Persiapan Sebelum Melamar Kerja

melamar kerja

BIBLIOTIKA - Setiap tahun, ada sekian ribu orang yang lulus dari SMA atau SMK dan tidak melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi. Sementara itu, setiap tahun juga ada sekian ribu mahasiswa di Perguruan Tinggi yang lulus dan diwisuda dengan memperoleh gelar atau titelnya.

Artinya, setiap tahun pula akan ada sekian ribu orang yang bersaing dan berdesak-desakan untuk memperebutkan lapangan kerja yang kian hari kian menyempit. Setiap tahun akan ada sekian ribu orang yang mendapatkan pekerjaan baru, dan juga sekian ribu yang lain menjadi pengangguran.

Di jaman yang telah begitu kompetitif seperti sekarang ini, persaingan dalam memperebutkan pekerjaan kian berat dan kiat tangguh tantangannya. Gelar atau titel saja kini tidak cukup, karena lapangan pekerjaan dan dunia kerja masa kini juga mensyaratkan hal-hal lain yang mungkin sekian puluh tahun yang lalu belum terbayangkan.

Karena persaingan dalam memperebutkan pekerjaan yang makin berat ini pulalah yang menjadikan teknik atau metode mencari dan melamar kerja mengalami banyak perubahan yang cukup besar. Orang makin berusaha untuk semakin inovatif dalam upaya pencariannya pada pekerjaan yang diinginkan, sekaligus pula makin kreatif dalam upaya untuk mendapatkannya.

Surat lamaran kerja, sebagai misal, sekian puluh tahun yang lalu hanya berbentuk satu lembar yang berisi kata-kata monoton, serangkaian kalimat klise yang hanya sekadar untuk memperkenalkan diri dan menyatakan keinginan untuk melamar kerja. Namun sekarang, karena tuntutan untuk kreatif dan inovatif dikarenakan persaingan yang makin ketat, surat lamaran kerja pun mengalami banyak perubahan.

Saat ini, surat lamaran kerja dibuat dengan cara yang sekreatif mungkin dengan tujuan agar berhasil mengantarkan pembuatnya meraih pekerjaan yang diinginkan. Kalau dulu surat lamaran kerja harus diantar sendiri ke bagian personalia atau setidaknya dikirim melalui pos, maka sekarang surat lamaran kerja bisa dikirim melalui e-mail atau attachment.

Begitu pula dengan CV atau curriculum vitae atau yang juga disebut dengan Daftar Riwayat Hidup. Dulu, Daftar Riwayat Hidup atau curriculum vitae hanya berbentuk selembar kertas (biasanya dibeli di toko-toko buku yang menyediakannya), dan si pelamar tinggal mengisinya untuk kemudian dilampirkan bersama surat lamaran yang ia kirimkan.

Namun sekarang jaman telah berubah, dan curriculum vitae yang dulu begitu sederhana itu pun kini telah banyak mengalami perubahan, termasuk dalam cara penulisan dan penyusunannya. Kalau dulu curriculum vitae hanya tinggal diisi setelah membeli formulirnya, maka sekarang para pelamar kerja dituntut untuk dapat membuat curriculum vitae yang sebagus dan sekreatif mungkin untuk dapat memperkenalkan dirinya secara lebih baik dan lebih efektif di mata perusahaan yang ia lamar.

Berdasarkan kesadaran semacam itulah kita perlu memahami bahwa kita pun sebenarnya juga dituntut oleh hal yang sama, khususnya dalam hal melamar pekerjaan ini. Sudah saatnya kita mengganti pemahaman yang biasa kita pegang dan mulai untuk memperbarui cara kita dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Karenanya, sebelum memutuskan untuk mengirimkan suatu lamaran kerja ke tempat kerja/kantor/perusahaan yang diinginkan, sebaiknya persiapkan diri dulu sebaik-baiknya. Bukan hanya mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan dalam lamaran kerja semisal ijazah, fotokopi identitas, dan lain-lain, namun juga mempersiapkan mental.

Bagaimana pun, persaingan di dunia kerja saat ini semakin ketat, dan banyak orang selain kita yang juga menginginkan pekerjaan yang sama. Karenanya, untuk menghadapi persaingan ketat semacam itu, kita perlu mempersiapkan mental agar tidak terlalu kecewa jika kebetulan menghadapi penolakan akibat lowongan yang terisi pelamar lain.

Dalam hal mencari kerja, sebagaimana dalam hal meraih cita-cita, kunci penting yang tak boleh dilupakan adalah “Jangan menyerah!”

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.