apabila racunnya tidak segera dibersihkan, kebutaan yang terjadi bisa permanen.

Spesies berukuran 12 sentimeter ini berasal dari Afrika, dan cukup agresif. Meski kadar racunnya tidak tergolong mematikan, namun tetap saja berbahaya jika terkena anak-anak, atau orang yang kebetulan alergi dengan racunnya.

Striped bark scorpion

Striped bark scorpion (Centruroides vittatus) berasal dari Amerika Utara, memiliki ukuran panjang 5 sampai 7 sentimeter, dan tidak terlalu agresif. Karena keberadaannya sering berdekatan dengan manusia—misalnya di padang rumput—kalajengking ini pun sering menjadi masalah bagi orang yang kebetulan terkena sengatannya.

Meski tidak sampai mengakibatkan kematian, sengatan kalajengking ini sangat menyakitkan. Rasa sakit yang dialami korbannya bisa 15 sampai 20 menit, bisa pula 2 sampai 3 hari.

Asian forest scorpion

Berbeda dengan kalajengking lain yang biasanya menyerang dengan menggunakan ekornya, Asian forest scorpion (Heterometrus longimanus) lebih suka menyerang dengan menggunakan kekuatan capitnya yang cukup besar. Akibatnya tentu korbannya mengalami pendarahan, meski tidak terkena racunnya.

Kalajengking ini berasal dari Asia bagian selatan, termasuk Indonesia. Ukuran tubuhnya antara 10 sampai 12 sentimeter, dan sangat agresif. Ketika berpapasan dengan manusia atau hewan lain, kalajengking ini biasanya sudah mengambil posisi siap menyerang. Racun yang dimiliki kalajengking ini tidak mematikan, dan mungkin pula karena itulah dia lebih suka mengandalkan capitnya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.