Panduan Membuat Daftar Riwayat Hidup untuk Lamaran Kerja

Lamaran Kerja

BIBLIOTIKA - Format sebuah curriculum vitae ternyata memiliki perbedaan di masing-masing negara. Perbedaan itu mungkin disebabkan karena latar belakang budaya, pandangan politik, sosial dan lainnya yang kemudian ikut mempengaruhi pembuatan curriculum vitae ini.

Di Amerika, misalnya, sebuah curriculum vitae tidak perlu menyebutkan status perkawinan, agama, usia, ataupun melampirkan foto, karena semua itu dianggap sebagai bagian pribadi seseorang yang tidak perlu diketahui oleh orang lainnya.

Lain di Amerika, lain pula di Singapura. Kalau perusahaan Amerika tidak berani meminta calon pegawainya untuk menyebutkan ras (karena menghindari dugaan dan tuduhan diskriminasi ras), maka di Singapura justru mengharuskan dicantumkannya ras di dalam lembar curriculum vitae.

Sedangkan format curriculum vitae di Indonesia termasuk ‘wajar’, karena meskipun meminta dicantumkannya usia, status perkawinan bahkan agama, namun tidak sampai meminta seorang calon pegawai untuk menyebutkan asal ras atau sukunya.

Nah, daftar riwayat hidup atau curriculum vitae atau yang biasa disingkat menjadi CV saja, dibuat dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan diri seorang pelamar terhadap perusahaan yang menerima surat lamarannya. Untuk tujuan ini, kita harus bisa membuat curriculum vitae yang terlihat baik, menarik, sekaligus menyiratkan kesan profesional.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita menyusun atau membuat sebuah curriculum vitae untuk lamaran kerja.

Gunakanlah kertas yang bersih

Pilihlah kertas yang putih bersih atau polos untuk menuliskan curriculum vitae, dan hindari penggunaan kertas bergambar atau yang menggunakan background tertentu.

Saat ini ada banyak toko yang menyediakan formulir khusus untuk pengisian curriculum vitae ini, namun kebanyakan bentuk formulir curriculum vitae yang dijual di toko-toko tersebut hanya berjumlah satu lembar, sehingga seringkali tidak mampu menyediakan tempat yang cukup luas atau lengkap untuk dapat menyampaikan semua yang ingin kita tulis dalam sebuah curriculum vitae.

Atau bisa pula lembaran formulir curriculum vitae itu terlalu luang sehingga begitu kita selesai menuliskan semua hal menyangkut diri kita (identitas, riwayat kerja dan pendidikan) ke dalamnya, isi formulir tersebut belum penuh atau masih ada bagian-bagian yang tak terisi yang menyebabkan lembaran curriculum vitae itu terlihat masih lowong.

Karena itu, apabila kemungkinan besar keterangan yang ingin kita tuangkan ke dalam curriculum vitae tersebut cukup panjang, atau sebaliknya cukup singkat, sebaiknya gunakan saja kertas HVS putih yang kita tulis sendiri dengan menggunakan komputer.

Dengan menggunakan kertas HVS semacam ini, kita tidak terbatasi oleh jumlah halaman yang akan kita gunakan, dalam arti; kita dapat menuliskan banyak keterangan hingga lebih dari satu lembar di curriculum vitae yang kita susun.

Gunakan format standar yang resmi

Tidak jarang sebuah lowongan kerja menyebutkan agar surat lamaran dan curriculum vitae agar ditulis dengan tulisan tangan. Ini biasanya khusus untuk jenis pekerjaan-pekerjaan tertentu yang memang membutuhkan tulisan tangan yang rapi, indah atau menarik. Misalnya pekerjaan sebagai sekretaris.

Namun, apabila tidak dicantumkan syarat semacam itu, gunakanlah ketikan komputer untuk menuliskan curriculum vitae dan juga surat lamarannya. Selain menggunakan kertas HVS yang putih bersih, jangan lupa untuk menggunakan kertas HVS ukuran kwarto. Ini adalah ukuran standar yang biasa digunakan dalam hal-hal yang bersifat profesional.

Selain itu, gunakan font (huruf) standar dengan ukuran yang sama standarnya, misalnya menggunakan font ‘Times New Roman’, ukuran 12 pt. Meskipun mungkin kita tergoda untuk menggunakan font-font indah atau artistik tertentu, tetaplah gunakan font yang standar.

Terakhir, cetaklah curriculum vitae dengan tinta warna hitam. Meskipun mungkin printer kita memiliki tinta warna-warni yang bisa menghasilkan warna yang begitu cerah, tetap gunakan tinta hitam untuk mencetak curriculum vitae.

