Panduan Mencari dan Mendapatkan Lowongan Kerja (1)

lowongan kerja

BIBLIOTIKA - Ketika seseorang telah lulus sekolah atau lulus kuliah dan ia tidak lagi akan meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi atau lebih tinggi lagi, maka biasanya orang bersangkutan pun akan memutuskan untuk mulai mencari pekerjaan. Dengan berbekal ijazah terakhir yang dimiliki, mereka pun pergi kesana-kemari mencari lowongan yang sekiranya dapat dimasuki, demi mendapatkan pekerjaan yang dapat dijalani.

Proses pencarian pekerjaan seringkali menjadi proses yang cukup melelahkan, khususnya ketika orang tidak juga berhasil menemukannya meskipun telah susah-payah mencari-carinya. Sudah sering kita dengar bagaimana seseorang sudah mengirimkan begitu banyak surat lamaran namun tak satu pun yang berhasil sesuai harapan. Atau, bagaimana seseorang sudah montang-manting kesana-kemari, keluar masuk kantor instansi dan perusahaan, namun hasilnya tetap saja nihil.

Romantika pencarian pekerjaan ini juga seringkali menjadi inspirasi penciptaan lagu atau juga sinetron dan film, dan kita sudah seringkali mendengar atau menontonnya.

Iwan Fals yang legendaris, misalnya, menciptakan sebuah lagu berjudul ‘Sarjana Muda’, yang mengisahkan tentang seorang lelaki yang baru menyelesaikan pendidikan sarjananya dan kemudian kesana-kemari mencari pekerjaan namun tak juga berhasil mendapatkannya. Film-film dan sinetron juga begitu banyak mengisahkan perjuangan seseorang ketika ia akan mencari pekerjaan yang diinginkannya, dan kita seringkali merasa trenyuh menyaksikannya.

Sekali lagi, mencari pekerjaan adalah sebuah proses, dan di dalam proses itu kita seringkali menghadapi hal-hal yang menyulitkan. Karenanya, untuk dapat meminimalisir kesulitan yang datang tersebut, kita harus juga melandasi diri kita dengan pengetahuan menyangkut hal tersebut.

Pertanyaan mendasar menyangkut pencarian pekerjaan adalah; di mana harus mencari lowongan?

Ini adalah pertanyaan mendasar atau pertanyaan pertama yang harus kita ketahui terlebih dulu jawabannya, agar proses selanjutnya tidak lagi terlalu menyulitkan. Karena, apabila kita sendiri sudah tak tahu di mana tempat yang tepat untuk mencari pekerjaan, maka kita pun seringkali akan berjalan kesana-kemari dengan sia-sia.

Inilah yang seringkali menjadikan seseorang keluar-masuk kantor perusahaan atau instansi namun kemudian yang didapatkannya hanyalah penolakan atau bahkan pengusiran, karena dia tidak tahu apakah pintu kantor yang dimasukinya itu memang membuka lowongan atau tidak.

Karenanya, agar surat lamaran dan berkas-berkas lamaran yang kita kirimkan tidak berakhir sia-sia, kita harus tahu dulu apakah perusahaan atau kantor yang kita kirimi surat lamaran tersebut memang membutuhkan pekerja baru ataukah tidak. Dengan mengetahui hal tersebut, kita bukan hanya akan menghemat waktu, biaya dan tenaga, namun juga akan lebih dapat menunggu hasilnya.

Nah, dimana kita bisa mendapatkan informasi menyangkut lowongan kerja?

Ada beberapa jalan atau alternatif yang dapat kita lakukan untuk memperoleh informasi yang berharga ini, yaitu:

Melalui koran/surat kabar


Seringkali, media massa digunakan oleh para perusahaan yang membutuhkan pekerja atau karyawan baru untuk mengumumkan atau mensosialisasikan hal tersebut. Para perusahaan ini biasanya memasang iklan di suatu media massa atau di beberapa media massa, dan dari sanalah biasanya perusahaan bersangkutan akan dapat menjaring para pekerja atau karyawan baru yang diinginkan.

Saat ini, iklan lowongan di media massa sudah menjadi ‘menu wajib’ bagi setiap penerbit surat kabar, karena memang informasi menyangkut hal ini sudah menjadi salah satu informasi yang dibutuhkan oleh para pembacanya. Biasanya, ada hari-hari tertentu dimana sebuah surat kabar akan lebih banyak memuat iklan lowongan kerja, dan biasanya itu terjadi pada sekitar hari Jum’at, Sabtu dan Minggu.

