Panduan Menyusun Format Curriculum Vitae

Format Curriculum Vitae

BIBLIOTIKA - Curriculum vitae atau yang biasa disingkat dengan istilah CV, menjadi salah satu pendukung dalam hal melamar pekerjaan. Bagaimanapun juga, pihak pelamar pekerjaan harus menyerahkan curriculum vitae untuk melengkapi surat lamaran pekerjaannya.

Curriculum vitae memiliki format standar yang biasa digunakan di Indonesia. Tujuan dilampirkannya curriculum vitae pada hakikatnya adalah untuk memperkenalkan diri secara sekilas kepada pihak perusahaan yang dikirimi surat lamaran, agar lebih dapat mempelajari potensi serta kualifikasi dari pihak pelamar pekerjaan.

Secara mudahnya, berikut ini adalah format standar sebuah curriculum vitae:

Pas foto terbaru

Lampirkan setidaknya 1 (satu) atau 2 (dua) pas foto terbaru berukuran 3 x 4 atau 4 x 6, usahakan foto berwarna dan bukan hitam putih. Pada beberapa perusahaan tertentu mensyaratkan foto berukuran 3 R atau 4 R berwarna, khususnya untuk lowongan pekerjaan semacam sekretaris, penerima tamu atau customer service. Karenanya, perhatikan secara lebih teliti foto jenis apa yang dipersyaratkan dalam lowongan tersebut.

Identitas lengkap

Yang paling penting dalam sebuah curriculum vitae tentu saja adanya identitas lengkap dari si pelamar, karena meskipun kita sudah menyusun isi curriculum vitae dengan baik dan lengkap, tetap saja sebuah curriculum vitae belumlah lengkap (bahkan lucu dan konyol) kalau tidak mencantumkan identitas lengkap si pelamar.

Identitas lengkap ini biasanya menyebutkan nama lengkap, alamat, tempat dan tanggal lahir, dan beberapa hal lainnya.

Contoh:
Nama:
Tempat, Tanggal Lahir:
Agama:
Alamat rumah:
Nomor telepon:
E-mail:

Riwayat pendidikan dan pelatihan

Tuliskan daftar riwayat pendidikan atau pelatihan atau kursus yang pernah diikuti, lengkap dengan fakultas, jurusan, jenjang, institusi, jenis pendidikan, sampai institusi pendidikannya. Lengkapi pula dengan tahun kelulusan atau tahun ketika pelatihan itu diikuti.

Sistematika penulisannya; tuliskan daftar pendidikan formal terlebih dahulu, baru kemudian pendidikan nonformal atau informal lainnya.

Contoh:
  • Bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Matahari Terbit, lulus pada tahun 1990.
  • Bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Bulan Purnama, lulus pada tahun 1993.
  • Bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Langit Biru, lulus pada tahun 1996.
  • Kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Pelangi Indonesia, lulus pada tahun 2000.
  • Kursus di Pelatihan Komputer Andromeda Komputindo, lulus pada tahun 2002.
  • Pernah mengikuti pelatihan Komputer di Aritmatika Kompugrafi, tahun 2002.

Riwayat pengalaman kerja

Bagian ini berisi daftar pengalaman pekerjaan yang pernah kita peroleh (khususnya apabila kita pernah bekerja di beberapa tempat atau perusahaan sebelumnya).

Pemaparan di bagian ini menyangkut pangkat atau jabatan, periode jabatan, jenis pekerjaan, prestasi atau proyek yang telah dikerjakan dengan sukses (kalau ada), juga wewenang dan tanggung jawab.

Contoh:
  • Pernah bekerja di PT. Harum Express sebagai supervisor dari tahun 2000 – 2004, mengawasi dan menangani pengiriman barang ke luar kota dan bertanggung jawab atas pemasaran di daerah Jawa Timur.
  • Pernah bekerja di CV. Mawar Lorenza Indah sebagai manajer dari tahun 2005 – 2008, bertanggung jawab atas pemasaran di wilayah Jawa dan sekitarnya.
  • Pernah bekerja di PT. Dinamika Indo Pratama sebagai manajer dari tahun 2008 – 2009, dan berhasil meningkatkan jumlah klien serta memperluas wilayah pemasaran di luar Jawa dan Bali.

Riwayat pengalaman organisasi

Jika kita pernah atau sedang menjabat atau aktif dalam sebuah organisasi, cantumkan di bagian ini. Sebaiknya, cantumkan hanya organisasi yang sekiranya memiliki hubungan dengan jenis pekerjaan yang kita geluti, atau pekerjaan yang tengah kita lamar.

Karenanya, apabila kita kebetulan aktif dalam banyak organisasi, tidak perlu mencantumkan semuanya, namun pilihlah yang sekiranya memiliki hubungan dengan jenis pekerjaan yang kita inginkan.

Contoh; kalau kita melamar pada pekerjaan di perusahaan perbankan:
  • Menjabat sebagai Wakil Ketua di Asosiasi Perbankan Indonesia, dari tahun 1990 – 1995.
  • Menjabat sebagai Bendahara Umum di Organisasi Keuangan Asia, dari tahun 1998 – 2003.
  • Pernah menjabat sebagai Ketua Umum di Persatuan Bankir Indonesia, dari tahun 2000 – 2005.

Surat referensi kerja

Sebuah surat lamaran akan semakin memiliki kredibilitas yang tinggi apabila kita bisa menyertakan surat referensi kerja dari suatu perusahaan atau dari beberapa perusahaan yang pernah kita masuki atau kita pernah bekerja di dalamnya.

Surat referensi ini semacam penguatan bagi surat lamaran yang kita kirimkan. Melalui surat referensi ini, secara tidak langsung kita tidak berbicara seorang diri dalam surat lamaran yang kita kirimkan, namun didukung oleh suara lain dalam bentuk surat referensi tersebut.

Surat referensi bisa dibuat oleh mantan atasan kita, atau oleh pihak perusahaan secara umum (biasanya suatu perusahaan memiliki petugas khusus yang bertanggung jawab membuat surat referensi semacam ini).

Apabila kita tidak memungkinkan untuk meminta surat referensi dari pihak perusahaan, maka kita bisa mencantumkan nama atasan atau orang yang sekiranya dapat memberikan kesan positif atas diri kita dalam surat lamaran yang kita kirimkan.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.