Makanan dan Minuman yang Membuat Anda Gemuk

keripik kentang

BIBLIOTIKA - Berat badan telah menjadi masalah bagi banyak orang. Di masa lalu, berat badan sering dikaitkan dengan banyaknya jumlah konsumsi yang dimakan seseorang. Karenanya, di masa lalu juga umumnya hanya orang dengan ekonomi menengah ke atas yang terserang masalah berat badan. Namun, di masa sekarang, masalah berat badan bisa menyerang siapa saja, tak peduli Anda punya banyak uang atau tidak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine menemukan fakta yang terkait dengan hal itu. Dalam penelitian, ditemukan bahwa kegemukan atau kelebihan berat badan lebih berhubungan dengan kualitas makanan yang kita makan, daripada kuantitas atau jumlah makanan yang kita konsumsi. Dengan kata lain, berat badan lebih sering disebabkan buruknya kualitas makanan yang kita konsumsi, daripada banyak atau sedikitnya makanan yang kita konsumsi.

Fakta itu yang rupanya menjadikan orang dari berbagai negara, dengan berbagai strata ekonomi, dapat terserang masalah berat badan. Karena makanan yang mereka konsumsi memang termasuk tidak berkualitas, meski mereka hanya mengonsumsinya dalam jumlah sedikit. Karenanya, jika Anda ingin menjauh dari berat badan, atau ingin menurunkan berat badan, sebaiknya hindari makanan-makanan berikut ini, karena dapat menyebabkan masalah berat badan.

Keripik kentang

Siapa yang tak suka makanan ini? Selain enak dan renyah, keripik kentang juga mudah didapatkan di berbagai tempat. Sekantong keripik kentang bisa menjadi teman menyenangkan saat menonton acara favorit di televisi, atau menjadi camilan saat tidak ada kegiatan. Sayangnya, keripik kentang termasuk makanan yang dapat membuat Anda gemuk. Jika Anda kebetulan sudah gemuk, maka keripik kentang akan menjadikan Anda tetap gemuk dan sulit menurunkan berat badan.

Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kentang terus-menerus disinyalir dapat menyebabkan masalah berat badan. Dalam hal itu, yang terburuk adalah keripik kentang, sementara yang dinilai cukup baik adalah kentang goreng.

Jika Anda memang menyukai keripik kentang atau kentang goreng, dan merasa sulit meninggalkannya, Anda bisa membuatnya sendiri dari mulai kentang utuh. Belilah kentang utuh dalam jumlah cukup, kemudian iris-iris dan buat sendiri di rumah sesuai keinginan Anda. Dengan cara itu, Anda dapat mengontrol bahan dan ukuran porsinya, sehingga lebih sehat.

Diet soda

Mungkin terkesan aneh bahwa diet soda menjadi salah satu penyebab masalah berat badan, karena minuman ini dinilai bebas kalori. Faktanya, berdasarkan penelitian dari University of Texas Health Science Center, diet soda adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi orang-orang yang mengalami masalah berat badan. Ketika dikonsumsi, diet soda tidak menurunkan berat badan, tapi justru “menjaga” berat badan tetap berlebih.

Alkohol

Sepertinya sudah umum diketahui kalau alkohol dapat menyebabkan berat badan, setidaknya perut yang membuncit. Dalam alkohol murni terdapat sekitar 7 kalori per gram, yang bisa menyebabkan gemuk dua kali lipat lebih besar dibandingkan karbohidrat atau protein (keduanya mengandung sekitar 4 kalori per gram). Nilai kalori alkohol hanya kalah di bawah lemak (9 kalori per gram). Karenanya wajar jika mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan masalah berat badan.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat mengurangi resistensi tubuh kita terhadap makanan, sehingga kita ingin makan makanan yang biasanya akan kita hindari. Jika Anda bermaksud mengurangi berat badan, alkohol adalah salah satu minuman yang perlu dijauhi.

Daging merah

Daging merah beserta segala olahannya termasuk makanan yang dapat menyebabkan berat badan berlebih. Kenyataan itu dikukuhkan oleh penelitian yang dilakukan oleh The New England Journal of Medicine. Mereka menemukan fakta bahwa daging merah dan olahannya dapat menyebabkan kenaikan berat badan, meski hal itu berlangsung perlahan.

Selama empat tahun melakukan penelitian, para peneliti menemukan bahwa peningkatan berat badan terkait erat dengan konsumsi segala jenis daging merah, dan juga berbanding terbalik dengan jumlah sayuran yang dikonsumsi oleh para peserta. Dengan kata lain, jika daging merah dapat menyebabkan kegemukan, maka sayuran justru dapat menurunkan berat badan.

Junk food rendah lemak

Sebenarnya, junk food-nya sendiri sudah masalah. Ketika junk food diolah menjadi rendah lemak, hasilnya bukan menjadikan junk food lebih baik, namun justru lebih buruk. Sebutan junk food rendah lemak dapat menimbulkan semacam sugesti pada konsumen untuk membenarkan diri sendiri bahwa makanan yang mereka konsumsi adalah makanan rendah lemak.

Faktanya, ketika junk food diolah menjadi makanan rendah lemak, makanan itu akan terasa hambar atau tidak seenak sebelumnya. Akibatnya, produsen harus mengisi rasa di suatu tempat sehingga mereka menambahkan terlalu banyak gula yang menjadikan nafsu makan kita cenderung meningkat. Karenanya, mengonsumsi junk food, meski disebut rendah lemak, bukan cara baik untuk mengurangi berat badan.

Makanan dengan sirup jagung berkadar fruktosa tinggi

Anda mungkin pernah diberitahu bahwa sirup jagung dengan kadar fruktosa tinggi tidak menyebabkan masalah, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar atau sedikit. Yang menjadi masalah, hal itu sulit dilakukan. Sekali Anda mengonsumsi makanan dengan sirup jagung berkadar fruktosa tinggi, Anda tidak akan bisa mengonsumsinya dalam jumlah sedikit!

Sirup jagung dengan fruktosa tinggi yang dicampurkan sebagai bahan makanan dapat menggangu metabolisme tubuh, sehingga seseorang tidak bisa berhenti makan. Itu adalah sesuatu yang sangat sulit dikontrol, karena sirup jagung tersebut memperlambat sekresi leptin dalam tubuh.

Leptin adalah hormon penting dalam tubuh yang memberitahu bahwa Anda telah kenyang atau penuh, dan harus berhenti makan. Ketika hormon itu terganggu, maka Anda akan terus merasa lapar, dan tetap ingin makan. Itulah kenapa makanan dengan sirup jagung dengan fruktosa tinggi terkait erat dengan masalah obesitas di berbagai negara, karena menimbulkan semacam gejala adiktif terhadap makanan.

Makanan diet microwave

Makanan diet microwave telah menjadi tren bagi sebagian orang yang ingin menurunkan berat badan. Makanan semacam itu diklaim memiliki porsi yang pas untuk Anda. Namun, ironisnya, hanya itulah manfaatnya.

Dalam pembuatannya, makanan diet microwave telah melewati proses pengolahan dengan banyak membuang kepadatan nutrisi. Hal itu diperparah jika produsen menambahkan banyak garam pada bagian lemaknya. Akibatnya tentu Anda justru akan semakin gemuk. Daripada mengonsumsi makanan semacam itu, sebaiknya pilihlah makanan yang benar. Tidak harus rumit, pilih saja makanan yang segar, dengan kandungan gizi dan serat yang cukup.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.