Panduan Meraup Untung dari Pasar Properti

Pasar Properti

BIBLIOTIKA - Berbisnis di pasar properti tak bisa asal tubruk kalau tak ingin rugi jutaan bahkan miliaran rupiah. Sebelum Anda memutuskan terjun atau berbisnis di pasar properti, pahami dulu beberapa jurus berikut yang disarankan oleh para pakar properti:

Pahami sektor properti

Tujuannya adalah untuk mengetahui kapan saatnya masuk dan kapan harus keluar. Metode untuk mengetahui saat yang pas mulai membeli properti adalah dengan mencermati perkembangan politik.

Anda harus bersiap-siap masuk ke sektor properti saat pemerintahan baru mulai terbentuk (paska pemilu). Jika arah pembangunan pemerintahan baru mulai terbentuk dan mendapat dukungan, wujudkan minat beli Anda.

Tahu pasti jenis properti yang akan dibeli

Ada berbagai jenis properti, antara lain properti komersial yang peruntukannya untuk perkantoran, pertokoan, tempat tinggal, dan seterusnya. Sedangkan non komersial, misalnya perumahan, masjid, gereja, atau bangunan-bangunan non komersial lainnya.

Namun dari sudut pandang lain, properti juga bisa berarti tanah dan bangunan yang melekat di atasnya. Pemahaman ini menjadi penting karena komposisi antara luas tanah dan bangunan yang menyertainya bisa mempengaruhi nilai / value properti tersebut.

Membeli di pasar primer atau sekunder

Pasar primer adalah ketika seorang investor membeli, katakanlah, rumah yang dibangun sejak awal. Dalam pola ini investor harus sangat jeli memperhatikan infrastruktur, pengembang dan tentu saja prospek dari lokasi perumahan tersebut.

Antara pilihan dan risiko

Jika pilihannya tepat, maka akan memberikan potensi marjin yang jauh lebih besar. Tetapi risikonya juga besar karena banyak hal yang tidak terduga. Banyak pengembang yang semula menjanjikan membangun mall, sekolah atau kolam renang, namun pada kenyataannya hanya janji-janji belaka. Akibatnya, harga rumah bukannya naik, tapi malah terpuruk dan tak laku dijual kembali.

Investasi di pasar sekunder

Jika investor ingin membeli rumah di pasar sekunder, lokasi harus dipertimbangkan. Namun berdasarkan pengalaman empiris historis, investasi rumah di pasar sekunder biasanya tak memberikan marjin yang terlalu tinggi karena infrastrukturnya sudah matang.

Intinya, tak ada hal-hal istimewa yang bisa mendongkrak harga rumah tersebut. Di sisi lain, risikonya lebih murah atau lebih kecil.

Diversifikasi

Penting untuk melakukan diversifikasi properti, baik harga, lokasi dan jenisnya. Jika diversifikasi jenis ini dirasa mahal, maka diversifikasi dapat dilakukan hanya pada satu jenis properti.

Misalnya Anda punya dana 1,2 miliar, belikan enam rumah berharga rata-rata Rp. 200 juta dengan lokasi berbeda. Potensi marjin membeli rumah di lokasi berlainan, berbeda satu sama lain, karena masing-masing punya prospek yang berbeda-beda.

Lokasi dan kompetisi luas tanah bangunan

Lokasi memegang peranan sangat penting dalam menentukan harga properti. Faktor yang mesti dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi, khususnya rumah, adalah tingkat pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

Jika lokasi yang dipilih adalah lokasi yang perkembangan ekonominya sulit, maka permintaan terhadap ruang termasuk rumah juga bisanya akan terbatas.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.