Spesies-spesies Kadal Paling Unik di Dunia

Phrynocephalus

BIBLIOTIKA - Kadal adalah reptil unik dengan kemampuan adaptasi luar biasa. Ia banyak ditemukan terutama di daerah dengan cuaca panas. Selain memiliki spesies beragam, kadal juga memiliki mekanisme adaptasi dan pertahanan diri yang unik sekaligus mengagumkan. Berikut ini adalah spesies-spesies kadal yang dianggap paling aneh di dunia.

Phrynocephalus

Kadal kecil ini tinggal di daerah gurun. Mereka biasa berkomunikasi dengan sesamanya dengan cara menaik-turunkan ekornya. Ketika menghadapi ancaman pedator, kadal ini akan mempertahankan diri dengan cara bergetar dengan hebat, dan getaran itu menjadikan tubuh mereka terbenam hingga terkubur ke dalam pasir.

Kadal ini memiliki tampilan yang terlihat galak, namun mulutnya berwarna-warni.

Brookesia minima

Bunglon ini memiliki jari kaki yang unik, karena menyatu seperti penjepit lobster. Ekor mereka dapat menegang, bola mata mereka dapat bergerak secara berbeda satu sama lain, dan mereka juga dapat mengubah warna tubuh sesuai kehendak hati.

Untuk menangkap serangga yang dijadikan mangsanya, bunglon ini akan menggunakan lidahnya yang dapat keluar dan bergerak dengan cepat seperti peluru. Salah satu spesies bunglon ini, yaitu bunglon kurcaci daun, dianggap sebagai reptil terkecil yang pernah ditemukan manusia.

Phrynosoma

Kadal ini dijuluki katak bertanduk, karena tubuhnya gemuk, serta memiliki sepasang tanduk tebal dan berduri. Mendiami lahan kering dan lingkungan berpasir, kadal ini biasa menjadikan semut sebagai makanannya.

Yang aneh dari kadal ini adalah mekanisme pertahanan dirinya. Ketika menghadapi ancaman, kadal ini akan mengalirkan tekanan darah tubuhnya ke bagian mata, hingga pembuluh kecil di sekitar matanya akan pecah yang lalu menyemprotkan aliran darah kepada si penyerang.

Darah yang asam itu diperkirakan diperoleh kadal ini dari asam yang terdapat pada semut yang biasa dimakannya. Beberapa predator memilih pergi setelah melihat semprotan darah dari mata itu, namun burung-burung pemangsa tidak peduli dan tidak takut.

Moloch horridus

Kadal ini mirip dengan katak berduri di atas—yakni menjadikan semut sebagai makanannya—meski mereka tidak memiliki hubungan kekerabatan.

Moloch horridus juga hidup di lingkungan padang pasir, dan dapat berkamuflase di lingkungan semacam itu dengan baik. Tubuh kadal ini berduri, dan hal itu dijadikannya sebagai mekanisme pertahanan dirinya. Duri mereka menjadikan predator yang memangsa akan kesulitan menelannya.

Hydrosaurus pustulatus

Kadal asli Filipina ini adalah omnivora amfibi pemakan buah-buahan, kacang-kacangan, dan memangsa serangga kecil di dekat sungai tropis.

Jari-jari kadal ini rata, sehingga memungkinkan spesimen kecil ini melarikan diri dengan cepat ketika menghadapi predator. Selain itu, jari-jari yang rata itu juga menjadikan mereka mampu berjalan di atas air, sebagaimana kadal basilisk.

Amblyrhynchus cristatus

Iguana laut kepulauan Galapagos ini menghabiskan seluruh hidup mereka di garis pantai, dan menyelam ke dalam air untuk mencari makan mereka yang berupa rumput laut.

Amblyrhynchus cristatus memiliki penampilan yang kurang menyenangkan dilihat—kulit tubuhnya berbintil-bintil. Ketika pertama kali menemukan hewan ini, Charles Darwin konon sangat jijik melihatnya, sehingga menyebut kadal ini dengan julukan imps of darkness.

Flying gecko

Disebut tokek terbang, karena kadal ini memiliki kemampuan luar biasa dalam berlari di atas permukaan apa pun—bahkan kaca yang halus—karena adanya cabang mikroskopis pada kulit jari kaki mereka yang berbentuk seperti velcro.

Ketika meluncur dari pohon ke pohon, tokek ini menggunakan kakinya yang berselaput, ekornya yang besar, dan kepakan kulitnya, sehingga selintas tampak mirip tupai.

Heloderma suspectum

Kadal ini memiliki sepasang gigi yang kecil dan tajam, juga memiliki gigitan yang beracun. Biasa dijuluki dengan sebutan “gila monster”, kadal ini menyuntikkan neurotoksin ketika menggigit, sehingga memberikan sakit luar biasa pada mangsanya.

Beberapa kadal lain memang ada yang juga memiliki gigitan beracun, namun kadal ini dianggap sebagai kadal paling beracun.

Bipes biporus

Disebut kadal tikus Meksiko, kadal ini secara teknis bukan kadal ataupun ular, namun Amphisbaenian.

Reptil aneh ini biasa menghabiskan hidup mereka di bawah tanah, tempat mereka berburu cacing dan serangga, sehingga penglihatan mereka pun kurang berfungsi. Namun, yang paling aneh adalah ciri tubuhnya. Ia memiliki dua kaki dengan cakar kecil di depan tubuhnya, namun tidak memiliki kaki belakang.

Varanus komodoensis

Biasa disebut komodo, ia adalah kadal karnivora terbesar yang masih hidup saat ini, dan dapat tumbuh hingga hampir sepuluh meter panjangnya. Meski biasa memakan bangkai busuk, namun komodo juga tidak jarang mengejar mangsa hidup dan menggigitnya. Biasanya, hanya dengan memberikan satu kali gigitan, komodo akan menunggu mangsanya mati kehabisan darah atau terkena infeksi.

Karena biasa memakan bangkai, komodo pun memiliki sejumlah bakteri berbahaya pada gigitannya yang dapat melemahkan mangsa. Studi terbaru bahkan menyebutkan bahwa komodo juga memiliki racun. Selain itu, kadal raksasa ini juga dapat mengendurkan rahang mereka, meregangkan leher dan mengeluarkan pelumas lendir berwarna merahnya untuk menelan bangkai secara utuh.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.