Panduan Mencari dan Mendapatkan Lowongan Kerja (2)

lowongan kerja

BIBLIOTIKA - Di artikel sebelumnya (Panduan Mencari dan Mendapatkan Lowongan Kerja 1), kita telah mempelajari cara mencari dan mendapatkan lowongan kerja melalui koran atau surat kabar. Artikel lanjutan ini membahas tentang cara mencari dan mendapatkan lowongan kerja melalui televisi, radio, dan lembaga pedidikan. Berikut ini uraiannya.

Melalui televisi

Meskipun tidak sebanyak iklan yang dimuat di surat kabar, tidak sedikit lowongan pekerjaan juga ditayangkan atau diiklankan di televisi. Hanya saja, karena biaya penayangannya yang sangat mahal, maka iklan lowongan pekerjaan di televisi biasanya hanya terbatas pada jabatan-jabatan tertentu (biasanya cukup tinggi), dan bukan iklan lowongan bagi pekerjaan ‘kebanyakan’.

Dipilihnya televisi sebagai sarana mengiklankan lowongan pekerjaan biasanya didasari oleh pertimbangan bahwa televisi sanggup menjangkau lebih banyak orang/pemirsa, dan diharapkan iklan tersebut akan lebih efektif dalam menjaring orang-orang yang mereka butuhkan.

Iklan lowongan kerja di televisi juga biasanya digunakan ketika stasiun televisi bersangkutan membutuhkan karyawan baru, entah sebagai reporter, sebagai pembawa suatu acara atau hal-hal lainnya. Kalau Anda memang menginginkan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan penyiaran atau broadcasting, maka iklan lowongan kerja di televisi biasanya merupakan pilihan yang tepat, karena iklan lowongan kerja semacam itu lebih banyak yang ditayangkan di televisi.

Kekurangan yang paling pasti menyangkut iklan lowongan kerja di televisi ini adalah; kita tidak bisa menyimpannya. Berbeda dengan iklan lowongan di surat kabar yang dapat kita gunting untuk kita simpan atau kita baca kembali untuk dipelajari, iklan lowongan di televisi hanya hadir sesekali, dan kita tidak bisa menyimpannya untuk dipelajari sendiri.

Artinya, kita harus benar-benar memperhatikan ketika iklan lowongan tersebut ditayangkan, siapkan kertas dan polpen, dan catatlah poin-poin penting dari iklan lowongan tersebut, semisal alamat pengiriman surat lamaran, nomor telepon, dan informasi lain semacamnya.

Memang akan lebih mudah apabila kita kebetulan memiliki alat perekam siaran televisi yang memudahkan kita untuk menangkap suatu siaran atau iklan tertentu untuk kita pelajari sendiri kemudian. Namun jika kita tidak memiliki alat canggih tersebut, gunakan saja kertas dan alat tulis lainnya, dan pastikan kita mencatat informasi yang kita butuhkan itu secara jelas dan benar.

Melalui radio

Berbeda dengan iklan di televisi yang membutuhkan dana yang sangat besar, iklan di radio lebih murah karena jangkauan siarannya yang juga terbatas. Karenanya, sudah tak sedikit perusahaan yang menjadikan radio sebagai salah satu sarana dalam menyiarkan lowongan pekerjaan yang mereka miliki.

Tak jarang pula pihak radio itu sendiri yang menyiarkan adanya lowongan-lowongan kerja semacam itu, meski pihak perusahaan bersangkutan tidak memasang iklannya di stasiun radio tersebut.

Hal semacam itu biasanya terjadi pada stasiun radio yang memiliki mata acara atau siaran bisnis atau wirausaha dan menjadikan pemberitahuan lowongan kerja sebagai salah satu menu acaranya. Atau bisa pula karena pihak stasiun radio tersebut menjadikan iklan lowongan kerja sebagai salah satu daya tarik yang diharapkan dapat menambah jumlah pendengar siaran mereka.

Biasanya, untuk iklan-iklan lowongan yang masuk dalam golongan semacam itu sudah selektif, dalam arti; pihak stasiun radio tersebut sudah memilihnya yang sekiranya layak untuk diudarakan.

Iklan lowongan kerja di radio biasanya disiarkan dalam bentuk ‘asli’, dalam arti iklan tersebut dibacakan secara langsung oleh penyiarnya. Karenanya, kalau kita memang menginginkan memperoleh iklan lowongan kerja di radio, simaklah secara lebih baik ketika sang penyiar sedang cuap-cuap, karena bisa jadi iklan itu akan ia bacakan di sela-sela cuap-cuapnya itu.

