Makanan yang Dapat Mengurangi Lemak di Perut

almond

BIBLIOTIKA - Setelah berusia 30 tahun, kemampuan tubuh kita dalam mencerna lemak mulai berkurang. Akibatnya, asupan lemak dalam tubuh tidak bisa tercerna seluruhnya, dan pelan-pelan terkumpul dalam tubuh. Yang paling mencolok adalah timbunan lemak di daerah perut. Karenanya, banyak orang yang mulai memiliki lemak di perut setelah usia mereka menanjak 30 tahun ke atas. Tergantung seberapa banyak asupan lemak yang mereka konsumsi, timbunan lemak itu akan terus tertumpuk di sana.

Saat perut mulai membuncit, banyak orang yang kemudian terpikir untuk diet, atau berolahraga, demi mengurangi lemak di perut. Itu tentu tujuan yang baik, karena kenyataannya memang olahraga adalah adalah metode yang bagus dalam mengurangi lemak pada tubuh. Seiring dengan itu, Anda juga bisa mengonsumsi beberapa makanan tertentu yang dapat membantu tujuan itu. Makanan-makanan berikut ini dapat membantu mengurangi lemak di perut.

Makanan pedas

Makanan pedas umumnya dibuat dari cabai atau lada. Cabai atau lada mengandung capcaisin, yaitu zat yang menimbulkan rasa pedas. Banyak sekali orang yang menyukai masakan pedas, karena dapat meningkatkan selera makan, serta menjadikan makanan terasa lebih nikmat.

Selain itu, makanan pedas juga ternyata dapat membantu mengurangi timbunan lemak di perut. Capcaisin dalam cabai atau lada diketahui dapat meningkatkan metabolisme, serta membakar lebih banyak kalori. Makanan pedas juga meningkatkan jumlah rata-rata lemak teroksidasi, sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar.

Sayuran hijau

Saat lapar menyerang, sebagian orang memilih junk food yang mudah diperoleh dan siap santap. Namun itu tentu bukan pilihan bijak, karena jenis makanan semacam itu dapat menambah timbunan lemak. Jika tujuan Anda adalah ingin mengurangi lemak, Anda perlu membiasakan diri memilih sayuran.

Sayuran hijau adalah makanan yang sangat baik, khususnya dalam hal mengurangi lemak di perut. Selain tinggi serat dan rendah kalori, sayuran hijau juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga dampaknya membuat Anda tidak ingin ngemil.

Almond

Di antara jenis kacang-kacangan lain, almond adalah kacang terbaik dalam hal mengurangi lemak pada tubuh. Almond mengandung lemak tak jenuh tunggal yang tidak hanya baik bagi jantung, namun juga dapat berfungsi membakar lemak.

Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa orang yang mengonsumsi almond sebagai camilan diketahui mengasup lebih sedikit kalori dibanding orang yang mengonsumsi camilan berkadar gula tinggi.

Telur

Berbeda dari yang mungkin dipahami sebagian orang, telur termasuk makanan yang dapat membantu mengurangi lemak pada tubuh. Telur mengandung protein berkualitas yang dibutuhkan tubuh.

Selain itu, telur juga membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga Anda tidak mudah lapar. Disarankan untuk mengonsumsi telur yang direbus, karena kandungan kalori yang ada di dalamnya lebih baik dalam membakar lemak.

Sereal gandum

Sereal gandum termasuk golongan karbohidrat yang memiliki kadar indeks glikemik rendah. Artinya, kandungan karbohidrat dalam bahan makanan tersebut mempunyai potensi yang rendah untuk menaikkan kadar gula darah, dan sangat efisien dalam pemakaian insulin. Efisiensi pemakaian insulin itulah yang menyebabkan sereal gandum dapat memberi daya tahan lebih lama dalam pemakaian energi.

Jeruk

Jeruk mengandung senyawa pembakar lemak yang disebut flavonoid. Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi buah dengan kandungan flavonoid (di antaranya jeruk) mengalami penurunan lemak secara signifikan selama 14 tahun.

Protein tanpa lemak

Untuk mencerna makanan, tubuh kita membakar kalori. Hal itu dikenal sebagai efek suhu (thermic effect/TEF) pada makanan, untuk menjelaskan energi yang dikeluarkan tubuh ketika mengonsumsi dan memproses makanan.

Makanan tinggi protein tanpa lemak memiliki efek yang besar pada TEF. Makanan kaya protein membutuhkan banyak kalori untuk mencernanya, sehingga menyebabkan peningkatan metabolisme. Beberapa makanan yang termasuk dalam jenis protein semacam itu di antaranya adalah daging ayam tanpa kulit, putih telur, dan daging merah tanpa lemak.

Ikan berlemak

Ikan berlemak semacam salmon atau makarel mengandung banyak lemak Omega-3. Asam lemak tersebut tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh dan otak, namun juga penting untuk membakar lemak. Saat dikonsumsi, Omega-3 dapat menghidupkan gen pembakar lemak, dan mematikan gen penyimpan lemak.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.