Panduan Membaca Label pada Kemasan Makanan

Label Makanan

BIBLIOTIKA - Ada banyak produk makanan di pasaran yang mengandung garam (sodium) tambahan. Bahkan, sebenarnya, semua bahan makanan sudah mengandung sodium sebelum diolah. Tambahan garam dimaksudkan agar menghasilkan rasa asin yang meningkatkan cita rasa. Karena hal itulah, hampir semua makanan pun mengandung kadar garam yang tinggi.

Yang menjadi masalah, mengonsumsi sodium secara berlebihan dapat menyebabkan hipertensi. Pada waktu masih muda, dampak semacam itu mungkin belum terlalu terlihat. Namun ketika Anda memasuki usia 40-an, dampak penyakit semacam itu biasanya mulai terasa.

Karena itulah, sangat penting bagi kita untuk lebih cermat dalam mengonsumsi aneka produk makanan yang ada di pasaran. Sebagai konsumen, kita harus cerdas dalam memperhatikan makanan apa yang akan kita pilih dan konsumsi. Dalam hal itu, salah satu hal yang penting dilakukan adalah membaca label yang ada pada kemasan makanan.

Ketika akan membeli produk makanan, sebaiknya baca asupan gizi yang tercantum di sana, termasuk kadar sodiumnya. Sebaiknya, pilihlah yang kadar sodiumnya tidak lebih dari 3 gram.

Itu baru pada urusan sodium. Padahal, kandungan yang terdapat dalam produk makanan yang kita beli dan konsumsi bukan hanya sodium atau garam, namun juga ada bahan-bahan lain yang bisa jadi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Karena itulah, membaca dan memperhatikan label produk makanan menjadi sangat penting dilakukan. Kebiasaan itu akan turut menjaga kesehatan kita, karena makanan yang kita konsumsi senantiasa terjaga.

Berikut ini adalah beberapa tip yang bisa Anda lakukan dalam hal membaca dan memperhatikan label pada produk makanan.

Lihat informasi utama

Informasi utama pada produk makanan yang perlu dicermati adalah dari nama produk, nama dan alamat produsen, serta nomor pendaftaran. Nama produk berarti jenis produk, semisal mie instan, susu bubuk, dan semacamnya. Di samping itu, nama dan alamat produsen harus dicantumkan secara jelas, termasuk nama kota dan negara.

Kemudian, nomor pendaftaran adalah nomor yang diberikan oleh BPOM, yang menyatakan persetujuan keamanan pangan produk tersebut. Persetujuan itu berdasarkan penilaian keamanan, mutu, gizi, serta label pangan. Nomor pendaftaran terdiri dari 15 digit angka yang berisi kode-kode tertentu.

Cek informasi bahan yang digunakan

Pada label makanan selalu tercantum daftar bahan yang digunakan atau komposisi berisi keterangan mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam membuat produk makanan, termasuk bahan tambahan pangan ikutan yang meliputi golongan pemanis buatan, pengawet, antioksidan, pewarna, dan penguat rasa.

Mencermati daftar itu penting dilakukan, khususnya jika Anda menderita alergi pada suatu bahan tertentu, atau sedang menjalani pantang makanan tertentu. Dengan memastikan bahan yang terdapat dalam makanan, Anda pun akan terbebas dari kemungkian terkena masalah alergi atau lainnya.

Periksa informasi nilai gizi

Mengetahui informasi nilai gizi dibutuhkan, agar kita tidak mengonsumsi suatu zat gizi secara berlebihan. Informasi gizi pada label produk makanan umumnya dimulai dari takaran saji dalam satuan umum, yaitu kkal. Kemudian diikuti keterangan lemak total yang diuraikan dalam angka lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, lalu keterangan kandungan protein, karbohirat total yang terdiri dari serat dan gula. Setelah itu, ada keterangan kandungan natrium dan kalium.

Kandungan lemak, gula, dan natrium (garam) perlu diperhatikan, karena kelebihan ketiga jenis zat itu dapat berdampak serius pada kesehatan, terutama dalam meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

Keterangan tentang vitamin dan mineral juga perlu diperhatikan, untuk menakar kecukupan konsumsi vitamin yang diasup. Semua keterangan itu tercantum pula dalam bentuk AKG, yang biasanya didasari oleh kebutuhan energi 2.000 kkal. Namun, yang perlu diingat, kebutuhan setiap individu berbeda tergantung jenis kelamin, aktivitas fisik, usia, berat badan, dan sebagainya.

Informasi lain

Informasi lain terdiri dari tanggal kedaluwarsa, kode produksi, dan peringatan-peringatan. Bisanya, tanggal kadaluwarsa ditandai kata-kata “baik digunakan sebelum” diikuti tanggal, bulan, dan tahun. Anda perlu mencermati hal tersebut baik-baik, agar tidak mengonsumsi produk makanan yang sebenarnya telah kedaluwarsa. Sebaiknya, pilihlah makanan yang masa kedaluwarsanya masih lama.

Kemudian, kode produksi adalah kode mengenai riwayat produksi pangan dan tanggal produksi. Peringatan-peringatan lain biasanya ditujukan pada mereka yang bersyarat, misalnya peringatan mengandung lemak babi, atau adanya pencantuman tulisan halal. Bisa pula peringatan mengandung alkohol, dan sebagainya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.