Panduan dan Tips Berburu Diskon Rumah

diskon rumah

BIBLIOTIKA - Kebutuhan penting bagi setiap orang, khususnya yang telah menikah atau berkeluarga, adalah memiliki rumah atau tempat tinggal. Rasanya masih ada yang kurang jika telah menikah, apalagi sudah punya anak, namun masih hidup bersama orangtua/mertua.

Karena latar belakang itu, banyak pemukiman atau komplek perumahan didirikan dengan berbagai tipe dan ukuran di berbagai lokasi. Tujuannya tentu untuk melayani pasangan-pasangan yang membutuhkan rumah. Dalam masa atau periode tertentu, rumah-rumah baru tersebut dipasarkan melalui beragam cara. Agar orang-orang (calon konsumen) makin tertarik, pemasaran tersebut sering kali ditunjang dengan diskon yang menarik.

Karenanya, jika Anda dan pasangan kebetulan sedang membutuhkan rumah untuk tempat tinggal keluarga, dan di kota Anda sedang berlangsung pameran properti, sebaiknya sempatkan datang karena banyak informasi yang bisa diambil dari pameran itu. Salah satunya adalah mengetahui pengembang mana saja yang sedang memberikan diskon.

Tetapi jangan cepat tergiur dulu. Sebelumnya, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa tips dan panduan berikut ini:

Jangan cepat tergoda oleh kata diskon besar-besaran. Sebab pengembang banyak memiliki trik untuk menciptakan distorsi harga. Karenanya, hati-hatilah terhadap diskon semu.

Modus yang sering digunakan pengembang adalah menaikkan harga terlebih dulu, baru kemudian didiskon, atau menyulap bentuk dan ukuran rumah untuk mengimbangi patokan harga, atau memainkan fasilitas atau biaya yang harus ditanggung pengembang atau konsumen.

Untuk tidak kehilangan pemasukan dalam jumlah yang lumayan besar, pengembang mungkin melancarkan diskon besar-besaran. Untuk pembelian tunai, diskon bisa mencapai 20 sampai 30 persen.

Untuk mendapatkan angka diskon yang sesungguhnya, telitilah harga untuk produk yang sama pada 1 sampai 2 tahun silam. Besar kemungkinan, harga diskon saat ini jatuhnya masih jauh lebih tinggi dibandingkan pada masa itu. Perbandingan tak mungkin dilakukan dengan satuan ukuran yang berbeda.

Padahal, kiat itulah justru yang paling banyak digelar pengembang untuk mengesankan ada diskon atau penurunan harga. Misalnya, tahun lalu dijual rumah ukuran 36 meter persegi dengan luas tanah 72 meter persegi. Bisa saja tahun ini pengembang menjual bangunan yang luasnya sama, tetapi di atas tanah yang tinggal 69 meter persegi. Tentu saja harganya menjadi berbeda.

Hati-hati dengan adanya berbagai fasilitas yang ditawarkan pengembang. Sebab mereka biasa memainkan fasilitas biaya. Jika pada periode silam pengembang menanggung biaya-biaya administrasi, PPN, biaya balik nama sertifikat dan lain-lain, kini sebagian dari macam-macam biaya itu harus ditanggung oleh pihak pembeli. Tentu saja pembebanan biaya itu pada konsumen juga akan menurunkan harga rumah dari harga yang semestinya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.