Serangga-serangga Paling Beracun di Dunia

fire ants

BIBLIOTIKA - Karena ukurannya yang relatif kecil, serangga pun selintas tak terlihat berbahaya, khususnya jika dibanding hewan-hewan besar atau ular berbisa. Namun, ada jenis-jenis serangga yang memiliki racun, sehingga keberadaannya juga dapat membahayakan manusia. Gigitan dari serangga beracun itu bahkan tidak jarang mengakibatkan kematian. Berikut ini adalah jenis-jenis serangga yang paling beracun di dunia.

Fire ants

Di antara semut lain, fire ants adalah semut paling berbahaya, karena gigitannya dapat menyebabkan kematian. Korban yang tersengat racunnya biasanya akan mengalami panas seperti terkena luka bakar, pembengkakan, reaksi alergi, hingga kematian. Semut ini dapat ditemukan di Asia, Amerika, dan Eropa.

Killer bee

Jika nyamuk dianggap serangga pembunuh nomor satu, maka killer bee adalah serangga nomor dua dalam hal jumlah korban kematian. Diperkirakan ada 600 korban kematian manusia per tahun di dunia, dengan 100 orang di wilayah Amerika. Sengatan lebah yang sangat agresif ini dapat mengakibatkan pembengkakan, reaksi alergi, sesak napas, hingga kematian. Serangga ini dapat ditemukan di Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Yellow jacket

Yellow jacket adalah tawon yang sangat agresif, dan paling banyak mengakibatkan korban dibanding jenis tawon lain. Ketika menyerang manusia, sengatannya dapat mengakibatkan gatal-gatal, kemerahan, pembengkakan kulit, hingga alergi yang menyebabkan kematian. Serangga ini dapat ditemukan di Amerika Utara.

Centipede

Centipede adalah kelabang paling beracun di antara spesies kelabang lain. Gigitannya dapat menyebabkan gatal-gatal, pembengkakan, reaksi alergi, gagal ginjal, hingga penghentian denyut jantung yang mengakibatkan kematian. Hewan berbahaya ini dapat ditemukan di Amerika Selatan.

Western honeybee

Lebah ini tidak terlalu agresif, dan jarang menyerang. Namun ia merupakan lebah paling beracun di dunia. Jika terkena sengatannya, korban akan mengalami gatal-gatal, bengkak kemerahan, hingga alergi yang menyebabkan kematian. Lebah ini dapat ditemukan di Eropa.

Paper wasp

Paper wasp adalah tawon paling beracun dan paling banyak menyebabkan kematian dibanding tawon lain. Korban yang terkena sengatannya biasanya akan mengalami gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, kadang juga terkena diare, panas, kejang-kejang, gagal ginjal, hingga kematian karena alergi. Tawon ini dapat temukan di Amerika Utara dan Eropa.

Giant japanese hornet

Serangga bersayap ini sangat berbahaya, karena satu sengatannya dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, dan korbannya dapat menemui ajal karena ketidakmampuan bernapas atau alergi. Giant japanese hornet dapat ditemukan di Jepang, Korea, Cina, Taiwan, Sri Lanka, dan India.

Red harvester

Semut berbahaya ini tidak terlalu agresif, namun memiliki racun yang mematikan. Satu kali gigitannya dapat menyebabkan pembengkakan yang diikuti rasa sakit teramat sangat, hingga kematian karena alergi. Semut beracun ini dapat ditemukan di Amerika.

Lonomia caterpillar

Merupakan ulat paling berbisa di dunia, juga serangga yang sangat beracun. Sengatannya akan menyebabkan pembengkakan disertai rasa sakit, muntah-muntah, demam, pendarahan—termasuk pendarahan otak—dan gagal ginjal, yang mengakibatkan kematian. Ulat ini dapat ditemukan di Amerika Selatan.

Yellow harvester ant

Kadang disebut juga Maricopa harvester ant. Seperti semut lainnya, semut ini pun sangat kecil, namun sangat berbahaya karena racunnya yang mematikan. Satu kali sengatannya bisa membunuh sepuluh ekor tikus.

Pada manusia, gigitan semut ini dapat menyebabkan pembengkakan yang disertai rasa sakit. Alergi yang ditimbulkannya juga dapat menyebabkan kematian. Semut beracun ini dapat ditemukan di Arizona dan Amerika Serikat.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.