Kelebihan dari iklan di radio ini adalah tidak terlalu luasnya jangkauannya. Maksudnya, stasiun radio yang mengudara di wilayah Semarang, misalnya, biasanya hanya akan menjangkau kota tersebut, atau setidaknya sebagian kecil kota sekitarnya, sehingga para pendengarnya pun hanya terbatas pada wilayah itu. Tentu saja ini akan mengurangi jumlah saingan yang bisa saja datang dari luar kota, dan kita hanya akan bersaing dengan para pelamar dari kota kita sendiri.

Lebih dari itu, iklan lowongan kerja yang disiarkan di suatu stasiun radio biasanya adalah iklan lowongan kerja yang memang terdapat di kota atau di wilayah dimana stasiun radio itu berada. Karenanya, bagi kita yang menginginkan lowongan kerja dan kesempatan bekerja di kota sendiri, maka iklan lowongan di radio bisa menjadi pilihan yang bagus untuk diperhatikan.

Melalui lembaga pendidikan


Sekolah-sekolah atau lembaga perguruan tinggi (khususnya yang bonavid) biasanya menjadi sasaran tujuan dari para perusahaan yang sedang mencari karyawan atau pekerja baru. Para perusahaan ini tahu bahwa untuk dapat memperoleh orang-orang yang tepat, maka mereka harus langsung mencarinya ke ‘sumbernya’.

Biasanya, perusahaan yang membutuhkan pekerja baru itu akan mendatangi sekolah-sekolah atau perguruan tinggi tertentu untuk ‘memesan’ siswa-siswa atau mahasiswa-mahasiswa tertentu yang dinilai memiliki prestasi bagus dan layak untuk direkrut. Terkadang ‘pemesanan’ itu terjadi bahkan ketika si siswa atau si mahasiswa bersangkutan belum lulus dari pendidikannya—biasanya itu karena siswa atau mahasiswa bersangkutan memang tergolong istimewa.

Nah, ada pula perusahaan yang mencari pekerja baru di sekolah atau di lembaga perguruan tinggi itu dengan cara memberikan selebaran, pamflet atau bentuk pengumuman lain yang disengaja agar dipasang di lokasi lembaga pendidikan tersebut, dengan harapan mereka akan dapat menjaring para lulusan dari lembaga pendidikan itu untuk dapat bekerja di tempatnya.

Mengapa ada beberapa perusahaan tertentu yang sepertinya begitu menginginkan para pekerja baru yang benar-benar baru lulus dari pendidikannya? Ada beberapa pertimbangan menyangkut hal itu.

Yang pertama adalah karena ‘kesegarannya’. Orang-orang yang baru lulus dari pendidikannya atau yang biasa disebut ‘fresh graduate’ itu masih benar-benar ‘segar’ karena belum pernah bekerja di tempat lain. Pertimbangannya tentu karena pihak perusahaan menginginkan orang yang benar-benar dapat bekerja di tempat mereka tanpa terpengaruh pada tata kerja atau gaya kerja di tempat kerjanya sebelumnya, dan orang-orang yang ‘fresh graduate’ itu bisa diharapkan memberikan hal tersebut.

Yang kedua; adalah karena pihak perusahaan dapat melihat secara langsung bagaimana kualitas atau prestasi dari orang bersangkutan yang ingin mereka rekrut ke dalam perusahaannya. Dengan melihat laporan nilai di raport atau di data Indeks Prestasi, sebuah perusahaan akan dapat menilai secara langsung seperti apa orang yang mereka inginkan.

Nilai yang bagus dan stabil atau Indeks Prestasi yang tinggi dan stabil secara tidak langsung menunjukkan bahwa orang bersangkutan memiliki tingkat kecerdasan yang stabil dan tingkat konsentrasi yang juga stabil. Orang semacam ini tentu saja sangat menarik bagi pihak perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan yang membutuhkan para pekerja dengan kecerdasan dan tingkat konsentrasi tinggi.

Jika kita kebetulan masih berstatus sebagai siswa atau mahasiswa dan ingin segera bekerja begitu lulus dari pendidikan, maka mencari tahu mengenai adanya lowongan yang ada di lembaga tempat kita belajar merupakan salah satu upaya yang bagus untuk ditempuh. Informasi mengenai hal tersebut bisa didapatkan melalui pamflet atau pengumuman yang ada, atau dengan langsung menanyakannya pada pihak sekolah atau petugas di perguruan tinggi yang biasanya menangani hal-hal semacam itu.

Baca lanjutannya: Panduan Mencari dan Mendapatkan Lowongan Kerja (3)

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.