Mengapa? Karena pada hari-hari tersebut orang kadang membeli koran meskipun tidak berlangganan. Surat kabar-surat kabar yang terbit pada hari-hari itu biasanya akan menyuguhkan berita atau laporan yang eksklusif, sehingga orang yang tak berlangganan pun tertarik untuk membelinya. Para perusahaan yang memasang iklan biasanya tahu kecenderungan semacam itu, dan mereka pun kemudian sengaja memasang iklannya pada hari-hari tersebut.

Nah, mencari iklan lowongan pekerjaan di media massa adalah sesuatu yang mudah, karena kita tinggal membeli atau meminjam surat kabar milik orang lain dan kemudian menelusuri iklan yang ada untuk mendapatkan iklan lowongan yang sekiranya paling tepat untuk kita. Tentu saja, karena namanya juga lowongan pekerjaan, maka iklan mengenai itu pun biasanya berada di bawah kolom ‘Lowongan’.

Hanya saja, perlu kehati-hatian tersendiri dalam mencari dan menelusuri iklan yang ada di surat kabar ini, karena tak jarang kita justru akan terjebak pada ‘lowongan’ yang berakhir dengan penipuan. Tidak sedikit adanya oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan iklan lowongan di surat kabar untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri, yang konsekuensinya kemudian merugikan pihak yang tertipu olehnya.

Bentuk iklan lowongan yang ‘kemungkinan’ menipu ini biasanya memberikan iming-iming gaji atau penghasilan yang kurang wajar atau bahkan tidak wajar. Iklan-iklan tersebut memberikan ilustrasi tentang bagaimana mudahnya menjalankan suatu pekerjaan dan menawari penghasilan yang di luar batas kewajaran. Iming-iming semacam itu tentu saja akan membuat para pencari lowongan kerja menjadi tergiur dan kemudian mereka akan bersemangat menghubungi si pemasang iklan dengan mengirimkan surat atau bahkan langsung surat lamaran.

Nah, biasanya, begitu kita menghubungi si pemasang iklan yang seperti itu, maka kita pun akan memperoleh surat balasan yang isinya meminta agar kita mengirimkan sejumlah uang kepadanya. Jumlah uangnya mungkin saja kecil, namun bisa saja besar.

Banyak orang yang kemudian terjebak pada bentuk penipuan semacam ini, dimana setelah dia membayar sejumlah uang yang diminta, dia tidak mendapatkan apa-apa, atau mendapatkan sesuatu yang sama sekali tidak berharga (biasanya berbentuk suatu informasi yang mereka sebut sebagai ‘peluang usaha’ namun sebenarnya hanya sebundel ketikan kertas yang tak bermanfaat).

Karenanya, sekali lagi, perlu kehati-hatian ketika kita menelusuri dan mencari iklan lowongan kerja di surat kabar agar tidak terjebak pada iklan-iklan yang hanya akan merugikan kita. Apabila kita sudah terlanjur terjebak masuk pada iklan-iklan semacam itu, berhati-hatilah ketika diminta untuk membayarkan sejumlah uang. Untuk lebih amannya, sebaiknya jangan kirimkan uang yang diminta. Hentikan saja berhubungan dengan pemasang iklan tersebut, dan carilah iklan lowongan lain yang sekiranya lebih transparan dan lebih bisa dipercaya.

Nah, mencari pekerjaan melalui iklan lowongan di surat kabar itu memiliki kelebihan, namun juga kekurangan. Kelebihannya, dengan melihat, mencari dan menelusuri iklan di surat kabar, kita akan memperoleh begitu banyak pandangan, pilihan sekaligus banyak alternatif dalam menentukan pilihan. Namun, kekurangannya, ada begitu banyak orang yang juga mencari lowongan pekerjaan melalui iklan di surat kabar.

Apa artinya itu? Artinya jelas; yakni kita akan memiliki banyak saingan dalam satu lowongan pekerjaan yang ditawarkan, dan yang kebetulan kita minati. Sebagai gambaran, sebuah iklan lowongan kerja di surat kabar biasanya akan berhasil mendapatkan setidaknya 500 (lima ratus) surat lamaran. Artinya, untuk setiap satu lowongan kerja yang kita minati, kita harus bersaing dengan setidaknya lima ratus orang lain yang juga berebut kerja di lowongan tersebut.

Nah, untuk menyiasati hal tersebut, sebaiknya kita tidak hanya mengirimkan satu surat lamaran pada satu iklan lowongan saja. Kirimkanlah beberapa surat lamaran ke beberapa iklan lowongan yang ada, sehingga apabila beberapa di antaranya tersingkir dari persaingan, kita masih bisa berharap pada surat lamaran yang lain, yang siapa tahu berhasil menembus sesaknya persaingan yang ada.

Baca lanjutannya: Panduan Mencari dan Mendapatkan Lowongan Kerja (2)

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.