Lampirkan pas foto terbaru

Seringkali kita menggunakan pas foto hitam putih sebagai lampiran ketika melamar suatu pekerjaan, namun sebaiknya gunakan pas foto berwarna. Selain lebih menarik, pas foto berwarna juga dapat lebih memperjelas diri kita.

Perlu diperhatikan pula untuk melampirkan foto dengan pakaian resmi (memakai jas lengkap dan dasi) ataukah tidak. Pertimbangan ini bisa dilihat pada posisi pekerjaan yang dilamar tersebut. Kalau pekerjaan yang dilamar itu sekiranya mewajibkan kita untuk menggunakan pakaian resmi (jas lengkap dan dasi itu tadi), maka sebaiknya gunakan pula pas foto yang memperlihatkan kita memakai jas lengkap dan dasi. Begitu pula sebaliknya.

Cantumkan status perkawinan

Dicantumkannya status perkawinan di dalam sebuah curriculum vitae adalah untuk memberikan bukti menyangkut status diri kita. Ini diperlukan, khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu yang oleh pihak perusahaan dikhususkan untuk orang-orang yang belum menikah, atau sebaliknya; khusus untuk orang yang sudah menikah.

Terkadang, di sebuah pemberitahuan lowongan pekerjaan disebutkan salah satu syaratnya yang menyebutkan; ‘belum menikah’, atau ‘sudah menikah’. Namun meskipun mungkin sebuah lowongan tidak menyebutkan persyaratan yang spesifik semacam itu, kita juga tidak salah bila mencantumkannya, sebab itu akan lebih memperkenalkan diri kita kepada pihak perusahaan. Karenanya, jangan lupa untuk mencantumkan status perkawinan tersebut di dalam curriculum vitae. Tuliskan status ‘menikah’ atau ‘lajang’.

Sebutkan referensi yang bisa dihubungi

Kalau memungkinkan, cantumkan satu nama atau beberapa nama dari orang-orang yang mungkin bisa dihubungi oleh pihak perusahaan yang kita lamar itu untuk menanyakan tentang diri kita. Misalnya rekan kerja, atasan atau rekanan yang terpercaya.

Pencantuman nama yang bisa dijadikan referensi pihak perusahaan yang kita lamar itu bertujuan agar kita lebih terpercaya karena setidaknya akan ada beberapa orang yang menjamin kredibilitas diri kita.

Namun ingat, karena pencantuman nama referensi adalah untuk mengukuhkan nilai positif diri kita, maka pilihlah atau seleksilah nama-nama yang sekiranya mendukung kita, sehingga tujuan dari pencantuman nama referensi ini tidak justru menggagalkan niat kita.

Sebutkan jenis pekerjaan yang diinginkan

Jangan lupa untuk menyebutkan secara jelas atau spesifik mengenai pekerjaan macam apa atau posisi kerja seperti apa yang kita inginkan dalam curriculum vitae.

Hindari untuk menyebutkan bahwa kita dapat bekerja apa saja atau dalam bidang apa saja, karena ini mengesankan kalau kita pekerja serabutan dan kurang mencerminkan kesan profesional. Sebaiknya gunakan penyebutan yang spesifik untuk menunjukkan kalau kita berspesialisasi dalam bidang tertentu. Ini akan lebih menarik pihak perusahaan, daripada kalau kita ‘asal menerima pekerjaan apa saja’.

Sebutkan pengalaman kerja yang pernah diperoleh

Kalau kita memang pernah bekerja di suatu perusahaan atau di beberapa perusahaan sebelumnya, jangan lupa untuk mencantumkannya di curriculum vitae tersebut. Lebih khusus lagi kalau misalnya pekerjaan yang kita lamar itu memang mensyaratkan adanya pengalaman kerja.

Sebagaimana yang kita tahu, tidak jarang sebuah iklan atau pemberitahuan lowongan kerja menyebutkan ‘memiliki pengalaman kerja’ sebagai salah satu syaratnya. Karenanya, pengalaman kerja yang pernah kita dapatkan perlu dicantumkan dalam sebuah curriculum vitae, untuk dapat lebih ‘menjual’ diri kita.

Namun, meskipun sebuah lowongan kerja tidak menyebutkan ‘pengalaman kerja’ sebagai salah satu syaratnya, pencantuman pengalaman kerja di curriculum vitae tidaklah salah. Setidaknya, itu akan lebih memperjelas diri kita di mata pihak perusahaan yang tengah kita lamar.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.