Panduan Penting Berinvestasi


BIBLIOTIKA - Sebagai sebuah sarana untuk ‘mengembangkan’ uang, investasi yang diharapkan dapat memberikan keuntungan memang sesuatu yang menggiurkan, dan menjadi investor bisa jadi menjadi impian cukup banyak orang.

Namun, untuk dapat menjadi seorang investor tidak hanya dibutuhkan sejumlah uang yang akan digunakan sebagai modal berinvestasi, namun juga beberapa pemikiran yang matang agar hasil yang diperoleh dari investasi itu bisa menguntungkan alih-alih malah merugikan dan mengakibatkan kita kehilangan uang.

Tentu saja bermain investasi itu tidak dapat dipastikan sebagaimana rumus matematika yang bisa diyakini kesahihannya atau tingkat kepastiannya. Ada kalanya sebuah investasi mendatangkan keuntungan sebagaimana yang diharapkan, namun ada kalanya pula investasi tidak menghasilkan apa-apa, atau kalau lebih buruk lagi; kerugian (uang yang kita investasikan hilang percuma).

Bagi para pemodal besar, kehilangan uang dalam berinvestasi mungkin memang bukan persoalan besar karena setiap investor tentunya memahami bahwa tidak selamanya jalan investasi itu mulus. Namun bagi yang bermodal cekak atau minim, kerugian dalam berinvestasi bisa menjadi semacam malapetaka, dan hal semacam itu bisa mendatangkan rasa trauma, ketakutan untuk berinvestasi lagi.

Karenanya, sebelum kita memutuskan untuk berinvestasi dan menanamkan sejumlah uang kita pada sebuah usaha investasi, ada beberapa pemikiran yang patut kita perhatikan, agar kemungkinan atau risiko kerugian dapat ditekan seminim mungkin.

Meskipun investasi membutuhkan sejumlah uang untuk digunakan, namun yang paling berperan sesungguhnya dalam hal ini adalah pikiran. Tanpa pemikiran yang matang dan benar, investasi pun tak akan mampu menghasilkan keuntungan.

Investasi itu tak jauh berbeda dengan menabung; kita menggunakan sejumlah uang yang kita miliki untuk digunakan dalam sebuah program yang kita yakini menguntungkan, dan berharap sejumlah uang tersebut dapat berkembang. Karenanya, agar tabungan kita bisa berkembang sesuai dengan jumlah yang kita harapkan, maka upaya investasi ini memerlukan beberapa pertimbangan.

Mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang melalui kegiatan investasi lebih memerlukan otak atau pikiran dibanding tenaga atau fisik. Karenanya, investasi lebih memerlukan pemikiran yang teliti dibanding kekuatan fisik yang mungkin dimiliki demi tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Ingat, investasi adalah jenis ‘kerja cerdas’ dan bukan sekedar ‘kerja keras’.

Berikut ini adalah enam tips yang bisa diperhatikan.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dan menganggarkan sejumlah uang untuk hal tersebut, hitung dan perkirankanlah terlebih dulu berapa jumlah dana yang dimiliki. Ingat dan perhatikan terlebih dulu kebutuhan-kebutuhan yang penting, hindari menggunakan dana cadangan yang diperlukan dalam kondisi mendesak. Kalau perlu, berkonsultasilah dengan pakar perencana keuangan yang terpercaya.

Jika merasa bingung untuk menentukan berapa jumlah yang tepat untuk digunakan berinvestasi, gunakan rumus berikut ini; ambillah sebanyak 30 persen dari total penghasilan kerja bulanan untuk keperluan dan kebutuhan rumah tangga, 15 persen untuk biaya transportasi sehari-hari, dan 10 persen untuk menabung atau disimpan sebagai cadangan bila ada hal-hal mendesak yang penting yang memerlukan dana. Sisanya bisa diperkirakan jumlahnya untuk digunakan berinvestasi.

Agar lebih aman dalam melakukan investasi, lakukanlah diversifikasi dengan tidak menaruh semua uang yang dimliki pada hanya satu program investasi saja. Ingat, jangan menaruh semua telur pada satu keranjang. Ini adalah aturan yang penting dalam investasi, khususnya jika berada pada pasar yang sering berubah.

Menggunakan semua uang yang dimiliki hanya pada satu jenis investasi akan terlalu berisiko, khususnya apabila kita tidak memiliki penilaian yang kuat terhadap jenis investasi yang kita pilih.

Jika merasa bingung dalam memilih investasi dan melakukan diversifikasi, ada patokan umum yang biasa digunakan untuk membagi dana yang kita miliki dalam tiga bagian investasi, yaitu 50 persen disimpan dalam bentuk reksadana, 30 persen disimpan dalam bentuk obligasi, dan sisanya yang 20 persen disimpan dalam bentuk uang tunai.

Ada kalanya kita ingin menggunakan sejumlah besar uang kita untuk digunakan dalam investasi yang dapat menghasilkan keuntungan besar, semisal menggunakan 70 persen uang yang ada untuk berinvestasi pada saham. Jika ini yang dipilih, maka pilihlah jenis saham yang tak terlalu berisiko, dan pastikan bahwa penilaian kita atas investasi tersebut telah dipikirkan secara masak-masak.

Apabila kita memilih deposito premi sebagai salah satu pilihan dalam berinvestasi, pilihlah jangka waktu yang tepat dengan memperkirakannya terlebih dulu agar kita tidak ‘salah waktu’ sehingga keuntungan yang diperoleh benar-benar sesuai dengan harapan kita.

Apabila merasa ragu-ragu mengenai jangka waktu ini, pilih saja jangka waktu yang relatif pendek, sehingga apabila terjadi perubahan yang membuat investasi kita berisiko karena adanya fluktuasi mata uang, kita bisa segera mengalihkan uang kita atau memperbarui perjanjian investasi yang baru.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.