Kiat-kiat Memilih Kontraktor

kontraktor

BIBLIOTIKA - Ketika akan membangun rumah atau melakukan renovasi rumah, maka memilih pemborong atau kontraktor menjadi sesuatu yang tidak dapat disepelekan. Memilih kontraktor yang bagus dan profesional tentu saja tidak semudah mematahkan batu-bata. Juga tidak semudah mengangkat telepon dan kemudian meminta orang di seberang sana untuk datang memperbaiki rumah Anda.

Tak jarang, hanya gara-gara salah dalam memilih kontraktor, banyak pemilik rumah yang kemudian mengeluhkan soal harga yang kemahalan, biaya membangun atau merenovasi yang tak wajar, ataupun juga hasil kerja yang tidak memuaskan.

Karenanya, agar hal-hal yang semacam itu tidak terjadi, berikut ini adalah kita-kiat dalam memilih kontraktor yang bisa Anda pertimbangkan:

Carilah paling tidak tiga kontraktor yang bisa memberikan taksiran harga atas biaya proyek rumah Anda. Pastikan mereka membuat taksiran biaya untuk kualitas dan luas bangunan yang sama. Anda mungkin akan terkejut ketika mendapati perbedaan harga yang mereka berikan.

Apabila berhubungan dengan kontraktor yang besar, sebaiknya Anda meminta mereka untuk menunjukkan surat ijin usaha dan sertifikat asuransi keselamatan kerja. Apabila tidak, bisa-bisa Anda nantinya dimintai tanggung jawab ketika terjadi kecelakaan pada pengerjaan rumah Anda.

Carilah referensi pada orang-orang yang pernah menggunakan jasa suatu usaha kontraktor. Jangan malas atau sungkan untuk bertanya apakah mereka merasa puas dengan kerja kontraktor tersebut.

Apakah kontraktor tersebut memulai dan menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang tepat? Apakah kontraktor bisa diajak komunikasi selama pengerjaan proyek? Ketika bekerja, seringkali kontraktor merasa paling tahu dan hanya menganggap keinginan konsumen sebagai acuan awal. Padahal, ketika pekerjaan mulai berlangsung, pemilik rumah sering menemukan ketidakpuasan.

Banyak kontraktor yang mengiklankan diri di media massa. Tetapi jangan menganggap kemampuan beriklan tersebut sebagai pertanda bagusnya kualitas sebuah kontraktor. Cara terbaik untuk mengenali mereka adalah dengan mengeceknya kepada orang-orang yang Anda kenal, baik itu teman atau tetangga dekat yang pernah menggunakan jasa kontraktor tersebut.

Yang tidak kalah penting, tanyakanlah diri Anda, apakah merasa cocok untuk bekerjasama dengan seseorang atau suatu perusahaan kontraktor dalam jangka waktu yang lumayan panjang. Apabila Anda tidak merasa nyaman berkomunikasi dengan orang tersebut, maka itu suatu pertanda bahwa di kemudian hari akan ada masalah.

Memahami cara kerja kontraktor

Menyangkut kontraktor, Anda mungkin akan berhubungan dengan sejumlah orang yang memiliki bidang kerja yang berbeda, bergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan proyek rumah Anda.

Berikut ini ulasannya:
  1. Kontraktor umum atau general contractors mengurus semua aspek proyek rumah Anda, termasuk menyewa dan mengawasi sub kontraktor, mengurus ijin mendirikan bangunan, dan juga menjadwalkan pemeriksaan. Mereka juga bekerjasama dengan arsitek dan desainer rumah.
  2. Kontraktor khusus atau speciality contractors memasang produk seperti lemari atau perlengkapan kamar mandi.
  3. Arsitek merancang rumah, rencana renovasi, dan juga penambahan bangunan rumah. Apabila proyek Anda meliputi perubahan struktur bangunan, maka Anda bisa menyewa arsitek yang mengkhususkan diri pada pemodelan ulang rumah.
  4. Desainer memiliki keahlian dalam area tertentu pada rumah, seperti misalnya dapur dan kamar mandi.

Mewaspadai cara kerja kontraktor

Sebagaimana para pebisnis lainnya yang beragam, ada yang jujur ada pula yang curang, maka begitu pula dengan kontraktor. Tidak semua kontraktor menepati janjinya dengan Anda sesuai dengan klausul perjanjian.

Lalu bagaimana cara mengenali kontraktor yang baik dan buruk? Setidaknya, hindarilah kontraktor yang berperilaku seperti yang tersebut di bawah ini:
  1. Menawarkan jasanya dari rumah ke rumah.
  2. Menawarkan kepada Anda potongan harga apabila Anda mau mengajak pelanggan atau orang lain.
  3. Tidak menyelesaikan proyek sebelumnya, tetapi langsung pindah ke rumah Anda.
  4. Hanya menerima pembayaran tunai di muka.
  5. Meminta Anda mengurus sendiri ijin mendirikan bangunan.
  6. Tidak mencantumkan nomor telepon bisnisnya pada telepon lokal.
  7. Mengatakan pekerjaan di rumah Anda akan dijadikan contoh dalam iklan atau hal-hal semacam itu.
  8. Mendesak Anda untuk segera mengambil keputusan dalam hal pembangunan atau merenovasi rumah.
  9. Menawarkan garansi dalam waktu yang berlebihan atau yang tak masuk akal.
  10. Meminta Anda membayar semua pekerjaan di muka.
  11. Menyarankan Anda meminjam uang dari orang atau dari suatu lembaga kredit tertentu yang direkomendasikannya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.